RSUD CAM Kota Bekasi Buka Suara Beredarnya Video Pelayanan Pasien IGD Akibat DBD

Minggu, 5 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi melalui RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid menanggapi beredarnya video kondisi pelayanan IGD RSUD CAM yang membludak. Narasinya video ini menggambarkan pelayanan RSUD CAM yang berarti tidak dapat mengantisipasi kondisi tersebut.

Direktur RSUD CAM dr Kusnanto menyampaikan dalam keterangan yang diterima Bagian Humas bahwa Video yang beredar dan narasi yang disertakan dalam video tersebut bukan dari pihak RSUD CAM.

“Kondisi ruang IGD RSUD CAM pada 5 Mei 2024 cukup kondusif,” ucap dr Kusnanto.

Ia menjelaskan pelayanan RSUD terus berjalan dengan baik namun dalam 6 bulan terakhir didapati adanya peningkatan kunjungan pasien pasien serta peningkatan rawat inap.

Hal ini disebabkan meningkatnya penyebaran penyakit infeksi saluran pernafasan serta demam berdarah. Walaupun kunjungan IGD sangat tinggi dan selalu full , namun ia sampaikan pelayanan tetap dapat dilakukan dengan optimal.

“Jumlah kunjungan IGD dalam 6 bulan terakhir meningkat dengan rata – rata 250 – 300 pasien per hari, ini berdampak terhadap meningkatnya BOR rawat inap yang mencapai 90% lebih. Tren penyakit yang dominan adalah infeksi saluran pernapasan terutama pada anak dan Demam Berdarah. Kapasitas IGD sekitar 60 bed / brankar yang terdiri dari bed / brankar anak dan dewasa serta terdapat kriteria Tingkat keparahan penyakit dan kondisi pasien yang datang,” sambungnya.

Secara jelas Direktur RSUD menjelaskan waktu yang dibutuhkan untuk layanan IGD dari mulai pasien datang sampai penegakkan diagnose dan keputusan rawat inap atau rawat jalan berdasarkan SOP adalah 6 jam. Dalam kondisi tertentu terjadi delay layanan sehingga lebih dari 6 jam akibat kondisi ruang rawat inap yang penuh.

Sehingga dalam kondisi tersebut, diupayakan untuk tetap dapat mengakomodir kebutuhan rawat inap dengan diterapkan kebijakan fleksibilitas di ruang rawat inap berdasarkan tren penyakit yang sedang meningkat.

“Jika kapasitas bed ruang rawat inap tetap full maka pasien dimotivasi untuk dirujuk, namun seringkali terkendala akibat pasien / keluarga menolak atau sulit mendapatkan tempat ranap melalui jejaring Rumah Sakit baik yang ada di Kota Bekasi maupun di luar Kota Bekasi,” paparnya. (Dns)

Sumber: RSUD CAM Kota Bekasi/Humas

Berita Terkait

Pengangguran Kota Bekasi Turun Jadi 7,33 Persen, Pemkot Fokus Ciptakan Lapangan Kerja
Plaza Patriot Dipenuhi Pengunjung, Festival Balon Jadi Hiburan Favorit Akhir Pekan
Momentum Safari Jumat, Harris Bobihoe Pererat Silaturahmi dan Syiar Idul Adha di Tengah Masyarakat
Densus 88 Hadir di Sosialisasi PUSPAGA Kota Bekasi, Edukasi Pencegahan Ekstremisme
Baznas Kota Bekasi Didorong Jadi Pilar Pemberdayaan Ekonomi Umat
Kejari Kota Bekasi Perkuat Sinergi dengan NPCI untuk Dukung Inklusivitas dan Hak Penyandang Disabilitas
Pemkot Bekasi Perkuat BLK, Tri Adhianto Soroti Kesiapan Tenaga Kerja Lokal
Kecelakaan Kendaraan Distribusi SPPG di Bekasi Timur Tewaskan Pedagang Gorengan

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:22 WIB

Pengangguran Kota Bekasi Turun Jadi 7,33 Persen, Pemkot Fokus Ciptakan Lapangan Kerja

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:01 WIB

Plaza Patriot Dipenuhi Pengunjung, Festival Balon Jadi Hiburan Favorit Akhir Pekan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:43 WIB

Momentum Safari Jumat, Harris Bobihoe Pererat Silaturahmi dan Syiar Idul Adha di Tengah Masyarakat

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:09 WIB

Densus 88 Hadir di Sosialisasi PUSPAGA Kota Bekasi, Edukasi Pencegahan Ekstremisme

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:03 WIB

Baznas Kota Bekasi Didorong Jadi Pilar Pemberdayaan Ekonomi Umat

Berita Terbaru