Pemkot Bandar Lampung Dinilai Siap Percepat Penanggulangan TBC

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bandar Lampung — Kolaborasi lintas sektor dan keterbukaan data menjadi kunci percepatan penanganan tuberkulosis (TBC) di daerah. Selain itu, dukungan kepala daerah, ketersediaan fasilitas layanan kesehatan, serta keterlibatan para kader turut menjadi modal penting dalam mendorong percepatan tersebut.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus saat menghadiri kegiatan Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Penanggulangan Tuberkulosis di Aula Gedung Semergou, Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, penanganan TBC menjadi perhatian serius pemerintah pusat dengan target penyelesaian dalam waktu tiga tahun. Upaya tersebut terus didorong melalui berbagai kegiatan di daerah sebagai bentuk penguatan komitmen bersama.

“Bapak Presiden memberikan atensi khusus… tiga tahun ini harus sudah tuntas,” ujarnya.

Sejalan dengan target tersebut, Wiyagus menekankan pentingnya pendekatan aktif di lapangan, khususnya melalui deteksi dini terhadap masyarakat yang berpotensi terpapar, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Dalam kesempatan itu, ia juga menilai Pemkot Bandar Lampung telah menunjukkan kesiapan dalam penanganan TBC. Meski demikian, ia kembali mengingatkan bahwa keterbukaan data merupakan faktor kunci yang tidak dapat diabaikan. Data yang akurat dan transparan akan memudahkan pemerintah dalam menentukan langkah intervensi yang tepat.

“Tidak usah takut untuk memaparkan data yang sesungguhnya… tidak perlu ada data yang disembunyikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wiyagus menegaskan bahwa penanganan TBC tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah (Pemda) hingga masyarakat. Ia mendorong agar pendekatan yang dilakukan bersifat proaktif dengan menjangkau langsung masyarakat, bukan sekadar menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

“Kita proaktif, bukan hanya menunggu, ya, di Puskesmas, bukan hanya menunggu di rumah sakit, … di sini pentingnya kolaborasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan TBC tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, penanganannya menjadi bagian penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk menuju Indonesia Emas 2045.

Terakhir, Wiyagus mengajak seluruh pihak untuk menghilangkan stigma terhadap TBC di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa penyakit tersebut dapat diobati dan tidak perlu ditutup-tutupi.

“Tuberkulosis ini bukan aib bagi kita. Ini bisa diobati,” pungkasnya.(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Eliminasi TBC Ditargetkan Tuntas, Lampung Perkuat Aksi dan Kolaborasi Daerah
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Soliditas Pemda Jatim, Dorong Pembangunan Merata
Wamendagri Ribka Haluk: Dana Otsus Papua Instrumen Percepatan Pembangunan Daerah
Pemkot Palembang Siap Operasikan PSEL, Wamendagri Bima Arya Sebut Langkah Strategis
Perkuat Perlindungan Anak, Kemenag Dorong Bimbingan Pascanikah di KUA
Mendagri Tito Karnavian Tekankan Sinergi BNPP dan BPS untuk Penyaluran RTLH Tepat Sasaran
Bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi Pascabencana Sumatera Terus Disalurkan Secara Luas
Raker Komisi II DPR RI Soroti Optimalisasi Dana Otsus Papua, Aceh, dan Danais DIY

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 09:38 WIB

Eliminasi TBC Ditargetkan Tuntas, Lampung Perkuat Aksi dan Kolaborasi Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 08:24 WIB

Pemkot Bandar Lampung Dinilai Siap Percepat Penanggulangan TBC

Rabu, 15 April 2026 - 08:15 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Soliditas Pemda Jatim, Dorong Pembangunan Merata

Rabu, 15 April 2026 - 08:08 WIB

Wamendagri Ribka Haluk: Dana Otsus Papua Instrumen Percepatan Pembangunan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 08:01 WIB

Pemkot Palembang Siap Operasikan PSEL, Wamendagri Bima Arya Sebut Langkah Strategis

Berita Terbaru