PO–MLB NU Desak KPK Segera Tahan Para Tersangka dalam Perkara Kuota Haji

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (tengah) menghindari pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/12/2025) malam. (Arsip Antara)

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (tengah) menghindari pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/12/2025) malam. (Arsip Antara)

Juru Bicara Presidium PO–MLB NU Ahmad Samsul Rijal menyatakan, langkah penahanan penting agar proses hukum berjalan terang dan terukur. Menurut dia, penetapan tersangka tanpa diikuti penahanan justru berpotensi memunculkan polemik berkepanjangan di internal Nahdlatul Ulama, bahkan memicu fragmentasi sosial dan kultural di tubuh jam’iyyah.

Ahmad mendukung KPK untuk membawa perkara dugaan korupsi kuota tambahan haji itu ke meja hijau. Ia menilai, hanya melalui proses peradilan terbuka keabsahan perkara dapat diuji secara adil. “Semuanya akan terbuka dalam proses peradilan tipikor pada kasus dugaan korupsi kuota tambahan haji 2023–2024,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, ketegasan KPK juga diperlukan untuk menghindari prasangka negatif terhadap lembaga antirasuah tersebut. Penahanan para tersangka, kata Ahmad, bukan semata soal sanksi hukum, melainkan upaya menjaga kehormatan organisasi dan kepercayaan publik bahwa penegakan hukum berjalan tanpa tebang pilih—baik terhadap aparatur sipil negara, pihak swasta, maupun tokoh organisasi.

Presidium PO–MLB NU juga mengingatkan pentingnya menjaga asas praduga tidak bersalah serta hak-hak hukum para tersangka. Namun, demi menjaga marwah jam’iyyah, PBNU dinilai perlu mempertimbangkan penonaktifan sementara pengurus yang telah ditetapkan sebagai tersangka hingga proses hukum berkekuatan tetap.

Di luar perkara hukum, Presidium PO–MLB NU mendesak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama segera menyelenggarakan Muktamar NU dalam waktu tiga bulan ke depan. Desakan itu dimaksudkan untuk merespons kemelut kepemimpinan yang dinilai berlarut-larut. Ahmad menyebut, tahapan konperensi besar PBNU dan musyawarah nasional alim ulama perlu digelar sebelum Ramadhan.

“Menyegerakan muktamar adalah cermin konsistensi pimpinan PBNU pada mekanisme jam’iyyah dan tanggung jawab moral terhadap upaya ishlah yang telah diperjuangkan para sesepuh, masyayikh NU, dan kiai pesantren,” kata Ahmad.

Menurut dia, inkonsistensi terhadap kesepakatan kebaikan dan kebijaksanaan kolektif bukan hanya melemahkan tata kelola organisasi, tetapi juga berpotensi merusak marwah ulama dan nilai etik yang selama ini menjadi penopang utama Nahdlatul Ulama. (ihd)

Berita Terkait

KPK Ingatkan Raja Juli Agar Laporkan Gratifikasi Sesuai Amanat Undang-undang
Menko Polkam Kecam Pembunuhan Pilot AS di Papua, TNI-Polri Percepat Kejar Pelaku
Kerugian Akibat Penipuan Digital Tembus Rp7,5 Triliun, Komdigi Desak Operator Perkuat Fitur Anti-Scam
Rekonstruksi Penyekapan di Bandung Peragakan 21 Adegan, Tersangka Akui Seluruh Perbuatannya
KPK Telusuri Dugaan Aset Gratifikasi Ma’ruf Cahyono, Istri dan Anak Diperiksa
Kasus Penyerangan Markas Cabang LMP Kabupaten Karo Mandek, Ratusan Massa Geruduk Polres
Jaksa Ajukan Banding atas Vonis 10 Tahun Nadiem, Terdakwa Tempuh Upaya Hukum Juga
Dinyatakan Terbukti Rugikan Negara Rp1,56 Triliun, Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:09 WIB

KPK Ingatkan Raja Juli Agar Laporkan Gratifikasi Sesuai Amanat Undang-undang

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:21 WIB

Menko Polkam Kecam Pembunuhan Pilot AS di Papua, TNI-Polri Percepat Kejar Pelaku

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:56 WIB

Kerugian Akibat Penipuan Digital Tembus Rp7,5 Triliun, Komdigi Desak Operator Perkuat Fitur Anti-Scam

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:18 WIB

Rekonstruksi Penyekapan di Bandung Peragakan 21 Adegan, Tersangka Akui Seluruh Perbuatannya

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:18 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aset Gratifikasi Ma’ruf Cahyono, Istri dan Anak Diperiksa

Berita Terbaru