Siaran Almanac pada Rabu (17/12/2025) mencatat, tiap negara memiliki cara tersendiri menyambut tahun baru melalui hidangan khas. Di Spanyol, dentingan jam tengah malam menjadi penanda dimulainya ritual memakan 12 butir anggur. Setiap butir melambangkan satu bulan dalam setahun. Mereka yang mampu menghabiskannya sebelum dentingan terakhir dipercaya akan menuai keberuntungan sepanjang tahun mendatang.
Di Amerika Serikat bagian selatan, perayaan tahun baru identik dengan sajian kacang polong hitam dan daging babi. Kombinasi ini diyakini membawa nasib baik, sekaligus mencerminkan tradisi agraris yang telah mengakar sejak lama di kawasan tersebut.
Skotlandia menghadirkan suasana berbeda lewat festival Hogmanay. Perayaan ini diwarnai upacara api unggun, pawai, serta tradisi mengayunkan bola api raksasa sebagai simbol pemurnian dan awal yang baru. Di meja makan, tersaji haggis, neeps and tatties—perpaduan sosis jeroan domba, lobak, dan kentang—serta black bun, kue buah berlapis pastry, dan shortbread yang manis renyah.
Di Jerman dan komunitas Pennsylvania Dutch di Amerika, sauerkraut menjadi hidangan wajib tahun baru. Kubis fermentasi itu dipercaya melambangkan kemakmuran dan keberuntungan yang terus bertumbuh. Sementara itu, di Asia Selatan, masyarakat India dan Pakistan memilih beras sebagai simbol utama perayaan, merepresentasikan kesejahteraan dan kecukupan hidup.
Tradisi menyambut tahun baru juga tak lepas dari minuman khas. Di sejumlah wilayah Inggris, wassail—minuman hangat menyerupai punch yang berasal dari istilah Gaelik untuk kesehatan—disajikan sebagai doa bagi kebaikan bersama. Skotlandia mengenal versi wassail berupa “pint panas” berbumbu rempah, yang diminum bersama-sama sembari saling mendoakan kemakmuran, bahkan dibagikan kepada tetangga bersama hadiah kecil.
Adapun di Spanyol, perayaan ditutup dengan tegukan cava, anggur putih bersoda yang kerap disajikan kepada tamu sebagai simbol sukacita dan awal yang segar. Dari meja makan hingga gelas bersulang, tradisi-tradisi itu menunjukkan bahwa pergantian tahun selalu dirayakan dengan harapan yang sama: hidup yang lebih baik di hari-hari mendatang. (ihd)













