PSEL Bantargebang Diproyeksikan Jadi Pusat Energi, Edukasi, dan Teknologi Lingkungan

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, BEKASI –  Pascakunjungan kerja ke fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) milik Wangneng Environment di Huzhou, China, Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, langsung mengambil langkah konkret dengan menugaskan Komisi II DPRD Kota Bekasi untuk mengawal proses pematangan lahan pembangunan PSEL Bantargebang.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen DPRD dalam memastikan proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai target hingga memasuki tahap groundbreaking yang diharapkan dapat diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Menurut Sardi, hasil peninjauan di Wangneng Environment memberikan keyakinan bahwa teknologi yang akan diterapkan di Bantargebang mampu menjadi solusi pengelolaan sampah modern sekaligus menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.

“Desain dan teknologi yang akan dibangun sangat modern. Bantargebang ke depan akan menjadi kawasan pembangkit listrik tenaga sampah. Kami berharap groundbreaking dapat dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia di Kota Bekasi,” ujar Sardi, Rabu (1/7/2026).

Ia menegaskan, pembangunan PSEL bukan hanya menghadirkan pembangkit listrik berbasis sampah, tetapi juga akan mengubah wajah Bantargebang menjadi kawasan edukasi lingkungan, pusat transfer teknologi (knowledge transfer), serta membuka peluang kerja bagi masyarakat Kota Bekasi.

Karena itu, Sardi meminta seluruh tahapan persiapan pembangunan mendapat pengawalan serius, khususnya proses pematangan lahan yang saat ini sedang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi.

“Saya sudah menugaskan Komisi II DPRD Kota Bekasi untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap proses pematangan lahan PSEL. Setiap kendala yang muncul di lapangan harus segera diidentifikasi agar bisa dikoordinasikan dengan Wali Kota beserta jajarannya sehingga target pembangunan dapat tercapai tanpa hambatan,” tegasnya.

Selain pengawasan dari DPRD, Sardi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh masyarakat di Bantargebang, untuk bersama-sama mendukung pembangunan PSEL karena proyek tersebut akan memberikan manfaat besar bagi Kota Bekasi dalam jangka panjang.

Ia optimis pembanguban PSEL tidak hanya berorientasi pada teknologi, Sardi menegaskan proyek ini juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang energi dan lingkungan.

“Kita membutuhkan dukungan semua pihak, terutama tokoh masyarakat Bantargebang. Ini bukan hanya proyek pembangunan, tetapi transformasi kawasan yang akan membawa manfaat bagi lingkungan, pendidikan, energi, dan perekonomian masyarakat,” katanya.

Berdasarkan hasil kunjungan ke Wangneng Environment, Sardi melihat secara langsung sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi tinggi yang mampu memonitor seluruh proses pengolahan melalui dashboard digital secara real time. Fasilitas tersebut mengolah sekitar 1.500 ton sampah setiap hari dan menghasilkan listrik secara berkelanjutan.

Pengalaman itu, menurutnya, menjadi gambaran nyata bahwa PSEL Bantargebang memiliki potensi besar mengubah paradigma pengelolaan sampah di Indonesia. Selain menghasilkan listrik sekitar 15 MW, kawasan tersebut nantinya diharapkan menjadi pusat edukasi lingkungan dan teknologi energi terbarukan.

Sardi optimistis, dengan sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Bekasi, pemerintah pusat, investor, dan masyarakat, pembangunan PSEL Bantargebang dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi tonggak lahirnya kawasan energi hijau yang modern, bersih, dan berkelanjutan di Kota Bekasi. (***)

Berita Terkait

Perubahan Penlok PTSL Jadi 14 Kelurahan, GPN 08 Desak Penjelasan BPN Kota Bekasi
Pemkot Bekasi Tuntaskan Pengalihan Aset dan Wilayah Layanan Air Minum ke Tirta Patriot
Peletakan Batu Pertama Gereja St. Ignatius Jadi Simbol Komitmen Wali Kota Jaga Kerukunan
Tri Adhianto Turun Langsung Pantau MPLS, Dorong Sekolah Ciptakan Lingkungan Aman dan Menyenangkan
Polres Metro Bekasi Kota dan Pemkot Bekasi Gelar Doa Bersama untuk Indonesia di HUT Bhayangkara ke-80
Abdul Harris Bobihoe Hadiri Forum Nasional APEKSI, Bahas Inovasi dan Tata Kelola Pemerintahan Kota
Transformasi Mizuda Perkuat Langkah Bekasi Bangun Kawasan Ekonomi Sirkular di Bantargebang
PPID Disdik Kota Bekasi Dorong Transparansi Distribusi Hasil TKA 2026

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:30 WIB

Perubahan Penlok PTSL Jadi 14 Kelurahan, GPN 08 Desak Penjelasan BPN Kota Bekasi

Senin, 20 Juli 2026 - 16:14 WIB

Pemkot Bekasi Tuntaskan Pengalihan Aset dan Wilayah Layanan Air Minum ke Tirta Patriot

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:35 WIB

Peletakan Batu Pertama Gereja St. Ignatius Jadi Simbol Komitmen Wali Kota Jaga Kerukunan

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:00 WIB

Tri Adhianto Turun Langsung Pantau MPLS, Dorong Sekolah Ciptakan Lingkungan Aman dan Menyenangkan

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:31 WIB

Polres Metro Bekasi Kota dan Pemkot Bekasi Gelar Doa Bersama untuk Indonesia di HUT Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru