JENDELANUSANTARA.COM, Istanbul — Pemerintah Turki mengecam keras langkah Israel yang memperluas operasi militernya di Lebanon. Ankara menilai tindakan tersebut berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan sekaligus mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah yang sudah rapuh akibat konflik berkepanjangan.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Turki menyebut kebijakan yang dijalankan Israel sebagai tindakan agresif dan ekspansionis yang dapat menghambat berbagai upaya perdamaian di kawasan. Ankara juga menilai pola operasi militer Israel di Lebanon memiliki kemiripan dengan yang terjadi di Jalur Gaza.
Turki menuding Israel berupaya membuat wilayah-wilayah yang didudukinya di Lebanon menjadi tidak layak dihuni sehingga mendorong warga setempat meninggalkan daerah tersebut secara permanen. Karena itu, Ankara mendesak masyarakat internasional segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan serangan dan pendudukan yang berlangsung di wilayah Lebanon.
Di tengah meningkatnya ketegangan, media Israel melaporkan bahwa rencana serangan terhadap kawasan Dahieh di pinggiran Beirut sempat ditunda setelah adanya intervensi dari Amerika Serikat. Dahieh selama ini dikenal sebagai basis kuat kelompok Hizbullah di Lebanon.
Laporan Channel 12 Israel menyebutkan sejumlah pejabat senior Israel mengungkapkan bahwa Hizbullah dalam beberapa hari terakhir menyatakan kesiapan untuk menjalani gencatan senjata penuh. Namun, kesepakatan tersebut disebut tidak mensyaratkan penarikan segera pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan.
Sebelumnya, otoritas Israel mengumumkan telah memerintahkan serangan ke kawasan Dahieh menyusul meningkatnya peluncuran roket dan drone oleh Hizbullah ke sejumlah posisi militer Israel. Keputusan itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz.
Perkembangan terbaru ini menambah panjang daftar eskalasi konflik di perbatasan Israel-Lebanon, yang dikhawatirkan dapat memicu ketegangan lebih luas dan mengganggu upaya diplomasi yang sedang berlangsung di kawasan. (ihd)














