PHM Gerak Cepat Selamatkan Tujuh Nelayan dari Kapal Rusak di Laut

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Tenggarong – Tim keamanan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali menunjukkan kepedulian dan kesiapsiagaan tinggi dengan berhasil menyelamatkan tujuh nelayan yang terdampar selama dua hari di perairan Selat Makassar.

Kejadian bermula saat kapal nelayan mengalami kerusakan mesin parah di area laut GTS-Q, sekitar dua mil atau 3,2 kilometer dari pesisir Kampung Muara Keili, Desa Tani Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Samarinda menuju Sepatin ketika mesinnya tiba-tiba mati.

Selama dua hari terombang-ambing di tengah laut, para nelayan berupaya keras mencari sinyal telepon genggam untuk meminta pertolongan. Namun, segala usaha tersebut sia-sia. Baru pada Minggu lalu sekitar pukul 19.00 WITA, informasi keberadaan mereka sampai ke tim patroli keamanan PHM.

Meskipun lokasi kejadian berada di luar jalur patroli rutin perusahaan, tim PHM langsung bergerak cepat. Melalui koordinasi intensif dengan Unit Maritim dan Marine, izin penyisiran pun segera dikeluarkan dengan alasan misi kemanusiaan.

Menggunakan Kapal Patroli Ruhen 27, personel keamanan PHM menyisir wilayah seluas dua kilometer persegi. Hanya dalam waktu satu jam, kapal nelayan yang terombang-ambing berhasil ditemukan. Seluruh tujuh nelayan kemudian dievakuasi dengan selamat dan dibawa menuju Kampung Muara Ilo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam, Setyo Sapto Edi, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan operasi tersebut. “Alhamdulillah, ketujuh nelayan tersebut ditemukan dalam keadaan selamat meskipun mereka terombang-ambing di laut dengan bekal makanan dan minuman yang terbatas,” ungkap Setyo. Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyelamatan ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kepedulian sosial.

“Bagi kami, keselamatan adalah nilai mutlak yang tidak mengenal batas wilayah operasional. Apa yang dilakukan oleh tim di lapangan adalah cerminan dari komitmen yang tinggi terhadap keselamatan operasi, masyarakat, dan lingkungan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Zona 8, PHM terus mengelola operasi hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) SKK Migas, PHM bersama afiliasi PHI lainnya senantiasa berinovasi untuk menghasilkan energi yang selamat, efisien, dan ramah lingkungan guna mendukung ketahanan energi nasional. (*)

Berita Terkait

Sumur Tua Bangkit Lagi! PHKT Dongkrak Produksi Sepinggan V-7 hingga 710 BOPD
Program PPM PHI Zona 9 Jangkau 750 Warga, Fokus pada Ekonomi, Pendidikan hingga Kesehatan
PHKT Perkuat Edukasi Industri Migas, 100 Siswa SMK Penajam Kenali Dunia Energi
PHKT Fasilitasi Upacara ANZAC Day 2026, Kenang Jasa Prajurit di Balikpapan
Pemerintah Perkuat Konsep Smart City Berkelanjutan dalam Pembangunan Ibu Kota Nusantara
Dari Balik Dondang! Strategi PHSS yang Diam-Diam Dongkrak Ketahanan Energi Indonesia!
SPBUN di Bawah Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kepengurusan Wilayah Kaltim
Teknologi Through-Tubing ESP: Inovasi PHSS untuk Mendukung Produksi Minyak Berkelanjutan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:49 WIB

Sumur Tua Bangkit Lagi! PHKT Dongkrak Produksi Sepinggan V-7 hingga 710 BOPD

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:59 WIB

Program PPM PHI Zona 9 Jangkau 750 Warga, Fokus pada Ekonomi, Pendidikan hingga Kesehatan

Senin, 27 Juli 2026 - 15:53 WIB

PHKT Perkuat Edukasi Industri Migas, 100 Siswa SMK Penajam Kenali Dunia Energi

Kamis, 30 April 2026 - 17:00 WIB

PHKT Fasilitasi Upacara ANZAC Day 2026, Kenang Jasa Prajurit di Balikpapan

Kamis, 16 April 2026 - 13:34 WIB

PHM Gerak Cepat Selamatkan Tujuh Nelayan dari Kapal Rusak di Laut

Berita Terbaru