Polresta Yogyakarta Tetapkan Ipda S sebagai Terduga Pelanggar Kasus Alun-Alun Kidul

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA — Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) Polresta Yogyakarta menetapkan satu personel Polsek Kraton berinisial Ipda S sebagai terduga pelanggar dalam penanganan kasus dugaan pelanggaran anggota yang terjadi di kawasan Alun-Alun Kidul, Yogyakarta.

Penetapan tersebut disampaikan Kasi Propam Polresta Yogyakarta, AKP Wahyu T.H., setelah pihaknya melakukan gelar perkara pada Senin (21/9/2026).

AKP Wahyu mengatakan, proses penyelidikan telah dilakukan secara menyeluruh dengan memeriksa sejumlah pihak yang dinilai mengetahui perkara tersebut.

“Tim penyidik Si Propam telah merampungkan rangkaian penyelidikan secara komprehensif, termasuk meminta keterangan dari manajemen pimpinan tempat kejadian perkara (TKP), pihak Polsek Kraton, serta saksi-saksi pendukung,” ujar AKP Wahyu.

Dari hasil gelar perkara yang dilakukan pada Senin sore, Propam kemudian menetapkan Ipda S sebagai terduga pelanggar.

“Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilaksanakan sore tadi, Propam menetapkan satu personel Polsek Kraton berinisial Ipda S sebagai terduga pelanggar,” kata Wahyu.

Dalam perkara tersebut, terdapat dua personel lainnya yang turut menjalani pemeriksaan oleh Si Propam Polresta Yogyakarta.

Namun, berdasarkan hasil penyelidikan, kedua personel tersebut dinyatakan tidak terbukti melakukan pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).

Sementara itu, terhadap Ipda S, Si Propam Polresta Yogyakarta telah mengambil langkah penanganan internal dengan menempatkannya di Penempatan Khusus (Patsus).

Penempatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pemeriksaan pendahuluan sebelum perkara nantinya dilimpahkan untuk menjalani sidang disiplin.

AKP Wahyu menegaskan, proses yang dilakukan Si Propam merupakan bagian dari mekanisme penegakan aturan internal kepolisian.

Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menjadi upaya Polresta Yogyakarta untuk memastikan penanganan dugaan pelanggaran anggota dilakukan secara akuntabel dan transparan.

“Langkah ini bagian dari komitmen penuh Polresta Yogyakarta untuk memastikan proses penegakan hukum internal berjalan akuntabel, transparan, serta memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat,” tegas AKP Wahyu.

Dengan penetapan tersebut, proses penanganan perkara terhadap Ipda S akan berlanjut sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Polresta Yogyakarta memastikan pemeriksaan internal terhadap personel yang diduga melakukan pelanggaran dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan mekanisme hukum disiplin yang berlaku. (Aga)

Berita Terkait

Dinas Kebudayaan DIY Gelar Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV 2026, Jadi Ruang Srawung Kebudayaan Nusantara
Kapal Penjaga Pantai Bertenaga Listrik, Inovasi Tim ERC UMY Raih Juara II KKI 2026
Mengenal Yunan Helmi, Produser dan Komposer Nasional di Balik Ratusan Karya Musik Indonesia
Oper Kredit Rumah Marak di Medsos, Perubahan Finansial hingga Pekerjaan Jadi Pemicu
Awarding Kotabaru Heritage Film Festival 2026, Tiga Kategori Film Warisan Budaya Umumkan Para Pemenang
Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Sukses Gelar Kotabaru Heritage Film Festival 2026, Gaungkan Film Heritage dari Seluruh Indonesia
Lewat Design Thinking, KKN LeX UMY Dorong Inovasi Produk Lokal Hargorejo
Tak Hanya Infrastruktur, UMY Perkuat Fondasi Nonfisik untuk Ekosistem Berkelanjutan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:18 WIB

Polresta Yogyakarta Tetapkan Ipda S sebagai Terduga Pelanggar Kasus Alun-Alun Kidul

Senin, 21 September 2026 - 18:38 WIB

Dinas Kebudayaan DIY Gelar Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV 2026, Jadi Ruang Srawung Kebudayaan Nusantara

Senin, 21 September 2026 - 14:44 WIB

Kapal Penjaga Pantai Bertenaga Listrik, Inovasi Tim ERC UMY Raih Juara II KKI 2026

Senin, 21 September 2026 - 11:52 WIB

Mengenal Yunan Helmi, Produser dan Komposer Nasional di Balik Ratusan Karya Musik Indonesia

Senin, 21 September 2026 - 09:19 WIB

Oper Kredit Rumah Marak di Medsos, Perubahan Finansial hingga Pekerjaan Jadi Pemicu

Berita Terbaru

Dirjen Bimas Kemenag Abu Rokhmad mberi wejangan dalam sesi acara Pembinaan Penghulu dan Penyuluh se-Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (21/9/2026). (Kemenag)

Nasional

Kemenag Minta Penghulu Cek Calon Pengantin, Cegah Nikah Siri

Selasa, 22 Sep 2026 - 22:56 WIB