Polres Badung Bantah Keterkaitan Penembakan WNA Australia dengan Kartel Narkoba

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara (Antara)

Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara (Antara)

JENDELANUSANTARA.COM, Badung – Kepolisian Resor Badung, Bali menepis dugaan keterkaitan antara kasus pembunuhan Warga Negara Asing (WNA) asal Australia di Vila Casa Santisya 1, Desa Munggu, Kabupaten Badung, dengan jaringan kartel narkoba internasional. Dugaan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Marthinus Hukom.

“Kami tidak bisa memastikan seperti pernyataan Kepala BNN karena arah penyidikan kami berbeda. BNN menangani soal narkotika, sedangkan kami fokus pada tindak pidana umum,” kata Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara, di Badung, Senin (21/7/2025).

Pernyataan itu disampaikan menyusul pernyataan Marthinus dalam agenda peresmian Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di Kelan, Badung. Ia menyebut Bali telah dijadikan killing ground oleh kartel narkoba dan meminta aparat tidak hanya memandang peristiwa penembakan ini sebagai kasus pidana biasa.

Menurut Marthinus, ada dugaan kuat keterlibatan jaringan narkoba dalam insiden berdarah yang menewaskan Zivan Radmanovic dan melukai Sanar Ghanim, sesama WNA Australia, pada Sabtu (14/6) dini hari.

Masih Penyelidikan

Terkait motif dan perencanaan pembunuhan, Kapolres Arif menegaskan penyidik belum sampai pada tahap kesimpulan apakah ketiga tersangka merupakan pembunuh bayaran. “Kita masih menelusuri lini masa kedatangan para pelaku dan aktivitas mereka di Bali,” ujarnya.

Polisi telah menangkap tiga tersangka, yakni Tupou Pasa Midolmore (27), Coskunmevlut (23), dan Darcy Francesco Jenson (37), yang seluruhnya berasal dari luar negeri. Ketiganya kini dijerat dengan pasal pembunuhan serta penggelapan mobil.

Dalam insiden di Vila Casa Santisya, Radmanovic ditemukan tewas dengan luka tembak di dalam kamar mandi, sementara Ghanim terluka akibat tembakan di kamar tidur. Kejadian itu turut disaksikan oleh istri masing-masing korban.

Hingga kini, aparat masih mendalami motif para pelaku serta kaitan antara korban dan tersangka. Kepolisian membuka kemungkinan adanya motif lain di luar dugaan keterlibatan narkotika, sambil terus berkoordinasi dengan aparat terkait di tingkat nasional dan internasional. (ihd)

Berita Terkait

Jasa Nikah Siri Tawarkan Jalan Pintas, Kemenag Ingatkan Dampak Jangka Panjang
Nanda Indira Terseret TPPU Dendi Ramadhona, Kejati Lampung: Belum Ada Penetapan
Korupsi Bea Cukai Kediri Bebani Pikiran Purbaya, Pembenahan DJBC Jadi Pekerjaan Rumah
Perlawanan Yaqut Ditolak, Sidang Dugaan Korupsi Kuota Haji Berlanjut
Pemerintah Targetkan Balik Nama Sertifikat Maksimal Dua Pekan Selesai
Polresta Tangerang Perketat Jalur Tol dan Stasiun Cegah Mobilisasi Massa ke Jakarta
Praperadilan Kedua Dokter Tifa Dipersoalkan, Kubu Jokowi Soroti Konsistensi Sikap
72 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Polri Telusuri Keterlibatan Korporasi

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:42 WIB

Jasa Nikah Siri Tawarkan Jalan Pintas, Kemenag Ingatkan Dampak Jangka Panjang

Selasa, 1 September 2026 - 05:11 WIB

Nanda Indira Terseret TPPU Dendi Ramadhona, Kejati Lampung: Belum Ada Penetapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Korupsi Bea Cukai Kediri Bebani Pikiran Purbaya, Pembenahan DJBC Jadi Pekerjaan Rumah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Perlawanan Yaqut Ditolak, Sidang Dugaan Korupsi Kuota Haji Berlanjut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Pemerintah Targetkan Balik Nama Sertifikat Maksimal Dua Pekan Selesai

Berita Terbaru