TP PKK Berperan Strategis dalam Menjaga Kebersihan dan Menangani Persoalan Sampah

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Ahli Menteri Hubungan Antarlembaga dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Hanifah Dwi Nirwana, memaparkan perubahan paradigma pengelolaan sampah menuju target sampah terkelola 100% pada 2029, dalam Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan Tim Pembina Posyandu se-Indonesia Bagian Barat di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Staf Ahli Menteri Hubungan Antarlembaga dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Hanifah Dwi Nirwana, memaparkan perubahan paradigma pengelolaan sampah menuju target sampah terkelola 100% pada 2029, dalam Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan Tim Pembina Posyandu se-Indonesia Bagian Barat di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (21/9/2026).

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dinilai memiliki peran penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk mengurangi dan menangani persoalan sampah. Pasalnya, TP PKK dapat mendorong langkah tersebut dilakukan sejak dari lingkungan rumah tangga.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Hubungan Antarlembaga dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanifah Dwi Nirwana saat menjadi narasumber pada Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), TP PKK, dan Tim Pembina Posyandu se-Indonesia Bagian Barat di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan, jaringan TP PKK hingga tingkat masyarakat menjadi modal penting untuk mengedukasi sekaligus menggerakkan keluarga dalam pengelolaan sampah. “Kenapa harus PKK? Karena PKK itu memiliki peran kunci di dalam transformasi paradigma pengelolaan sampah. PKK itu hadir sebagai organisasi dari pusat sampai ke Dasawismanya,” ujar Hanifah.

Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup ditangani di hilir melalui fasilitas pengelolaan sampah. Perubahan perilaku sejak dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus beban pemerintah daerah (Pemda) dalam pengelolaannya.

Hanifah mendorong keluarga mulai menerapkan kebiasaan sederhana, seperti merencanakan belanja sesuai kebutuhan, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memperpanjang masa guna barang, serta memilah sampah sejak dari rumah.

“Artinya bahwa kita mencoba mulai hari ini kita akan coba terapkan bagaimana kita merencanakan belanja, menghabiskan makanan, hindari [barang] sekali pakai, kemudian sediakan titik pilah di rumah tangga masing-masing, jangan lupa sampahnya dipilah,” pesannya.

Ia menyebut pengelolaan sampah di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Saat ini, pengelolaan sampah yang berjalan dengan baik baru sekitar 25 persen, sementara masih terdapat 343 tempat pemrosesan akhir (TPA) yang menerapkan sistem open dumping.

“Saat ini kami di Kementerian Lingkungan Hidup sedang mendorong untuk pemerintah daerah segera mengakhiri open dumping,” ungkapnya.

Karena itu, Hanifah menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemda dan TP PKK untuk memperkuat edukasi, pendampingan, serta aksi pengelolaan sampah dari tingkat keluarga hingga lingkungan masyarakat.

Kementerian Lingkungan Hidup, lanjutnya, siap mendukung melalui materi dan standar teknis pengurangan serta pemilahan sampah, pelatihan teknis, penguatan bank sampah, hingga fasilitasi jejaring daur ulang. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendorong terbentuknya model desa atau kampung PKK bebas sampah.

Dalam rapat tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara TP PKK dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Hanifah mengatakan, pihaknya telah membuat usulan peta jalan tindak lanjut Nota Kesepahaman tersebut.

“Izin Ibu Ketua kita akan mendiskusikan mana-mana yang akan kita kerja samakan sehingga ini benar-benar riil ada target terukur, ada lokasi yang memang kita tunjuk bersama kita sama-sama melakukan pendampingan sehingga benar-benar kita bisa mewujudkan desa bebas sampah,” pungkasnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Bima Arya Soroti Peran Strategis Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Maju
Wamendagri Wiyagus: Pengendalian TB Tak Hanya Soal Kesehatan, tapi Juga Produktivitas Keluarga
15 RUU Kabupaten/Kota Resmi Disetujui Jadi UU, Mendagri Dorong Penguatan Tata Kelola Daerah
Kemendagri Perkuat Kepemimpinan dan Pelayanan untuk Transformasi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu
Kemendagri Dorong Integrasi Program Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu dalam Perencanaan Pemda
Kemendagri Minta TP PKK, Posyandu, dan Dekranasda Perkuat Strategi Pembiayaan Program
Wiyagus: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Wujudkan Banjar Bebas TB
Program Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu Didorong Selaras dengan Prioritas Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:57 WIB

Bima Arya Soroti Peran Strategis Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Maju

Selasa, 22 September 2026 - 18:09 WIB

TP PKK Berperan Strategis dalam Menjaga Kebersihan dan Menangani Persoalan Sampah

Selasa, 22 September 2026 - 15:37 WIB

Wamendagri Wiyagus: Pengendalian TB Tak Hanya Soal Kesehatan, tapi Juga Produktivitas Keluarga

Selasa, 22 September 2026 - 14:43 WIB

15 RUU Kabupaten/Kota Resmi Disetujui Jadi UU, Mendagri Dorong Penguatan Tata Kelola Daerah

Selasa, 22 September 2026 - 12:59 WIB

Kemendagri Perkuat Kepemimpinan dan Pelayanan untuk Transformasi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu

Berita Terbaru