Mengapa Penanggulangan Bencana di Daerah Masih Lemah?

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Utama BNPB, Dr. apt. Rustian, S.Si., M.Kes., memberikan sambutan dalam acara Pertemuan Ilmiah Kebencanaan ke-9 di UMY

Sekretaris Utama BNPB, Dr. apt. Rustian, S.Si., M.Kes., memberikan sambutan dalam acara Pertemuan Ilmiah Kebencanaan ke-9 di UMY

JENDELANUSANTARA.COM, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui masih adanya kesenjangan antara kualitas kebijakan penanggulangan bencana di tingkat nasional dengan implementasinya di daerah. Pengakuan tersebut disampaikan secara terbuka di hadapan akademisi, peneliti, dan praktisi kebencanaan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-9 Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (6/5).

Sekretaris Utama BNPB, Dr. apt. Rustian, S.Si., M.Kes., menegaskan bahwa persoalan tersebut masih menjadi tantangan besar dalam tata kelola kebencanaan nasional.

“Kita masih menghadapi kesenjangan implementasi antara kebijakan yang baik di tingkat nasional dengan praktik di tingkat daerah,” ujar Rustian di hadapan peserta forum.

Sistem Peringatan Dini hingga Kapasitas Daerah Jadi Sorotan

Rustian menyebut setidaknya terdapat tiga persoalan utama yang menjadi akar kesenjangan tersebut. Pertama, sistem peringatan dini yang belum sepenuhnya terintegrasi secara end-to-end. Kedua, integrasi data risiko lintas sektor yang masih belum optimal. Ketiga, kapasitas pemerintah daerah yang dinilai masih lemah dalam melakukan respons darurat secara taktis dan operasional.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada rapuhnya layanan dasar pemerintah daerah ketika bencana terjadi.

Banjir dan longsor besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 disebut sebagai contoh nyata dari persoalan tersebut. Rustian menilai peristiwa itu menjadi pengingat bahwa risiko bencana di Indonesia kini bersifat sistemik dan multidimensi, terutama akibat interaksi berbagai ancaman yang diperparah oleh perubahan iklim.

“Kesiapan koordinasi di tingkat pusat tidak serta-merta meningkatkan kesiapan taktis dan operasional di tingkat daerah,” tegasnya.

Tata Kelola Risiko Harus Diperkuat

Untuk menutup kesenjangan tersebut, BNPB menekankan pentingnya penguatan tata kelola risiko bencana melalui lima elemen utama. Pertama, pendekatan yang inklusif dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan. Kedua, kolaborasi lintas lembaga dan disiplin ilmu. Ketiga, penguatan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan sebagai fondasi pengambilan keputusan.

Selain itu, BNPB juga menyoroti pentingnya tata kelola yang adaptif terhadap perubahan iklim serta berorientasi pada pengurangan risiko sistemik guna mencegah kegagalan layanan dasar saat bencana terjadi.

Percepatan pengembangan sistem peringatan dini multi-bahaya (multi-hazard early warning system) turut menjadi prioritas yang dinilai tidak dapat ditunda lagi.

“Kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana. Tetapi kita dapat mencegah dampak dan eskalasinya menjadi tragedi kemanusiaan yang besar. Ini hanya dapat diwujudkan melalui tata kelola risiko yang kuat, kolaborasi yang solid, dan komitmen bersama yang berbasis ilmu pengetahuan,” pungkas Rustian. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Pemerintah Kota Yogyakarta Dampingi Korban Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Temukan Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Walikota Yogyakarta Ajak Anak Muda Jadi “Pahlawan Ekonomi” di Momentum Hari Kebangkitan Nasional
Sosialisasi Hukum UWM Bahas Perlindungan Anak dan Pencegahan Pernikahan Dini
Refleksi Milad ke-109, ‘Aisyiyah Soroti Perdamaian dan Krisis Kemanusiaan Global
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah: TK ABA Semesta Merupakan Hadiah Istimewa Milad ke-109 ‘Aisyiyah
Kegiatan Donor Darah di Condongcatur Berhasil Kumpulkan 50 Kantong Darah
Gotong Royong Warga Soropadan Dinilai Jadi Kekuatan Hadapi Perubahan Iklim
Unisa Yogyakarta Tegaskan Komitmen Dakwah Kemanusiaan pada Milad ke-109 ‘Aisyiyah

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:35 WIB

Pemerintah Kota Yogyakarta Dampingi Korban Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Temukan Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:25 WIB

Walikota Yogyakarta Ajak Anak Muda Jadi “Pahlawan Ekonomi” di Momentum Hari Kebangkitan Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:25 WIB

Sosialisasi Hukum UWM Bahas Perlindungan Anak dan Pencegahan Pernikahan Dini

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:18 WIB

Refleksi Milad ke-109, ‘Aisyiyah Soroti Perdamaian dan Krisis Kemanusiaan Global

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:14 WIB

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah: TK ABA Semesta Merupakan Hadiah Istimewa Milad ke-109 ‘Aisyiyah

Berita Terbaru