PSEL Bantargebang Dibangun, Kota Bekasi Targetkan Olah 1.500 Ton Sampah per Hari

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang, Ciketing Udik. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menargetkan fasilitas tersebut dapat mulai beroperasi dalam waktu 18 bulan ke depan dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari.

Tri Adhianto menyampaikan, kehadiran PSEL menjadi salah satu langkah penting dalam menangani persoalan sampah di Kota Bekasi. Namun, kapasitas tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan sampah yang dihasilkan setiap harinya.

“Tetapi masih ada persoalan sekitar 300 ton sampah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Tri Adhianto.

Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan PSEL. Masyarakat juga harus terlibat melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya, terutama dari rumah masing-masing.

“Seperti yang disampaikan Menteri, ini bukan berarti persoalan sampah selesai. Masih harus dibantu dengan proses pemilahan dari rumah sendiri. Kalau kita mulai memilah dari kediaman masing-masing, tentu akan mengurangi persoalan 300 ton sampah setiap harinya,” jelasnya.

Upaya tersebut, lanjut Tri, harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya di tingkat rumah tangga. Pemilahan sampah juga perlu diterapkan di sekolah, pusat perbelanjaan, perkantoran, kawasan perdagangan, hingga para pedagang.

“Ini harus menjadi gerakan bersama. Mulai dari rumah, sekolah, pedagang, mal, kantor dan seluruh lingkungan masyarakat. Dengan begitu, sampah yang masuk ke tempat pengolahan dapat dikelola dengan lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat turut berharap pembangunan dan pengelolaan sampah di kawasan Bekasi Raya, Bogor Raya, maupun Bandung Raya dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Persoalan sampah dinilai tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga perubahan perilaku agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pengembangan teknologi PSEL skala besar menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam mengatasi tumpukan sampah perkotaan yang telah melampaui kapasitas.

Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan PSEL di 40 kota besar yang mengalami kondisi darurat sampah dapat diselesaikan pada 2027 hingga 2028.

“Yang darurat dan besar-besar, di atas 1.000 ton, kita akan buat PSEL atau Waste-to-Energy,” ujar Zulkifli Hasan

Zulhas juga menargetkan persoalan sampah secara nasional dapat ditangani hingga 70–80 persen pada 2029. Sementara itu, sekitar 20 persen persoalan lainnya berada di tingkat rumah tangga dan membutuhkan edukasi serta perubahan kebiasaan masyarakat.

Karena itu, pemilahan sampah dari sumber menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah. Sampah organik dan anorganik diharapkan dapat dipilah sejak dari dapur rumah, sehingga tidak seluruhnya tercampur dan berakhir menjadi beban di tempat pembuangan.

Pembangunan PSEL Bantargebang diharapkan menjadi langkah besar dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Bekasi. Namun, keberhasilannya tetap membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat melalui kebiasaan sederhana: memilah sampah dari rumah dan tidak membuang sampah sembarangan.

Dalam acara Ground Breaking tersebut, hadir secara langsung Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Kepala Staf Angkatan Darat, Maruli Simajuntak, Gubernur Jawa Barat, KDM, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi turut mendampingi. (gla)

Sumber : diskominfostandi

Berita Terkait

Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi: Bantargebang Akan Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan.
Penataan Wilayah Diperkuat, Pemkot Bekasi Tertibkan Bangunan Liar di Pondok Melati
HUT RI ke-81 Jadi Momentum Kebersamaan, Wawali Harris Bobihoe Hibur Emak-Emak Bojong Menteng
Hadiri Perayaan Paroki Kranggan, Tri Adhianto Ajak Umat Peduli Korban Bencana di Indonesia
Wawali Harris Bobihoe Dorong Perbaikan Sarana Pendidikan di SDN 05 Bojong Menteng
Tertibkan PKL Plaza Patriot Chandrabhaga, Wali Kota Bekasi Dorong Ruang Publik Lebih Nyaman
Wali Kota Bekasi Apresiasi FORMASKOT 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Aktif
Hadiri Peringatan Maulid Nabi, Wawali Harris Bobihoe Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi: Bantargebang Akan Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan.

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Penataan Wilayah Diperkuat, Pemkot Bekasi Tertibkan Bangunan Liar di Pondok Melati

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:15 WIB

HUT RI ke-81 Jadi Momentum Kebersamaan, Wawali Harris Bobihoe Hibur Emak-Emak Bojong Menteng

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Hadiri Perayaan Paroki Kranggan, Tri Adhianto Ajak Umat Peduli Korban Bencana di Indonesia

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Wawali Harris Bobihoe Dorong Perbaikan Sarana Pendidikan di SDN 05 Bojong Menteng

Berita Terbaru