Sektor Swasta yang Ciptakan Lapangan Kerja Siap-siap Terima Insentif Pajak

Sabtu, 13 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengirim kabar menggembirakan terkait insentif pajak bagi sektor swasta yang menciptakan lapangan pekerjaan.

Pada pekan kedua Juli 2024, Airlangga Hartarto memastikan bahwa pemerintah siap memberikan dukungan signifikan melalui insentif pajak bagi perusahaan swasta yang berkomitmen menciptakan lapangan pekerjaan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

Menurut Airlangga, investasi dari sektor swasta memegang peranan penting dalam mendorong transformasi bakat digital di Indonesia.

“Sebanyak 70 persen ekonomi Indonesia bergantung pada sektor swasta dan konsumsi, sementara 25-30 persen berasal dari pendanaan pemerintah melalui anggaran,” ujarnya kepada awak media di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa investasi sebesar Rp1.900 triliun dibutuhkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan di masa depan. “Kami meminta sektor swasta untuk menciptakan lapangan pekerjaan, dan pemerintah akan mendukung pengembangan SDM,” tegasnya.

Selain itu, sektor swasta juga akan menerima pengurangan pajak sebagai bentuk dukungan tambahan. “Jika mereka mendukung pelatihan SDM senilai US$1 juta (Rp16,3 miliar), pemerintah akan memberikan insentif pajak sebesar US$2 juta (Rp32,7 miliar) dalam bentuk pengurangan pajak untuk keuntungan dan kerugian mereka,” jelas Airlangga.

Ia memastikan bahwa sektor swasta tidak perlu khawatir akan audit, karena Menteri Keuangan Sri Mulyani telah merancang sistem audit yang lebih mudah untuk mengakses insentif tersebut.

Lebih lanjut, pemerintah juga memberikan insentif untuk inovasi, termasuk penelitian dan pengembangan di bidang digital.

“Jika mereka berinovasi dan bekerja sama dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) untuk kliring, mereka bisa mendapatkan pengurangan pajak sebesar 300 persen,” tambahnya.

Airlangga juga mencontohkan upaya pemerintah mengundang universitas asing untuk beroperasi di Indonesia, seperti Monash University di Bumi Serpong Damai, The University of Western Australia, hingga King’s College London.

“Ini adalah akses bagi sektor swasta untuk menembus inovasi, sementara pemerintah menyediakan infrastruktur berupa kebijakan fiskal,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Kasus Refill Gas Portable Masuk Sidang Praperadilan, Permohonan Dibacakan di PN Jakarta Utara
Garuda Finishers Diluncurkan, Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi Komunitas Gerakkan Ekonomi Kreatif
Tak Diborgol dan Tak Mengenakan Rompi Tahanan, Proses Penahanan Mantan Jampidsus Dipertanyakan
Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik
​PFII Solusi Krisis Fiskal Daerah: Dr. Agus Syabarrudin Ajak SMSI dan BPD Kawal Transformasi Pembiayaan Daerah
Memasuki Pekan Ketiga Gerakan Langit Biru, AHY Ajak Kader Demokrat Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan
 Janji Pekerjaan Jadi Jebakan, Tiga Anak Bawah Umur Korban Sindikat TPPO
Dugaan Maladministrasi Penanganan Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG Jadi Sorotan Ombudsman RI

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:29 WIB

Kasus Refill Gas Portable Masuk Sidang Praperadilan, Permohonan Dibacakan di PN Jakarta Utara

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:24 WIB

Garuda Finishers Diluncurkan, Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi Komunitas Gerakkan Ekonomi Kreatif

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:46 WIB

Tak Diborgol dan Tak Mengenakan Rompi Tahanan, Proses Penahanan Mantan Jampidsus Dipertanyakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:51 WIB

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:00 WIB

​PFII Solusi Krisis Fiskal Daerah: Dr. Agus Syabarrudin Ajak SMSI dan BPD Kawal Transformasi Pembiayaan Daerah

Berita Terbaru