Perseteruan Memuncak, Musk Siap Tinggalkan Republik, Bikin Partai Baru

Senin, 9 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Istanbul — Miliarder teknologi Elon Musk kembali mengguncang lanskap politik Amerika Serikat. Kali ini, melalui unggahan di platform media sosial miliknya, X, Musk mengusulkan pembentukan partai politik baru yang, menurutnya, mewakili “80 persen masyarakat yang berada di tengah”.

Gagasan itu disampaikan lewat jajak pendapat kepada 220 juta pengikutnya di X pekan ini. Sebanyak 80 persen responden menyatakan dukungan terhadap ide pembentukan partai baru. “Ini adalah takdir,” tulis Musk dalam unggahan pada Jumat (6/6/2025) malam.

Dalam unggahan lanjutan, CEO Tesla dan SpaceX itu menyebut nama “America Party” sebagai opsi partai politik yang diajukan oleh para pendukungnya. Nama tersebut menyerupai America PAC, komite aksi politik yang didirikannya pada 2024. Komite itu sempat menghabiskan dana sekitar 239 juta dollar AS (setara Rp 4 triliun) untuk mendukung Donald Trump dan Partai Republik dalam pemilu tahun lalu.

Namun, hubungan Musk dan Trump kini memburuk. Kritik Musk terhadap mantan presiden itu semakin terbuka, termasuk soal arah kebijakan dan kepemimpinan partai. Di tengah perseteruan yang makin dalam, wacana pembentukan partai baru menjadi sinyal kemungkinan pergeseran sikap politik Musk.

Di sisi lain, pembentukan partai politik baru di Amerika bukan perkara mudah. Sistem pemilu AS yang berbasis dua partai besar menyulitkan pendatang baru. Setiap partai harus memenuhi persyaratan administratif yang berbeda-beda di tiap negara bagian agar dapat mencalonkan kandidat dalam pemilu.

Musk sempat menanggapi saran dari seorang warganet untuk mereformasi partai besar “dari dalam ke luar” ketimbang membentuk partai baru. Ia hanya menjawab pendek: “Hmm.”

Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai sejauh mana keseriusan Musk untuk melepaskan dukungannya terhadap Partai Republik ataupun sejauh mana ia akan melangkah dengan gagasan partai baru tersebut. Namun, langkah ini menambah daftar panjang intervensi tokoh teknologi itu dalam politik AS yang semakin polarisasi. (ihd)

Berita Terkait

Trump Klaim Pembunuhan di Iran Berhenti, AS Pilih Pantau Situasi
Ancaman Serangan AS Dibalas Peringatan Keras Iran di Tengah Gejolak Domestik
Donald Trump Akan Putuskan Intervensi terhadap Iran
Janji Trump, AS Bisa Raup Triliunan Dolar dari Minyak Venezuela
China Dukung PBB Sidang Darurat Soal Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS
Presiden Venezuela Bantah Dakwaan di Pengadilan AS, Ketegangan Meningkat
Indonesia Ingatkan Risiko Preseden Berbahaya Serangan AS ke Venezuela
Serangan ke Venezuela Ilegal, Tapi Itulah Cara AS Bela Kepentingannya

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:06 WIB

Trump Klaim Pembunuhan di Iran Berhenti, AS Pilih Pantau Situasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:16 WIB

Ancaman Serangan AS Dibalas Peringatan Keras Iran di Tengah Gejolak Domestik

Senin, 12 Januari 2026 - 15:23 WIB

Donald Trump Akan Putuskan Intervensi terhadap Iran

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:54 WIB

Janji Trump, AS Bisa Raup Triliunan Dolar dari Minyak Venezuela

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:19 WIB

China Dukung PBB Sidang Darurat Soal Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS

Berita Terbaru