Nikmat Membawa Sengsara: Berjam-jam di Ruang Ber-AC Bikin Badan Pegal? Ini Kata Dokter

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Bekerja dalam ruangan ber-AC. (Istimewa)

Ilustrasi - Bekerja dalam ruangan ber-AC. (Istimewa)

JENDELANUSANTARA, COM, Jakarta — Keluhan tubuh terasa pegal, leher kaku, punggung nyeri, atau sendi terasa tidak nyaman setelah berjam-jam berada di ruangan berpendingin udara (AC) kerap dikaitkan dengan suhu dingin. Namun, dokter ortopedi menyebut penyebab utamanya bukan AC, melainkan kebiasaan duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik.

Ketua sekaligus ahli bedah ortopedi di Welcare Hospital, Dr. Bharat S. Mody, menjelaskan penggunaan AC tidak secara langsung menyebabkan radang sendi maupun kerusakan tulang.

“AC tidak secara langsung menyebabkan arthritis atau degenerasi tulang. Namun, kebiasaan sedentari di dalam ruangan yang sering menyertai penggunaan AC berlebihan dapat memperburuk kekakuan dan ketidaknyamanan otot,” ujar Mody, dikutip Hindustan Times, Minggu (14/6).

Menurut Mody, banyak orang kini menghabiskan waktu delapan hingga 10 jam sehari di ruangan ber-AC dengan posisi tubuh yang kurang ideal. Kondisi tersebut dapat memicu ketegangan otot, kekakuan tubuh, hingga memperburuk keluhan pada persendian.

Suhu dingin memang dapat membuat otot mengalami kontraksi sementara, mengurangi kelenturan tubuh, serta memperlambat aliran darah. Dampaknya lebih mudah dirasakan oleh mereka yang sebelumnya sudah memiliki gangguan sendi atau nyeri kronis.

Kelompok yang lebih rentan mengalami keluhan antara lain penderita osteoartritis, spondilosis servikal, frozen shoulder, nyeri punggung bawah, serta orang dengan riwayat cedera.

Lansia juga menjadi kelompok yang lebih sering merasakan nyeri sendi di ruangan dingin. Hal itu berkaitan dengan berkurangnya massa otot, sirkulasi darah yang tidak seoptimal saat usia muda, serta proses degenerasi alami pada persendian.

Meski demikian, Mody menegaskan belum ada bukti ilmiah bahwa AC dapat menyebabkan osteoporosis atau membuat tulang menjadi rapuh secara langsung.

Menurut dia, hal yang perlu lebih diperhatikan justru pola hidup yang sering menyertai aktivitas di dalam ruangan, seperti jarang bergerak, kurang mendapat paparan sinar matahari, dan kurang asupan cairan.

“Kekurangan vitamin D masih banyak ditemukan pada masyarakat perkotaan yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan dan jarang terpapar sinar matahari,” kata Mody.

Vitamin D memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang karena membantu tubuh menyerap kalsium. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan otot melemah, tubuh mudah lelah, muncul nyeri tulang, hingga meningkatkan risiko patah tulang pada kondisi tertentu.

Karena itu, dokter menyarankan masyarakat yang banyak bekerja di ruang ber-AC untuk tetap aktif bergerak. Peregangan ringan secara berkala, menjaga posisi duduk, cukup minum, dan memperoleh paparan sinar matahari dapat membantu mengurangi keluhan pada otot. (ihd)

Berita Terkait

Aktivitas Malam Dapat Menjaga Kadar Gula Darah dalam Tubuh Tetap Stabil
Kondisi Andrie Yunus Membaik, RSCM Lanjutkan Cangkok Kulit dan Pemulihan Mata
Tetap Sehat Setelah Lebaran, Saat Nikmat Berubah Jadi Risiko
RSCM – IMERI FKUI Tekankan Akses Terapi dan Skrining Penyakit Langka di Indonesia
Tak Minum Sepanjang Hari, Ginjal Tetap Sehat Saat Puasa
RSCM Kencana Raih Penghargaan di Forum Ophthalmologi Asia-Pasifik
RSCM Tegaskan Prinsip ‘Patient First’: Pelayanan Tetap Dibuka Meski BPJS PBI Nonaktif
RSCM Tetap Layani BPJS PBI Nonaktif: Keselamatan Pasien di Atas Administrasi

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:45 WIB

Nikmat Membawa Sengsara: Berjam-jam di Ruang Ber-AC Bikin Badan Pegal? Ini Kata Dokter

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:21 WIB

Aktivitas Malam Dapat Menjaga Kadar Gula Darah dalam Tubuh Tetap Stabil

Minggu, 5 April 2026 - 18:13 WIB

Kondisi Andrie Yunus Membaik, RSCM Lanjutkan Cangkok Kulit dan Pemulihan Mata

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:46 WIB

Tetap Sehat Setelah Lebaran, Saat Nikmat Berubah Jadi Risiko

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:36 WIB

RSCM – IMERI FKUI Tekankan Akses Terapi dan Skrining Penyakit Langka di Indonesia

Berita Terbaru