Trump Klaim Bisa Sepakat dengan Iran, AS Geser Aset Militer ke Kawasan

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump (L'Humanite)

Donald Trump (L'Humanite)

JENDELANUSANTARA.COM, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini peluang tercapainya kesepakatan baru dengan Iran kini lebih terbuka dan dapat menghasilkan hasil yang “jauh lebih baik” bagi Washington. Keyakinan itu disampaikan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Rabu (11/2/2026), di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

Menurut Bessent, Trump berpandangan bahwa momentum saat ini memberi ruang negosiasi yang lebih kuat setelah pelaksanaan Operasi Midnight Hammer pada 22 Juni 2025, yang menargetkan fasilitas nuklir Iran. “Presiden berpikiran terbuka dan yakin dapat memperoleh kesepakatan yang lebih baik dari Iran. Namun, tercapai atau tidaknya kesepakatan itu bergantung pada Teheran,” ujar Bessent dalam wawancara dengan Fox News.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump menyampaikan bahwa dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, ia menekankan pentingnya melanjutkan keterlibatan dengan Teheran guna merampungkan perundingan. Ia juga berharap Iran bertindak secara “masuk akal dan bertanggung jawab” dalam merespons tawaran diplomatik tersebut.

Pernyataan itu muncul bersamaan dengan laporan sejumlah media internasional yang, berdasarkan citra satelit, menyebutkan adanya pemindahan pesawat tempur dan sistem pertahanan AS ke sejumlah pangkalan militer di kawasan Timur Tengah. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari penyesuaian postur militer Washington seiring eskalasi ketegangan dengan Iran.

Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa “armada besar” AS tengah bergerak menuju kawasan dekat Iran. Ia menyebut, Washington tetap membuka ruang dialog untuk mencapai kesepakatan yang adil dan setara, termasuk mengenai pelucutan total senjata nuklir Iran.

Namun, Presiden AS itu turut mengingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 dapat diikuti tindakan yang “jauh lebih keras” apabila perundingan gagal. Ia menyerukan agar skenario tersebut tidak sampai terjadi.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi terbaru dari Teheran terkait pernyataan tersebut. Situasi ini menempatkan jalur diplomasi dan opsi militer dalam posisi yang sama-sama terbuka, dengan perkembangan berikutnya sangat bergantung pada respons Iran dalam beberapa waktu ke depan. (ihd)

Berita Terkait

Trump Pertimbangkan AS Ikut Serang Houthi Seusai Bandara Riyadh Diserang
Perdana Menteri Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang atas Tindakan Israel di Gaza
Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”
Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Sambut Myanmar sebagai Peserta ke-13
Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi
Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG
Wali Nanggroe Dirawat di Penang, Mendagri Bawa Salam dan Doa Presiden

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Trump Pertimbangkan AS Ikut Serang Houthi Seusai Bandara Riyadh Diserang

Rabu, 30 September 2026 - 17:17 WIB

Perdana Menteri Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang atas Tindakan Israel di Gaza

Kamis, 24 September 2026 - 21:07 WIB

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”

Selasa, 22 September 2026 - 20:09 WIB

Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Sambut Myanmar sebagai Peserta ke-13

Selasa, 15 September 2026 - 20:44 WIB

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi

Berita Terbaru