Teladan Asiyah untuk DWP: Menag Tekankan Integritas Perempuan di Tengah Tantangan Zaman

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halalbihalal dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) DWP Kemenag di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (15/4/2026). (Humas Kemenag)

Halalbihalal dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) DWP Kemenag di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (15/4/2026). (Humas Kemenag)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya integritas dan keteladanan bagi pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama dengan merujuk pada sosok Asiyah, istri Fir’aun, sebagai figur perempuan beriman di tengah lingkungan yang tidak ideal.

Pesan tersebut disampaikan saat Halalbihalal dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) DWP Kemenag di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi, Mewujudkan DWP Kemenag yang Berdampak dan Berdaya”.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Penasihat DWP Kemenag Helmi Halimatul Udhmah, Ketua DWP Kemenag RI Sinarliati Kamaruddin Amin, jajaran pejabat eselon I, tokoh senior, serta pengurus DWP dari seluruh provinsi.

Dalam arahannya, Nasaruddin menilai Asiyah merupakan simbol bahwa kualitas iman dan integritas tidak ditentukan oleh lingkungan. Ia menegaskan, sekalipun berada di lingkar kekuasaan yang zalim, seseorang tetap dapat menjaga kemurnian iman dan menjadi teladan.

Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an juga menggambarkan kegagalan menjaga iman melalui sosok istri Nabi Nuh dan Nabi Luth, meski berada di lingkungan para nabi.

“Ibu-ibu adalah orang-orang terpilih. Jangan sampai salah memilih teladan. Peran Dharma Wanita sangat krusial sebagai wajah keteladanan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, Menag menegaskan bahwa peran perempuan kian strategis di masa depan yang tidak lagi dibatasi sekat gender. Ia menyoroti kekuatan kasih sayang atau “rahimah” sebagai keunggulan yang memberi pengaruh besar dalam membangun keluarga dan masyarakat.

Menurut dia, keberhasilan seorang pemimpin kerap tidak terlepas dari peran istri yang tangguh, baik melalui doa maupun dukungan moral.

“Perbedaan ditentukan oleh prestasi, kualitas, dan perjuangan. Yang paling mulia adalah mereka yang paling bertanggung jawab dan memiliki cinta tulus kepada Tuhan,” katanya.

Ia pun berharap DWP Kemenag dapat menjadi rujukan dalam sikap dan perilaku, mulai dari cara berpakaian, bertutur kata, hingga berinteraksi di tengah masyarakat.

“Saya harap DWP menjadi contoh nyata, menjadi referensi dalam berpakaian, berkata-kata, dan berperilaku,” ujar Nasaruddin. (ihd)

Berita Terkait

Pemerintah Matangkan Penataan PPPK, Mendagri: Guru Jadi Perhatian
Apresiasi Pemda Berprestasi, Mendagri Tito Tekankan Penghargaan Harus Berdampak bagi Masyarakat
Wamendagri Bima Arya: PSEL Bogor Raya Harus Jadi Percontohan Nasional
Awasi APBD Berbasis Data, Sekjen Kemendagri Ajak DPRD Jatim Perkuat Pengawasan
Cegah Korupsi, Wamendagri Wiyagus Minta APIP Diperkuat di Daerah
HUT ke-16 BNPP, Mendagri Ungkap Capaian dan Strategi Penguatan Perbatasan
Lindungi Produktivitas Masyarakat, Wamendagri Wiyagus Dorong Pemda Percepat Penanggulangan TB
Kemnaker-KLH Perkuat Kompetensi Teknisi Pendingin untuk Dukung Pelindungan Ozon
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 07:59 WIB

Pemerintah Matangkan Penataan PPPK, Mendagri: Guru Jadi Perhatian

Jumat, 18 September 2026 - 07:48 WIB

Apresiasi Pemda Berprestasi, Mendagri Tito Tekankan Penghargaan Harus Berdampak bagi Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 - 19:03 WIB

Wamendagri Bima Arya: PSEL Bogor Raya Harus Jadi Percontohan Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 16:38 WIB

Awasi APBD Berbasis Data, Sekjen Kemendagri Ajak DPRD Jatim Perkuat Pengawasan

Kamis, 17 September 2026 - 16:34 WIB

Cegah Korupsi, Wamendagri Wiyagus Minta APIP Diperkuat di Daerah

Berita Terbaru