Rektor UIN SMH Banten Sampaikan Khutbah Wukuf di Arafah, Refleksi Kehidupan dan Ketundukan

Sabtu, 7 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Makkah – Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten, Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd., mendapat kehormatan menjadi khatib dalam pelaksanaan wukuf di Arafah pada Sabtu (7/6/2025). Dalam khutbah yang menggetarkan jiwa, Prof. Wawan mengajak jamaah untuk merenungi makna hakiki kehidupan melalui kesederhanaan, ketundukan dan kesadaran spiritual.

“Wukuf bukan sekadar hadir secara fisik, melainkan panggilan ruhani untuk menundukkan diri di hadapan Allah SWT,” ujar Prof. Wawan.

Ia menegaskan bahwa wukuf di Arafah adalah momentum persamaan hakekat manusia. Tanpa melihat status sosial, seluruh jamaah hadir dalam balutan pakaian ihram putih yang seragam, sebagai simbol kerendahan hati.

“Pakaian ihram mencabut keangkuhan dan melepas simbol-simbol kedudukan. Di hadapan Tuhan, yang tersisa hanyalah jiwa yang rapuh dan penuh harap akan kasih-Nya,” ujarnya.

Dalam khutbahnya, Prof. Wawan juga mengajak jamaah untuk memaknai setiap tahapan ibadah haji sebagai sarana refleksi diri. Malam di Muzdalifah disebutnya sebagai momen muhasabah yang dalam, sementara lempar jumrah di Mina diibaratkan sebagai latihan spiritual membuang sifat-sifat tercela dalam diri.

“Batu yang dilempar tidak hanya mengenai sasaran fisik, tapi juga menyasar penyakit hati seperti iri, dengki, sombong dan kufur nikmat. Ini adalah latihan membersihkan jiwa,” tegasnya.

Prof. Wawan mengingatkan bahwa ibadah haji sejatinya merupakan miniatur dari perjalanan menuju hari kebangkitan. Suasana pun menjadi syahdu ketika ia menyampaikan bahwa wukuf di Arafah adalah cerminan wukuf di yaumil mahsyar kelak.

“Hari ini kita berdiri bersama di Arafah, kelak kita akan berdiri pula di Mahsyar. Tidak ada yang tersisa kecuali amal. Maka bersihkan hati, luruskan niat, dan jadikan haji ini titik balik menuju ketakwaan sejati,” tutupnya.

Khutbah menggugah emosi para jamaah. Banyak yang meneteskan air mata, larut dalam doa dan harapan akan ampunan serta penerimaan ibadah.

(Yuyi Rohmatunisa)

Berita Terkait

Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz
Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata
AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington
Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur
Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap
UMY Perkokoh Reputasi Internasional dengan Menjalin Kemitraan Strategis di Laos
Jelang Pemakaman Khamenei, Militer Iran Peringatkan AS dan Israel agar Tak Picu Eskalasi
IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:17 WIB

AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:13 WIB

Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:58 WIB

Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap

Berita Terbaru