JENDELANUSANTARA.COM, MAKKAH – Ratusan jamaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 6 YIA, termasuk di dalamnya belasan dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), tengah memantapkan persiapan spiritual dan fisik di Makkah menjelang puncak ibadah haji tahun 2026. Persiapan intensif ini dilakukan melalui rangkaian pembinaan manasik yang difasilitasi oleh KBIH Aisyiyah DIY dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Makkah.
Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA, dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang turut serta sebagai jamaah haji dari Yogyakarta, pada Minggu (17/5/2026) membagikan momen persiapannya.
Menjelang fase krusial ibadah haji, para jamaah mendapatkan pembekalan teknis mengenai fase Tarwiyah. Guru Besar UMY, Prof. Dr. Ir. Sukamta, S.T., M.T., yang juga menjadi salah satu jamaah, memaparkan secara sistematis alur peribadatan mulai dari persiapan bermalam di Mina pada malam 8 Dzulhijjah hingga puncak wukuf di Arafah.
“Fase Tarwiyah memerlukan kesiapan fisik dan mental yang matang. Pada malam 7 Dzulhijjah, jamaah sudah harus mulai bersiap dengan membawa perbekalan logistik dari hotel, sebelum bergeser ke Mina pada pagi harinya,” ujar drg. Laelia seperti yang disampaikan Prof. Sukamta saat memberikan materi dalam pengajian khusus di Makkah, Selasa (13/5).
Selain kesiapan teknis, penguatan spiritual mengenai hakikat kemabruran haji juga ditekankan oleh Ustadz Lutfi Hamdan. Di hadapan jamaah, ia mengingatkan agar seluruh rangkaian ibadah dilandasi dengan niat yang tulus (lillahi ta’ala) sebagaimana esensi hadis Innamal a’malu bin niyat. Menurutnya, indikator utama haji mabrur adalah adanya perubahan perilaku yang lebih baik setelah kembali ke tanah air.
Inovasi Layanan Lansia di Tanah Suci
Guna memastikan seluruh jamaah dapat beribadah dengan optimal, petugas haji Kloter 6 YIA meluncurkan sejumlah program inovatif, khususnya bagi jamaah lansia dan pengguna kursi roda.
Program tersebut di antaranya adalah Jamaroh (Jalan Malam Raih Maghfiroh), sebuah layanan pendampingan khusus bagi jamaah rentan untuk melaksanakan ibadah di Masjidil Haram mulai dari shalat tahajud, dzikir, doa bersama, hingga shalat subuh dan syuruq berjamaah.
Selain itu, untuk menjaga kebugaran fisik jamaah di tengah cuaca ekstrem, petugas juga rutin menggelar program Jabal Rahmah (Jalan Bareng Raih Sumringah) berupa aktivitas jalan pagi dan senam ringan di sekitar kawasan Misfalah, Makkah.
Ketua Kloter 6 YIA, Saeful Anwar, M.Si., mengonfirmasi bahwa seluruh jamaah yang berada di bawah koordinasinya dalam kondisi prima.
“Total ada 357 jamaah di Kloter 6 YIA. Alhamdulillah, saat ini semuanya berada dalam kondisi sehat dan siap menyambut puncak haji di Arafah. Kami berharap seluruh jamaah dapat mempertahankan kondisi ini hingga akhir,” kata Saeful.
Dukungan penuh juga terus mengalir dari institusi asal para jamaah, salah satunya UMY yang melepas 15 dosennya pada musim haji tahun ini. Pihak universitas berharap pembekalan yang matang dan inovasi layanan di Tanah Suci dapat membantu para civitas academica menjalankan ibadah dengan khusyuk, sehat, serta membawa nilai-nilai kemabruran yang bermanfaat bagi masyarakat luas saat kembali nanti.
Sumber : Humas Umy














