Penantian 25 Tahun Berakhir, Jembatan Piano Mekarsari Mulai Dibangun di Era Andra Soni

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Banten meninjau progres pembangunan Jembatan Piano di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Selasa (21/7/2026)

Gubernur Banten meninjau progres pembangunan Jembatan Piano di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Selasa (21/7/2026)

JENDELANUSANTARA.COM, BANTEN – Masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang bersuka ria setelah 25 tahun menanti akhirnya Jembatan Piano yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat diperbaiki di era kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni. Jembatan itu mempunyai peranan yang sangat vital karena merupakan satu-satunya akses penghubung masyarakat Kabupaten Serang dengan Kabupaten Tangerang.

Antusiasme dan suka ria ratusan masyarakat Mekarsari itu terlihat ketika Gubernur Banten Andra Soni meninjau proses pembangunan jembatan yang baru mencapai 30 persen, Selasa (21/7/2026).

Tokoh masyarakat Desa Mekarsari Gulamudin mengatakan, Jembatan Piano kondisinya sangat memprihatinkan karena sudah 25 tahun sejak pertama kali dibangun tidak kunjung diperbaiki. Padahal setiap era kepemimpinan, jembatan itu selalu dikunjungi dan dijanjikan akan diperbaiki.

“Sampai ada janji dari Pak Gubernur untuk memperbaiki pun masyarakat di sini sudah apatis. Sudah cuek aja karena terlalu sering dijanjikan. Tapi ternyata tidak. Setelah dijanjikan, ditinjau kemudian tidak lama lagi langsung diperbaiki. Ini sungguh luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Andra Soni,” katanya.

Bagi Gulamudin, pembangunan jembatan itu bukan hanya sekedar pembangunan fisik yang menghubungkan aktivitas masyarakat di dua daerah. Akan tetapi lebih dari itu, ada ribuan anak-anak sekolah, ratusan petani, pegawai serta pedagang yang menggunakan jembatan ini sebagai akses utama aktivitas mereka.

“Jembatan yang lama itu sudah banyak memakan korban. Motor juga ada yang jatuh, kalau mobil seringnya nyangkut. Apalagi pas musim hujan,” pungkasnya.

Dengan lebar sekitar 2,5 meter dan bentangan 55 meter, Jembatan Piano itu masih digunakan oleh masyarakat. 25 tahun lalu jembatan itu dibangun atas swadaya masyarakat sekitar sebagai akses alternatif yang dapat memangkas waktu perjalanan baik yang akan ke Serang maupun ke Tangerang.

Saat ini jembatan yang beralaskan balok kayu itu sudah banyak berlubang. Tata letaknya tidak lagi rapi dan simetris seperti pertama kali digunakan. Antara satu balok dengan balok lainnya sudah longgar, sehingga ketika kendaraan melintas terdengar bunyi gesekan antar balok kayu seperti layaknya tuts-tuts piano sehingga warga setempat memberikan penamaan jembatan ‘Piano’.

“Dulunya sebelum ada jembatan ini masyarakat yang melintas menggunakan perahu,” katanya.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pembangunan jembatan ini merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada dirinya, dan saat ini sedang dilakukan pembangunan yang ditargetkan bulan November 2026 nanti sudah selesai dan bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kalau jembatan yang lama itu hanya sekitar 2,5 meter dan dengan kondisi seadanya bisa dilalui oleh satu mobil, di jembatan yang baru ini bisa untuk dua mobil dengan lebar 5 meter dan bentangan sampai 60 meter,” ujarnya.

Andra Soni mengatakan, pembangunan jembatan ini akan meningkatkan aktivitas ekonomi serta membuka aksesibilitas masyarakat baik pendidikan, kesehatan, perekonomian maupun pertanian. “Ini menjadi bagian dari janji kami kepada masyarakat melalui program Jalan Bang Andra,” imbuhnya.

Bagi Gubernur, membangun infrastruktur jalan dan jembatan itu merupakan pembangunan yang terus dilakukannya dalam rangka membangun harapan masyarakat. Harapan untuk masa depan yang lebih baik.

“Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa memberikan harapan untuk anak-anak kita di masa depan,” paparnya. (gla)

Sumber : adpim 

Berita Terkait

Wagub Banten Dimyati Perkenalkan Program Sekolah Gratis kepada Kepala Staf Kepresidenan
Peringati HAN 2026, Pemkab Pandeglang dan Gekrafs Hadirkan Ruang Kreatif bagi Ratusan Anak
Program Sekolah Gratis Jadi Magnet, SMK PGRI Pandeglang Catat Kenaikan Siswa Baru
Banten Perkuat Peluang Investasi Internasional, Vietnam Jajaki Pengembangan Usaha di Tiga Sektor Strategis
Program Sekolah Gratis Banten Tuai Apresiasi, Siswa Peluk Gubernur Andra Soni Penuh Haru
Yel-Yel “Kita Semua Bisa Sekolah” Sambut Kedatangan Gubernur Andra Soni di Serang
Polda Banten Awali Pendidikan Bintara SPKT 2026 dengan Fokus pada Moral dan Literasi
Pererat Kebersamaan, Polda Banten Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:39 WIB

Wagub Banten Dimyati Perkenalkan Program Sekolah Gratis kepada Kepala Staf Kepresidenan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:12 WIB

Penantian 25 Tahun Berakhir, Jembatan Piano Mekarsari Mulai Dibangun di Era Andra Soni

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:50 WIB

Peringati HAN 2026, Pemkab Pandeglang dan Gekrafs Hadirkan Ruang Kreatif bagi Ratusan Anak

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:56 WIB

Program Sekolah Gratis Jadi Magnet, SMK PGRI Pandeglang Catat Kenaikan Siswa Baru

Senin, 20 Juli 2026 - 18:00 WIB

Banten Perkuat Peluang Investasi Internasional, Vietnam Jajaki Pengembangan Usaha di Tiga Sektor Strategis

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:51 WIB