JENDELANUSANTARA.COM, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina. Pernyataan itu disampaikan dalam acara pengampunan kalkun Thanksgiving di Gedung Putih, Selasa (25/11/2025), dan menandai sinyal terbaru bahwa diplomasi intensif tengah bergerak menuju babak krusial.
“Kami sedang mengupayakan perang terakhir itu. Tidak mudah, tetapi saya rasa kita akan sampai,” ujar Trump. Ia mengeklaim bahwa 25.000 tentara tewas dalam satu bulan terakhir konflik tersebut, tanpa merinci sumber data. Menurut Trump, perkembangan dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa peluang penyelesaian kian terbuka. “Saya pikir kita sangat dekat dengan sebuah kesepakatan,” katanya.
Gedung Putih sebelumnya menyebut bahwa AS telah membuat “kemajuan besar” dalam membangun landasan perjanjian damai antara Ukraina dan Rusia. Namun, sejumlah isu sensitif masih harus dibahas lebih lanjut oleh ketiga pihak. “Ada rincian penting, namun tidak tak teratasi, yang memerlukan pembicaraan lanjutan,” tulis juru bicara Karoline Leavitt melalui platform X.
Pada Ahad lalu, pejabat AS dan Ukraina bertemu di Jenewa untuk mengulas proposal awal 28 poin dari Washington sebagai kerangka upaya perdamaian. Seusai pertemuan, kedua pihak menyatakan tengah menyusun rancangan baru yang “diperbarui dan diperhalus”. Meski sempat memunculkan kecemasan di Kyiv dan di antara negara-negara pendukung Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa versi terbaru dokumen itu kini memiliki “lebih sedikit poin” dan “lebih banyak elemen yang tepat”.
Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, menyebut bahwa pembicaraan di Jenewa menghasilkan “kesepahaman bersama” mengenai inti rencana AS. Umerov menambahkan bahwa Kyiv berharap kunjungan Zelenskyy ke Washington dapat dijadwalkan pada November untuk merampungkan langkah final dan mencapai kesepakatan dengan Trump. (Anadolu)













