Upaya Damai Rusia–Ukraina Maju Pesat, Trump Klaim Kesepakatan Kian Dekat

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina. Pernyataan itu disampaikan dalam acara pengampunan kalkun Thanksgiving di Gedung Putih, Selasa (25/11/2025), dan menandai sinyal terbaru bahwa diplomasi intensif tengah bergerak menuju babak krusial.

“Kami sedang mengupayakan perang terakhir itu. Tidak mudah, tetapi saya rasa kita akan sampai,” ujar Trump. Ia mengeklaim bahwa 25.000 tentara tewas dalam satu bulan terakhir konflik tersebut, tanpa merinci sumber data. Menurut Trump, perkembangan dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa peluang penyelesaian kian terbuka. “Saya pikir kita sangat dekat dengan sebuah kesepakatan,” katanya.

Gedung Putih sebelumnya menyebut bahwa AS telah membuat “kemajuan besar” dalam membangun landasan perjanjian damai antara Ukraina dan Rusia. Namun, sejumlah isu sensitif masih harus dibahas lebih lanjut oleh ketiga pihak. “Ada rincian penting, namun tidak tak teratasi, yang memerlukan pembicaraan lanjutan,” tulis juru bicara Karoline Leavitt melalui platform X.

Pada Ahad lalu, pejabat AS dan Ukraina bertemu di Jenewa untuk mengulas proposal awal 28 poin dari Washington sebagai kerangka upaya perdamaian. Seusai pertemuan, kedua pihak menyatakan tengah menyusun rancangan baru yang “diperbarui dan diperhalus”. Meski sempat memunculkan kecemasan di Kyiv dan di antara negara-negara pendukung Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa versi terbaru dokumen itu kini memiliki “lebih sedikit poin” dan “lebih banyak elemen yang tepat”.

Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, menyebut bahwa pembicaraan di Jenewa menghasilkan “kesepahaman bersama” mengenai inti rencana AS. Umerov menambahkan bahwa Kyiv berharap kunjungan Zelenskyy ke Washington dapat dijadwalkan pada November untuk merampungkan langkah final dan mencapai kesepakatan dengan Trump. (Anadolu)

Berita Terkait

Israel Ingin Buru-buru Serang Iran, Donald Trump: Belum Diperlukan
Trump Klaim Armada AS Bergerak ke Iran, Harapkan Teheran Mau Berunding
Arab Saudi Tak Sudi Wilayahnya Digunakan Amerika Serikat untuk Menyerang Iran
Israel Tak Izinkan Jurnalis Asing Masuk Gaza, Meski Rafah Sudah Dibuka
China Enggan Berkomentar soal Dewan Perdamaian Gaza Inisiatif AS
Trump Tarik Undangan Dewan Gaza ke Kanada, Ottawa-Washington Tegang
Khawatir Inisiatif AS Geser PBB, Uni Eropa Tolak Gabung Dewan Gaza
Macron Tolak Dewan Gaza, Trump Ancam Tarif Tinggi Produk Prancis

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 23:44 WIB

Israel Ingin Buru-buru Serang Iran, Donald Trump: Belum Diperlukan

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:30 WIB

Trump Klaim Armada AS Bergerak ke Iran, Harapkan Teheran Mau Berunding

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:33 WIB

Arab Saudi Tak Sudi Wilayahnya Digunakan Amerika Serikat untuk Menyerang Iran

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:12 WIB

Israel Tak Izinkan Jurnalis Asing Masuk Gaza, Meski Rafah Sudah Dibuka

Senin, 26 Januari 2026 - 17:25 WIB

China Enggan Berkomentar soal Dewan Perdamaian Gaza Inisiatif AS

Berita Terbaru