Pemda DIY Kembangkan Wisata Malam untuk Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisata malam di Malioboro. (Joke)

Wisata malam di Malioboro. (Joke)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Pariwisata memperkuat pengembangan wisata malam di lima kabupaten/kota.

Langkah ini diambil untuk mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan atau length of stay di daerah tujuan wisata utama tersebut.

“Wisata malam di DIY ini dikembangkan untuk memastikan length of stay meningkat,” ujar Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, di Yogyakarta, Jumat (7/11/2025).

Imam menjelaskan, keberadaan wisata malam memungkinkan wisatawan tetap beraktivitas setelah matahari terbenam, tidak hanya di siang hari.

Ia berharap, keberagaman atraksi malam mampu membuat wisatawan betah dan memperpanjang masa kunjungan mereka.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, rata-rata lama menginap wisatawan di hotel berbintang pada Juni 2025 mencapai 1,54 malam, naik tipis dari 1,51 malam pada bulan sebelumnya.

Kendati demikian, Imam menegaskan bahwa pengembangan wisata malam harus tetap sejalan dengan nilai-nilai budaya yang menjadi karakter khas Yogyakarta.

“Atraksi malam bukan berarti atraksi negatif. Kita pastikan tidak bertentangan dengan budaya dan nilai-nilai masyarakat lokal,” katanya.

Sejumlah wilayah seperti Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman dinilai telah memiliki kegiatan malam yang cukup berkembang, mulai dari kafe, pertunjukan seni, hingga acara komunitas.

Adapun di Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, potensi wisata malam masih perlu didorong agar penyebaran aktivitas wisata lebih merata.

Kawasan pantai selatan Bantul menjadi salah satu prioritas pengembangan. Dispar DIY bersama Dinas Pariwisata Bantul telah berkoordinasi menyiapkan kegiatan malam yang aman, menarik, dan sesuai aturan.

“Kita berharap atraksi malam di pantai selatan Bantul bisa berkembang, tentu dengan memperhatikan keamanan pengunjung,” ujar Imam.

Meski sejumlah kegiatan telah berjalan, ia menilai promosi dan penyebaran informasi jadwal acara malam perlu diperkuat.

Dengan demikian, wisatawan dapat lebih mudah merencanakan kunjungan atau datang secara spontan ke acara yang digelar malam hari.

Imam juga menegaskan pentingnya peningkatan layanan dan keamanan dalam pengembangan wisata malam.

“Kita ingin wisatawan datang dan kembali lagi karena merasa puas, bukan justru kecewa akibat pelayanan yang buruk,” tuturnya. (ihd)

Berita Terkait

Pemkot Yogyakarta Alokasikan Rp 32 Miliar Tutupi BPJS PBI yang Dinonaktifkan
Perkuat Tata Kelola Pariwisata dan Sosial, DIY Bahas Tiga Raperda Strategis
Hindari ‘Nuthuk’, Wisatawan ke Jogja Diimbau Parkir di Lokasi Resmi
1.413 PPPK di Pemda DIY Dilantik, Sultan Tekankan Kompetensi dan Adab Birokrasi
Konjen RI New York Kerja Sama dengan DIY Dorong Ekonomi Kreatif dan Museum

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 23:41 WIB

Pemkot Yogyakarta Alokasikan Rp 32 Miliar Tutupi BPJS PBI yang Dinonaktifkan

Senin, 29 Desember 2025 - 19:09 WIB

Perkuat Tata Kelola Pariwisata dan Sosial, DIY Bahas Tiga Raperda Strategis

Senin, 22 Desember 2025 - 16:37 WIB

Hindari ‘Nuthuk’, Wisatawan ke Jogja Diimbau Parkir di Lokasi Resmi

Rabu, 26 November 2025 - 19:57 WIB

1.413 PPPK di Pemda DIY Dilantik, Sultan Tekankan Kompetensi dan Adab Birokrasi

Selasa, 18 November 2025 - 09:53 WIB

Konjen RI New York Kerja Sama dengan DIY Dorong Ekonomi Kreatif dan Museum

Berita Terbaru

Ketua Pelaksana Mudik Gratis UMY 2026 yang juga Direktur Direktorat Komunikasi Publik UMY, Ratih Herningtyas. (Humas UMY)

Yogyakarta

Target Terlampaui!” Mudik Gratis UMY Pecahkan Rekor

Jumat, 6 Mar 2026 - 15:43 WIB