Sukseskan WCCE 2026, Kementerian Ekraf Buka Kolaborasi dengan KBRI Belgia

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia terakreditasi Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, Y.M. Andy Rachmianto, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia terakreditasi Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, Y.M. Andy Rachmianto, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta, 8 Mei 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, bertemu Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia terakreditasi Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, Y.M. Andy Rachmianto. Keduanya membahas peluang kolaborasi strategis untuk resiliensi pertumbuhan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

Menteri Ekraf mengatakan, sesuai Asta Cita Presiden Prabowo bahwa pemerintah siap meningkatkan lapangan kerja berkualitas, salah satunya dengan pengembangan industri kreatif.

“Maka, ekonomi kreatif bukan hanya tentang karya, tetapi juga masa depan generasi muda Indonesia. Intinya, Kementerian Ekraf siap mengakselerasi _local hero go national and national champion go global_ melalui dukungan kolaborasi KBRI di berbagai negara termasuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa,” jelas Teuku Riefky di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Jumat (8/5).

Berdasarkan data Kementerian Ekraf, sektor ekonomi kreatif pada 2025 mencatat realisasi investasi Rp183 triliun atau 134 persen dari target nasional. Tentu hal ini memberi kontribusi signifikan terhadap penciptaan tenaga kerja bagi generasi milenial dan Gen Z.

Menteri Ekraf juga menyampaikan bahwa Indonesia akan memanfaatkan penyelenggaraan World Conference Creative Economy (WCCE) 2026 untuk memperkuat posisi sebagai pusat diplomasi ekonomi kreatif global. Forum tersebut akan mempertemukan pegiat industri kreatif, akademisi, dan organisasi internasional dari sekitar 80 negara untuk membahas masa depan ekonomi kreatif dunia, termasuk disrupsi kecerdasan buatan, perlindungan kekayaan intelektual, hingga ekonomi kreatif berkelanjutan.

“Rencananya, kami akan mengadakan rangkaian Oktober Kreasi yang mana ada perayaan Hari Ekraf Nasional sekaligus World Conference Creative Economy (WCCE) 2026. Tentunya dari pihak Dubes RI bisa memberikan rekomendasi siapa saja tokoh-tokoh ekraf dunia yang menginspirasi dan bisa diundang ke acara ini. Pentingnya momentum ini sebagai wujud diplomasi Indonesia untuk menyatukan gerakan kolektif ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tegas Menteri Ekraf.

Audiensi ini juga membahas peluang pengembangan subsektor ekonomi kreatif Indonesia di pasar Eropa, mulai dari kuliner, film, animasi, gim, fesyen, komik, kriya, hingga promosi WCCE 2026. Setelah sebelumnya, Menteri Ekraf juga pernah mengundang Organisation of African, Caribbean, and Pacific States (OACPS) pada Oktober 2025 untuk penguatan kolaborasi bagi negara-negara maju dalam bidang ekonomi kreatif.

“Mengingat Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa sudah memiliki industri kreatif yang relatif maju, maka saya menyampaikan beberapa potensi kerjasama untuk subsektor kuliner seperti kopi, animasi, film, dan fesyen. Kebetulan, bulan September yang akan datang, kami juga akan mengadakan Brussels International Film Festival (BRIFF). Kami mengharapkan ada film-film Indonesia yang bisa kita tampilkan di acara tersebut,” ucap Y.M. Andy Rachmianto.

Diskusi juga menyentuh potensi kerja sama bagi Dubes RI untuk menjadi mitra strategis WCCE 2026 sehingga membuka jejaring lebih luas untuk promosi acara sekaligus pasar potensial bagi ekonomi kreatif Indonesia.

“Tentunya, kami juga akan mengajak negara-negara sahabat untuk terus bekerja sama secara berkesinambungan sesuai dengan tema WCCE 2026 Inclusively Creative: Collective Continuity sehingga industri kreatif makin berkembang. Apalagi industri kreatif menjadi salah satu Asta Cita yang dimandatkan Presiden RI sehingga ekonomi kreatif bisa menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia sampai 2045,” tambah Y.M. Andy Rachmianto.

Pada pertemuan tersebut, Menteri Ekraf didampingi Plt. Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Dian Permanasari; Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Aulia Chloridiany; Kasubdit Hubungan Kelembagaan Dini Oktaviyanti serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Gemintang Kejora Mallarangeng. Sementara pendamping Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa yaitu Diplomat Ahli Muda, Hanna Andari.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

 

Berita Terkait

Siswi SD Raih Hadiah Utama Motor Listrik pada Fun Walk Hari Kebebasan Pers Sedunia
Normalisasi Ciliwung Ditargetkan Rampung 2028–2029 akibat Kendala Lahan
SKK Migas Segera Mulai Pengeboran 13 Sumur Baru di Samboja
Tiga Saksi Dihadirkan dalam Sidang Kasus Pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta
AHY Dorong CESGS UNAIR Jadi Pusat Unggulan Pembangunan Berkelanjutan
Abdul Latif Tekankan Pentingnya Rekrutmen Terbuka Parpol Cegah Dinasti Politik
Giant Sea Wall Pantura Jawa Disiapkan Jadi Proyek Strategis Nasional
Mentrans: Tim Ekspedisi Patriot Hadirkan Dampak Nyata di Kawasan Transmigrasi

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:50 WIB

Siswi SD Raih Hadiah Utama Motor Listrik pada Fun Walk Hari Kebebasan Pers Sedunia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:13 WIB

Sukseskan WCCE 2026, Kementerian Ekraf Buka Kolaborasi dengan KBRI Belgia

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:58 WIB

Normalisasi Ciliwung Ditargetkan Rampung 2028–2029 akibat Kendala Lahan

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:48 WIB

SKK Migas Segera Mulai Pengeboran 13 Sumur Baru di Samboja

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:42 WIB

Tiga Saksi Dihadirkan dalam Sidang Kasus Pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta

Berita Terbaru