Menitipkan Harapan Hari Esok Lewat Tradisi Kuliner Malam Tahun Baru

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Tradisi makan 12 biji anggur menyambut tahun baru di Spanyol. (Dibuat dengan AI)

Ilustrasi - Tradisi makan 12 biji anggur menyambut tahun baru di Spanyol. (Dibuat dengan AI)

Siaran Almanac pada Rabu (17/12/2025) mencatat, tiap negara memiliki cara tersendiri menyambut tahun baru melalui hidangan khas. Di Spanyol, dentingan jam tengah malam menjadi penanda dimulainya ritual memakan 12 butir anggur. Setiap butir melambangkan satu bulan dalam setahun. Mereka yang mampu menghabiskannya sebelum dentingan terakhir dipercaya akan menuai keberuntungan sepanjang tahun mendatang.

Di Amerika Serikat bagian selatan, perayaan tahun baru identik dengan sajian kacang polong hitam dan daging babi. Kombinasi ini diyakini membawa nasib baik, sekaligus mencerminkan tradisi agraris yang telah mengakar sejak lama di kawasan tersebut.

Skotlandia menghadirkan suasana berbeda lewat festival Hogmanay. Perayaan ini diwarnai upacara api unggun, pawai, serta tradisi mengayunkan bola api raksasa sebagai simbol pemurnian dan awal yang baru. Di meja makan, tersaji haggis, neeps and tatties—perpaduan sosis jeroan domba, lobak, dan kentang—serta black bun, kue buah berlapis pastry, dan shortbread yang manis renyah.

Di Jerman dan komunitas Pennsylvania Dutch di Amerika, sauerkraut menjadi hidangan wajib tahun baru. Kubis fermentasi itu dipercaya melambangkan kemakmuran dan keberuntungan yang terus bertumbuh. Sementara itu, di Asia Selatan, masyarakat India dan Pakistan memilih beras sebagai simbol utama perayaan, merepresentasikan kesejahteraan dan kecukupan hidup.

Tradisi menyambut tahun baru juga tak lepas dari minuman khas. Di sejumlah wilayah Inggris, wassail—minuman hangat menyerupai punch yang berasal dari istilah Gaelik untuk kesehatan—disajikan sebagai doa bagi kebaikan bersama. Skotlandia mengenal versi wassail berupa “pint panas” berbumbu rempah, yang diminum bersama-sama sembari saling mendoakan kemakmuran, bahkan dibagikan kepada tetangga bersama hadiah kecil.

Adapun di Spanyol, perayaan ditutup dengan tegukan cava, anggur putih bersoda yang kerap disajikan kepada tamu sebagai simbol sukacita dan awal yang segar. Dari meja makan hingga gelas bersulang, tradisi-tradisi itu menunjukkan bahwa pergantian tahun selalu dirayakan dengan harapan yang sama: hidup yang lebih baik di hari-hari mendatang. (ihd)

Berita Terkait

Revitalisasi 39 KUA di Jakarta, Kemenag dan Pemprov Percepat Pengalihan Aset
Komisi III DPR Geregetan atas Lambannya Polisi Tangani Pengeroyokan Mahasiswa Undip
IGTKI Lampung Gelar Pengajian Akbar, Perkuat Komitmen Pendidikan Anak Usia Dini
Wamendagri Bima Arya Usulkan “Rumah Inovasi Daerah” untuk Perkuat Daya Saing dan Kolaborasi Multipihak
Polda Maluku Pecat Oknum Brimob Tersangka Penganiayaan Siswa di Tual
Harga Cabai Rawit Naik di 214 Kabupaten/Kota, Tomsi Tohir Tegaskan Penegakan HET
Debut Maarten Paes dengan Ajax Tahan Imbang NEC Nijmegen
Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan dan Al-Qur’an Amanah Presiden di Aceh Tamiang

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:05 WIB

Revitalisasi 39 KUA di Jakarta, Kemenag dan Pemprov Percepat Pengalihan Aset

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:18 WIB

Komisi III DPR Geregetan atas Lambannya Polisi Tangani Pengeroyokan Mahasiswa Undip

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:49 WIB

IGTKI Lampung Gelar Pengajian Akbar, Perkuat Komitmen Pendidikan Anak Usia Dini

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:48 WIB

Wamendagri Bima Arya Usulkan “Rumah Inovasi Daerah” untuk Perkuat Daya Saing dan Kolaborasi Multipihak

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:15 WIB

Polda Maluku Pecat Oknum Brimob Tersangka Penganiayaan Siswa di Tual

Berita Terbaru