PSEL Palembang Jadi Pionir Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik di Indonesia

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr.H. Herman Deru, memastikan kehadiran Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Palembang menjadi solusi konkret dalam penanganan sampah sekaligus penghasil energi terbarukan.

Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, meninjau pembangunan PSEL di PT Indo Green Power, Jumat (1/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan mengapresiasi pembangunan PSEL yang menjadi yang pertama di Kota Palembang dan termasuk pionir di Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa progres pembangunan PSEL telah mencapai 83 persen dan dalam waktu dekat siap dioperasikan.

“Kita melihat PSEL pertama di Kota Palembang ini, pengolahan sampah berbasis insinerator atau alat atau mesin pembakaran sampah yang dirancang khusus untuk mengolah sampah dengan suhu tinggi sehingga tidak menimbulkan bau, racun, dan merusak alam,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pengolahan sampah tersebut akan dikonversi menjadi energi listrik melalui kerja sama dengan PLN.

“Kebijakan ini berkat adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025, yakni kebijakan mengenai penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan sampah menjadi energi terbarukan (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan. Perpres ini menggantikan Perpres Nomor 35 Tahun 2018 untuk mengatasi darurat sampah, menyederhanakan aturan, dan mempercepat konversi sampah menjadi listrik, biogas, atau biofuel,” jelasnya.

Zulkifli Hasan juga menjelaskan bahwa pengelolaan PSEL melibatkan pihak swasta sebagai pengembang, sementara pemerintah daerah menyuplai sampah dengan tarif yang sama sebesar 20 sen, serta pembangunan transmisi listrik dilakukan oleh PLN.

“Kita usahakan dalam enam bulan ini persyaratan selesai. Pada 2027, daerah yang darurat sampah akan kita selesaikan,” ujarnya.

Selain itu, untuk daerah dengan volume sampah di bawah 1.000 ton per hari, akan diterapkan teknologi lain melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta instansi terkait lainnya.

Herman Deru menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan PSEL di Palembang.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sangat mendukung percepatan operasional PSEL ini sebagai solusi konkret penanganan sampah sekaligus penghasil energi baru terbarukan,” ujarnya.(lsi)

Sumber : Adpim Sumsel

Berita Terkait

Sekda Sumsel Edward Candra Dukung Perjalanan SRT 31 Palembang ke Sekolah Rakyat Permanen OKI
Kelestarian Hutan Jadi Fondasi Pembangunan, Herman Deru Tekankan Pentingnya Menjaga Ekosistem Sumsel
Edward Candra Dorong Pelayanan BPKB Lebih Modern dan Profesional melalui Pembangunan Gedung Baru
Gubernur Herman Deru Perkuat Pembinaan Drum Band Sumsel demi Prestasi Global
Dukung IJD 2027, Wagub Cik Ujang Perjuangkan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Sumsel
Sumsel Tiga Besar Nasional Produksi Pangan, Herman Deru Paparkan Kunci Keberhasilannya
Sekda Sumsel Genjot Optimalisasi GSMP Demi Perkuat Ketahanan Pangan
Pendidikan Karakter Anak Jadi Prioritas, Herman Deru Optimistis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Dukung Perjalanan SRT 31 Palembang ke Sekolah Rakyat Permanen OKI

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Kelestarian Hutan Jadi Fondasi Pembangunan, Herman Deru Tekankan Pentingnya Menjaga Ekosistem Sumsel

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Edward Candra Dorong Pelayanan BPKB Lebih Modern dan Profesional melalui Pembangunan Gedung Baru

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Gubernur Herman Deru Perkuat Pembinaan Drum Band Sumsel demi Prestasi Global

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Dukung IJD 2027, Wagub Cik Ujang Perjuangkan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Sumsel

Berita Terbaru