Peras Para Biksu Lewat Video Seks, ‘Miss Golf’ Coreng Kesucian Wihara

Sabtu, 19 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Para biksu Thailand (Antara)

Ilustrasi - Para biksu Thailand (Antara)

JENDELANUSANTARA.COM, Bangkok — Selembar jubah safron yang mestinya lekat dengan ketenangan dan ketulusan, mendadak ternoda oleh skandal yang mengguncang moral umat Buddha di Thailand. Seorang perempuan berjuluk “Miss Golf” kini menjadi sorotan setelah terbukti memeras para biksu dengan video hubungan seksual yang ia rekam sendiri.

Dalam laporan eksklusif BBC pada Jumat (18/7/2025), Miss Golf mengaku telah menjalin relasi intim dengan sedikitnya sembilan biksu. Kepolisian Kerajaan Thailand mendapati fakta mengejutkan: perempuan itu merekam semua pertemuan dalam bentuk video dan foto, kemudian menggunakannya untuk memeras sejumlah biksu selama tiga tahun terakhir. Dari aksinya, ia diduga mengumpulkan dana hingga 385 juta Baht atau setara Rp193,5 miliar.

Skandal ini terungkap setelah seorang kepala biara di pusat kota Bangkok tiba-tiba menghilang dari wihara pada pertengahan Juni lalu. Investigasi yang menyusul dilakukan mengungkap sang biksu diperas karena hubungan dengan Miss Golf yang terjadi pada Mei 2024. Sang perempuan bahkan mengaku hamil dan menuntut “tunjangan anak” sebesar 7 juta Baht.

Saat rumah Miss Golf digeledah, aparat dibuat terperangah. Lebih dari 80.000 dokumen digital berupa video dan foto-foto intim ditemukan tersimpan rapi—menjadi senjata untuk menggugurkan moral para pemuka agama yang dihormati hampir 95 persen populasi Thailand.

Namun, temuan polisi lebih jauh membuktikan bahwa praktik pemerasan ini bukan hanya soal uang dan hubungan asmara. Dana-dana dari para biksu itu dilacak digunakan untuk membiayai perjudian online dan aktivitas konsumtif lainnya. Miss Golf kini ditahan dan dijerat pasal pemerasan, pencucian uang, dan penerimaan barang hasil kejahatan.

Di tengah kekacauan ini, Kepolisian Thailand telah membuka kanal aduan publik untuk melaporkan perilaku tidak pantas para biksu. Pemerintah pun mulai mengkaji ulang sanksi bagi pelanggaran etik di lingkungan kebiksuan—dari pencabutan status hingga pidana penjara.

Wajah agama Buddha di Thailand menghadapi ujian berat. Ketika para pemuka spiritual kehilangan kompas moral, masyarakat pun bertanya-tanya: apakah kesucian masih bisa ditemukan di balik jubah yang mestinya suci? (ihd)

Berita Terkait

Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz
Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata
AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington
Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur
Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap
UMY Perkokoh Reputasi Internasional dengan Menjalin Kemitraan Strategis di Laos
Jelang Pemakaman Khamenei, Militer Iran Peringatkan AS dan Israel agar Tak Picu Eskalasi
IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:17 WIB

AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:13 WIB

Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:58 WIB

Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap

Berita Terbaru