Pakar UMY: Solusi AI Kesehatan di Indonesia Harus Sampai ke Luar Rumah Sakit Besar

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Rektor UMY bidang Mutu, Reputasi dan Kemitraan saat menyampaikan keynote speech nya dalam the 10th ICoSI UMY 2026

Wakil Rektor UMY bidang Mutu, Reputasi dan Kemitraan saat menyampaikan keynote speech nya dalam the 10th ICoSI UMY 2026

JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta – Teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor kesehatan belum bisa disebut solusi Indonesia, jika hanya berfungsi di rumah sakit besar perkotaan. Pandangan tersebut disampaikan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D., pada Rabu (5/8) di UMY.

Slamet menyebut kondisi geografis Indonesia sebagai ujian sesungguhnya bagi teknologi AI kesehatan. Sistem yang berhasil di rumah sakit besar kota belum tentu bekerja sama baiknya di puskesmas atau pulau terpencil.

“Kalau sebuah sistem hanya bekerja di rumah sakit tersier, itu belum bisa disebut solusi bagi optimalisasi sistem kesehatan diIndonesia,” ujar Slamet saat menjadi keynote speaker dalam International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) 2026.

Ia memaparkan lima aspek yang membedakan kesiapan tiap daerah: kematangan data, konektivitas internet, ketersediaan tenaga kerja terlatih, alur rujukan pasien, dan tata kelola. Kelima faktor ini, menurutnya, kerap luput dari perhitungan saat sebuah sistem AI dianggap siap diterapkan secara nasional.

Kesenjangan akses layanan spesialis antarwilayah pun menjadi isu lain yang disorot Slamet. Ia menilai bahwa layanan radiologi dan diagnostik khusus masih terpusat, sementara informasi medis pasien sering tak ikut berpindah saat dirujuk antarfasilitas kesehatan.

Slamet mencontohkan uji coba qXR dan qTrack, sistem analisis rontgen dada berbasis AI untuk deteksi tuberkulosis dan lebih dari 20 temuan prioritas lain. Uji coba ini berjalan di tiga rumah sakit: RSUP Fatmawati, RSUP Dr. M. Djamil, dan RSPON.

“Uji coba qXR dan qTrack ini masih berstatus pilot riset klinis, bukan program rutin nasional,” ungkap Slamet.

Dirinya menegaskan bukti keberhasilan sebuah teknologi AI di tahap riset tidak bisa disamakan dengan bukti keberhasilannya saat diterapkan secara luas. Slamet menegaskan bahwa Bukti implementasi harus dipisahkan dari bukti riset dan bukti hasil klinis.

Sebuah sistem AI kesehatan bagi Slamet baru layak diperluas skalanya jika memenuhi lima syarat: kesesuaian konteks dengan alur kerja nyata, kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur, konektivitas yang mendukung interoperabilitas, kepatuhan terhadap validasi dan privasi data, serta kolaborasi lintas pihak mulai dari klinisi hingga pemerintah.

Slamet menekankan bahwa perluasan skala AI kesehatan harus didasarkan pada bukti nyata, bukan sekadar potensi teknologi. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pelantikan Pejabat, Perkuat Sinergi Forkopimda dan Pemda DIY
Dubes RI untuk Vatikan: Diplomasi Antarnegara Tak Cukup Selesaikan Konflik Berbasis Agama
UMY Kembangkan Lima Prototipe AI untuk Deteksi Limfoma hingga Tumor Otak
Konferensi Internasional UMY 2026 Himpun 2.765 Makalah dari 82 Negara
KKMP Demangan Kembangkan Usaha Berbasis Kemitraan, Omzet Tembus Rp139 Juta
Insiden Temperan KA Parcel Tengah, KAI Daop 6 Tekankan Disiplin di Perlintasan Sebidang
Museum DIY Bersatu, Syauqi Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya Berkelanjutan
Museum Didorong Jadi Agen Perubahan, Barahmus DIY Fokus pada SDGs dan Iklim

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:55 WIB

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pelantikan Pejabat, Perkuat Sinergi Forkopimda dan Pemda DIY

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Dubes RI untuk Vatikan: Diplomasi Antarnegara Tak Cukup Selesaikan Konflik Berbasis Agama

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:38 WIB

UMY Kembangkan Lima Prototipe AI untuk Deteksi Limfoma hingga Tumor Otak

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Pakar UMY: Solusi AI Kesehatan di Indonesia Harus Sampai ke Luar Rumah Sakit Besar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Konferensi Internasional UMY 2026 Himpun 2.765 Makalah dari 82 Negara

Berita Terbaru