JENDELANUSANTARA.COM, Florida— Aparat keamanan Amerika Serikat menembak mati seorang pria bersenjata yang berupaya memasuki perimeter kediaman Presiden AS Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida, Minggu (22/2) dini hari waktu setempat. Insiden terjadi di gerbang utara kompleks tersebut dan tidak menimbulkan korban dari pihak petugas.
Juru bicara United States Secret Service, Anthony Guglielmi, menyatakan pria berusia sekitar 20-an tahun itu memasuki area terlarang dengan membawa senapan laras panjang dan jeriken berisi bahan bakar. “Seorang pria bersenjata ditembak dan tewas oleh agen Dinas Rahasia AS dan Kantor Sheriff Palm Beach County setelah secara tidak sah memasuki perimeter pengamanan di Mar-a-Lago pagi ini,” ujar Guglielmi melalui platform X.
Menurut keterangan aparat, petugas sempat memerintahkan tersangka untuk menjatuhkan barang bawaannya. Ia meletakkan jeriken tersebut, namun kemudian mengangkat senapan ke posisi menembak. Dalam situasi itu, dua agen Dinas Rahasia dan seorang deputi dari Palm Beach County Sheriff’s Office melepaskan tembakan dan melumpuhkan ancaman. Tersangka dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.
Sheriff Palm Beach County Ric Bradshaw mengatakan tidak ada agen maupun petugas kepolisian yang terluka. Ia menegaskan tindakan diambil setelah tersangka dianggap menimbulkan ancaman langsung terhadap keselamatan aparat dan keamanan kompleks.
Penyelidikan insiden ini dipimpin oleh Federal Bureau of Investigation dengan dukungan otoritas setempat. Pejabat lapangan FBI mengimbau warga di sekitar lokasi untuk memeriksa rekaman kamera pengawas yang mungkin merekam aktivitas sebelum kejadian guna membantu proses investigasi.
Kompleks Mar-a-Lago selama ini menjadi salah satu lokasi dengan pengamanan ketat karena kerap digunakan sebagai kediaman dan tempat kegiatan Presiden AS. Aparat menyatakan perimeter keamanan di area tersebut tetap dalam kondisi terkendali pascainsiden. (Sputnik/RIA/Oana)













