Polri Telusuri Ponsel dan Laptop Mahasiswa Unud yang Tewas di Kampus

Sabtu, 25 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi memeriksa ponsel dan laptop untuk mencari kemungkinan penyebab kematian TAS (22), mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (FISIP Unud) yang ditemukan tewas setelah jatuh dari ketinggian di kampus Unud. (Jennus)

Polisi memeriksa ponsel dan laptop untuk mencari kemungkinan penyebab kematian TAS (22), mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (FISIP Unud) yang ditemukan tewas setelah jatuh dari ketinggian di kampus Unud. (Jennus)

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy mengatakan, kedua perangkat digital tersebut tengah diperiksa oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali. “Kami mendalami perangkat korban untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda penyebab korban melakukan bunuh diri. Itu ponsel dan laptop,” ujar Ariasandy di Denpasar, Sabtu (25/10).

Ia menjelaskan, pemeriksaan sempat terhambat karena keluarga menolak membuka akses ke perangkat korban. Ibu TAS bahkan menandatangani surat pernyataan untuk tidak memproses kematian putranya secara hukum dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Setelah dilakukan pendekatan dan penjelasan oleh pihak kepolisian, keluarga akhirnya menyerahkan ponsel dan laptop korban untuk ditelusuri.

“Masih kami selidiki. Setelah hasil analisis selesai, baru bisa dipastikan apakah ada indikasi pidana, kecelakaan, atau murni bunuh diri,” kata Ariasandy.

Selain memeriksa perangkat korban, penyidik juga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada satu pun kamera yang merekam langsung lokasi korban jatuh. “Ada tiga CCTV di lantai empat, tetapi semuanya statis dan tidak mengarah ke titik kejadian,” ujarnya.

TAS diketahui jatuh dari lantai empat Gedung FISIP Universitas Udayana, Kampus Sudirman, Denpasar, pada Rabu (15/10) pagi. Mahasiswa berusia 22 tahun itu sempat dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar dalam kondisi luka berat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Polisi hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan digital forensik untuk menentukan penyebab pasti kematian mahasiswa tersebut. (ihd)

Berita Terkait

Bocah Empat Tahun Tewas Setelah Empat Jam Terjebak di Lubang Proyek Manggarai
Konfrontasi Kasus Kopi DP, Pelapor Soroti Upaya Pengalihan Sengketa ke Ranah Perdata
KPK Mencium Aliran Fee Proyek Kereta Api hingga ke Luar DJKA Kemenhub
KPK Temukan Dugaan Intervensi Audit BPK untuk Ubah Opini Muara Enim
DPR Sebut Serangan terhadap Polisi yang Bertugas di Jambi Ancam Supremasi Hukum
Didakwa Terima Suap Rp4,85 Miliar, Ketua Ombudsman Mengaku Stroke Mata
Diduga Rugikan Jamaah Haji, Dua Perempuan Dilaporkan ke Polda Banten
KPK Angkut Immanuel Ebenezer dan 10 Terpidana Lain Pemerasan Sertifikat K3 ke Lapas Sukamiskin

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:59 WIB

Bocah Empat Tahun Tewas Setelah Empat Jam Terjebak di Lubang Proyek Manggarai

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:05 WIB

Konfrontasi Kasus Kopi DP, Pelapor Soroti Upaya Pengalihan Sengketa ke Ranah Perdata

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:42 WIB

KPK Mencium Aliran Fee Proyek Kereta Api hingga ke Luar DJKA Kemenhub

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:25 WIB

KPK Temukan Dugaan Intervensi Audit BPK untuk Ubah Opini Muara Enim

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:47 WIB

DPR Sebut Serangan terhadap Polisi yang Bertugas di Jambi Ancam Supremasi Hukum

Berita Terbaru