RSCM–RS PON Kolaborasi dengan Pemprov DKI Bangun Sistem Respons Cepat Atasi Stroke

Minggu, 7 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Upaya menjadikan Ibu Kota sebagai kawasan dengan penanganan stroke yang lebih sigap dan terstandar kian menguat. Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof Dr dr Mahar Mardjono (RS PON) menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat tata laksana layanan stroke melalui program Jakarta Siaga Stroke.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menegaskan bahwa waktu penanganan menjadi faktor krusial. Stroke, ujar dia, harus ditangani cepat, kurang dari 4,5 jam, agar risiko kecacatan dan kematian dapat ditekan. Saat ini, angka kecacatan akibat stroke di Jakarta tercatat 21,4 persen, dengan 2,9 persen berujung kematian.

“Penanganan stroke yang cepat dan tepat akan meningkatkan peluang hidup dan kualitas pemulihan pasien,” kata Ani di Jakarta, Jumat. Ia menambahkan, kesiapan sistem kesehatan dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenali gejala awal menjadi fondasi penting untuk menekan risiko lebih jauh.

Ekosistem Jakarta Code Stroke

Kerja sama Dinas Kesehatan DKI juga mencakup program global Cities for Better Health untuk penilaian mutu layanan stroke. Selain itu, Pemprov mengembangkan sistem informasi manajemen puskesmas terintegrasi JakSIMPUS sebagai rujukan penyusunan kebijakan berbasis bukti.

Salah satu terobosan terbaru ialah Jakarta Code Stroke, sebuah ekosistem layanan terpadu dari hulu ke hilir—mencakup pencegahan, respons cepat, perawatan akut, rehabilitasi hingga pemulihan. “Sistem ini memastikan setiap warga memperoleh layanan yang cepat, tepat, dan terstandar,” ujar Ani.

Ekosistem ini diperkuat oleh Pasukan Putih, jejaring puskesmas dan rumah sakit, layanan ambulans gawat darurat, command center, JakAmbulans, serta sistem rujukan terintegrasi JakConnected.

75 Rumah Sakit Siaga Stroke

Sebagai langkah kuratif, Pemprov menyiapkan 75 Hospital Ready Stroke (HRS). Sebanyak 26 rumah sakit di antaranya kini mampu melakukan tindakan trombolisis dan trombektomi 24 jam penuh dalam tujuh hari. Dua prosedur ini menjadi kunci dalam membuka sumbatan pembuluh darah otak saat serangan stroke terjadi.

Ani mencontohkan RSUD Tarakan sebagai salah satu rumah sakit yang telah menerapkan tata kelola stroke terpadu—mulai promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif—didukung tenaga kesehatan dan sumber daya Pasukan Putih.

Dengan penguatan sistem, integrasi rumah sakit, serta peningkatan literasi risiko stroke di masyarakat, Jakarta bergerak menuju kota yang lebih siaga terhadap serangan penyakit pembunuh nomor satu di dunia itu. (ihd)

Berita Terkait

Nikmat Membawa Sengsara: Berjam-jam di Ruang Ber-AC Bikin Badan Pegal? Ini Kata Dokter
Aktivitas Malam Dapat Menjaga Kadar Gula Darah dalam Tubuh Tetap Stabil
Kondisi Andrie Yunus Membaik, RSCM Lanjutkan Cangkok Kulit dan Pemulihan Mata
Tetap Sehat Setelah Lebaran, Saat Nikmat Berubah Jadi Risiko
RSCM – IMERI FKUI Tekankan Akses Terapi dan Skrining Penyakit Langka di Indonesia
Tak Minum Sepanjang Hari, Ginjal Tetap Sehat Saat Puasa
RSCM Kencana Raih Penghargaan di Forum Ophthalmologi Asia-Pasifik
RSCM Tegaskan Prinsip ‘Patient First’: Pelayanan Tetap Dibuka Meski BPJS PBI Nonaktif

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:45 WIB

Nikmat Membawa Sengsara: Berjam-jam di Ruang Ber-AC Bikin Badan Pegal? Ini Kata Dokter

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:21 WIB

Aktivitas Malam Dapat Menjaga Kadar Gula Darah dalam Tubuh Tetap Stabil

Minggu, 5 April 2026 - 18:13 WIB

Kondisi Andrie Yunus Membaik, RSCM Lanjutkan Cangkok Kulit dan Pemulihan Mata

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:46 WIB

Tetap Sehat Setelah Lebaran, Saat Nikmat Berubah Jadi Risiko

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:36 WIB

RSCM – IMERI FKUI Tekankan Akses Terapi dan Skrining Penyakit Langka di Indonesia

Berita Terbaru