Polri Pastikan Rekrutmen Akpol Tahun 2026 Bersih dari Titipan dan Kuota Khusus

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Pol Anwar (Humas Polri)

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Pol Anwar (Humas Polri)

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Pol Anwar mengatakan rekrutmen Akpol 2026 tetap berpegang pada prinsip BETAH, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Menurut dia, setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seluruh rangkaian seleksi tanpa perlakuan istimewa.

“Tidak ada kuota khusus, jalur prestasi, jalur titipan, perlakuan istimewa, ataupun kuota tambahan. Semua peserta mengikuti proses yang sama dan dinilai berdasarkan kemampuan masing-masing,” ujar Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Penegasan tersebut kembali disampaikan Anwar saat memberikan arahan kepada jajaran SDM dan Humas Polri terkait pelaksanaan seleksi penerimaan terpadu calon Taruna dan Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026.

Saat ini, seleksi telah memasuki tahap pemeriksaan kesehatan kedua (Rikkes II) yang berlangsung pada 5-6 Juni 2026. Dari hasil sidang kelulusan menuju tahap tersebut, sebanyak 513 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan seleksi, terdiri atas 468 peserta pria dan 45 peserta wanita. Jumlah itu setara dengan 1,3 kali kuota seleksi tingkat pusat.

Anwar menegaskan seluruh tahapan seleksi harus berlangsung objektif, jujur, dan adil serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Untuk memastikan hal tersebut, Polri melibatkan mekanisme pengawasan internal maupun eksternal guna menjaga transparansi dan akuntabilitas proses rekrutmen.

Ia juga meminta jajaran SDM dan Humas di seluruh daerah aktif menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat agar tidak muncul persepsi keliru mengenai adanya jalur khusus dalam penerimaan Akpol.

Menurut Anwar, pola rekrutmen yang diterapkan Polri saat ini telah mendapat perhatian dan pengawasan dari berbagai pihak, termasuk Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Ombudsman, lembaga swadaya masyarakat, serta Tim Kelompok Pengawas Rekrutmen Polri.

Karena itu, ia berharap informasi mengenai sistem seleksi yang terbuka dan berbasis kompetensi dapat terus disosialisasikan kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan proses penerimaan Akpol 2026 berjalan sesuai prinsip BETAH.

“Akpol Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur, yaitu jalur reguler nasional. Tidak ada jalur lain maupun kuota khusus, kuota Mabes, atau kuota tambahan lainnya,” kata Anwar. (ihd)

Berita Terkait

Hari Pertama Memimpin, Suyudi Rombak Polri dari Mabes sampai Polda
Kepemimpinan Sigit Berakhir Setelah Menyeberangi Dua Era Presiden
Suyudi Ario Gantikan Sigit Pimpin Polri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri
Kematian Sutrimo Lampaui Bulan Kedua, Polisi Belum Temukan Unsur Pidana
Apartemen di Lapas Cibinong Dibongkar, Lahannya Tetap Aset Pemkab Bogor
Tiga Dakwaan Menjerat Taufik Hidayat dalam Kasus Kekerasan terhadap YTR
Temuan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berubah, Bappisus Perdalam Investigasi
Bebasnya Mary Jane, Pelajaran Panjang Perlindungan Pekerja Migran

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Hari Pertama Memimpin, Suyudi Rombak Polri dari Mabes sampai Polda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Kepemimpinan Sigit Berakhir Setelah Menyeberangi Dua Era Presiden

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Suyudi Ario Gantikan Sigit Pimpin Polri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Rabu, 30 September 2026 - 20:23 WIB

Kematian Sutrimo Lampaui Bulan Kedua, Polisi Belum Temukan Unsur Pidana

Rabu, 30 September 2026 - 16:56 WIB

Apartemen di Lapas Cibinong Dibongkar, Lahannya Tetap Aset Pemkab Bogor

Berita Terbaru