PBB Desak Bantuan ke Gaza Dipercepat, Minta AS Tak Sia-siakan Waktu

Sabtu, 17 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM,  Jakarta — Kepala bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Tom Fletcher meminta semua pihak untuk tidak menyia-nyiakan waktu dengan mendiskusikan skema alternatif distribusi bantuan ke Gaza yang diusulkan Amerika Serikat. Menurut Fletcher, PBB telah memiliki sistem bantuan yang siap digunakan, termasuk ribuan truk yang telah menunggu izin masuk ke daerah kantong Palestina tersebut.

“Bagi mereka yang mengusulkan modalitas alternatif untuk distribusi bantuan, jangan buang-buang waktu. Kami sudah punya rencana,” kata Fletcher dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Sabtu (17/5/2025) waktu setempat. Pernyataan itu muncul di tengah blokade Israel terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza yang telah berlangsung selama 75 hari berturut-turut.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui krisis kemanusiaan di Gaza. “Banyak orang kelaparan di Gaza,” ujarnya pada Jumat (16/5). Pemantau kelaparan global memperkirakan sekitar 500.000 warga Gaza—sekitar seperempat dari populasi—menghadapi ancaman kelaparan akut.

Pemerintah AS mendukung pendirian Yayasan Kemanusiaan Gaza (Gaza Humanitarian Foundation) sebagai skema alternatif pengiriman bantuan. Yayasan tersebut bekerja sama dengan perusahaan keamanan dan logistik swasta asal AS, serta berencana mulai beroperasi pada akhir Mei. Bantuan akan ditempatkan di “pusat-pusat aman” sebelum didistribusikan lebih lanjut. Namun, belum jelas bagaimana lembaga ini akan memperoleh pendanaan.

PBB menyatakan tidak akan berkoordinasi dengan yayasan tersebut karena menilai skema yang ditawarkan tidak menjamin prinsip imparsialitas, netralitas, dan independensi. Fletcher menegaskan bahwa sistem distribusi PBB telah terbukti di lapangan dan memiliki kepercayaan dari masyarakat setempat.

“Kami memiliki orang-orangnya. Kami memiliki jaringan distribusi. Kami memiliki kepercayaan dari masyarakat di lapangan. Dan kami memiliki bantuan itu sendiri yang siap untuk dipindahkan. Sekarang,” ujar Fletcher. “Kami menuntut pengiriman bantuan yang cepat, aman, dan tanpa hambatan bagi warga sipil yang membutuhkan.”

Sementara itu, pihak Yayasan Kemanusiaan Gaza juga menyerukan agar Israel segera membuka jalur bantuan yang dikoordinasikan PBB, sembari menunggu kesiapan penuh infrastruktur milik mereka. Seorang sumber yang mengetahui rencana AS menyebutkan, Israel telah memberikan komitmen untuk memperbolehkan pengiriman bantuan dalam waktu dekat. (ihd)

Berita Terkait

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”
Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Sambut Myanmar sebagai Peserta ke-13
Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi
Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG
Wali Nanggroe Dirawat di Penang, Mendagri Bawa Salam dan Doa Presiden
Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz
Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:07 WIB

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”

Selasa, 22 September 2026 - 20:09 WIB

Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Sambut Myanmar sebagai Peserta ke-13

Selasa, 15 September 2026 - 20:44 WIB

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi

Kamis, 10 September 2026 - 18:29 WIB

Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 

Rabu, 2 September 2026 - 15:52 WIB

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG

Berita Terbaru