JENDELANUSANTARA.COM, KABUPATEN BANDUNG — Kesehatan perempuan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas, baik dalam menjalankan peran sebagai aparatur sipil negara (ASN), anggota keluarga, maupun bagian dari masyarakat.
Hal tersebut menjadi nilai utama yang diusung dalam Ladies Program KORPRI Kabupaten Bandung bertema “Perempuan Sehat, Kinerja Meningkat: Penguatan Peran Perempuan ASN Kabupaten Bandung” yang digelar di Hotel Grand Sunshine, Soreang, Selasa (22/9/2026).
Ketua Dewan Korpri Kabupaten Bandung, Marlan mengatakan menjaga kesehatan perempuan tidak hanya berarti menjaga diri sendiri, tetapi juga memastikan perempuan dapat menjalankan berbagai perannya secara produktif.
“Dengan menjaga kesehatan perempuan, kita tidak hanya menjaga dirinya sendiri, tetapi juga menjaga produktivitas perannya di keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bandung terus memberikan ruang bagi ASN perempuan untuk berperan dan menempati posisi-posisi strategis dalam pemerintahan. Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi perempuan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Di Kabupaten Bandung sudah diberikan ruang bagi ASN perempuan untuk menempati posisi-posisi strategis dan ini sangat didukung oleh Pak Bupati,” katanya.
Selain penguatan peran perempuan ASN, Marlan menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan perempuan, termasuk upaya pencegahan kanker serviks.
Ia menyebut, perkembangan teknologi kesehatan saat ini memungkinkan pemeriksaan kanker serviks dilakukan dengan metode yang lebih mudah, termasuk melalui pemeriksaan urine yang telah tersedia di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati menekankan bahwa kesehatan perempuan memiliki hubungan erat dengan produktivitas.
“Kesehatan adalah modal utama produktivitas perempuan. Kita sebagai perempuan harus bisa menerima sekaligus mengelola kondisi dan situasi diri kita sendiri,” kata Emma.
Menurutnya, perempuan ASN menjalankan peran yang tidak sederhana. Selain menjalankan tugas kedinasan, perempuan juga memiliki tanggung jawab dalam keluarga. Karena itu, diperlukan kesiapan mental untuk menghadapi berbagai situasi, termasuk ketika tuntutan pekerjaan mengharuskan seorang ibu meninggalkan keluarga untuk sementara waktu.
Emma mengatakan, makna sehat tidak hanya berarti terbebas dari penyakit, tetapi juga mencakup kesehatan fisik, mental, emosional, serta kemampuan menjaga keseimbangan waktu antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.
“Apalagi dengan peran sebagai ASN, kita perlu memperbesar rasa ikhlas. Ada kalanya kita harus rela meninggalkan anak yang mungkin sedang sakit atau meninggalkan keluarga karena ada tugas luar,” ujarnya.
Di tengah tuntutan tersebut, Emma mendorong perempuan ASN untuk tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kapasitas diri.
“Jadilah perempuan ASN yang smart, kompeten, dan adaptif. Perempuan ASN harus terus bertumbuh, jangan berhenti belajar,” katanya.
Emma juga mengingatkan agar perempuan ASN tidak merasa bersalah atas pilihan untuk berkarier dan mengabdi melalui pemerintahan. Menurutnya, kehadiran orang tua bagi anak tidak semata-mata diukur dari lamanya waktu bersama, tetapi juga dari perhatian yang diberikan secara konsisten.
“Jangan pernah merasa bersalah bekerja sebagai ASN. Anak akan merasakan kehadiran orang tuanya melalui perhatian-perhatian kecil yang konsisten,” ujarnya.
Ia menambahkan, keteladanan orang tua menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Karena itu, sesibuk apa pun pekerjaan, perempuan ASN tetap perlu menyediakan ruang untuk hadir dan memberikan perhatian kepada keluarga.
“Anak akan melihat keteladanan daripada hanya mendengarkan nasihat orang tuanya,” kata Emma.
Melalui Ladies Program tersebut, Emma berharap para perempuan ASN Kabupaten Bandung dapat saling menguatkan, menjaga kesehatan, terus mengembangkan kompetensi, serta mampu menjalankan peran secara seimbang di lingkungan kerja maupun keluarga.
“Saya harap ibu-ibu di sini bisa menjadi sosok teladan yang sehat dan bahagia di rumah serta bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Selain materi mengenai aspek kesehatan dan pengelolaan emosional, peserta juga mendapatkan materi sadar digital yang disampaikan Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi. Materi tersebut menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko di ruang digital, termasuk praktik judi online.
Teguh mengatakan, ASN perempuan perlu memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya dan tidak bersikap permisif terhadap praktik judi online. Menurutnya, kepedulian tersebut dapat diwujudkan dengan melaporkan apabila menemukan adanya praktik judi online di lingkungan kerja maupun lingkungan sosialnya.
“ASN perempuan harus peka. Jangan segan untuk melaporkan apabila menemukan adanya praktik judi online di lingkungannya,” tegasnya.
Menurut Teguh, kesadaran digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan mengenali risiko, menjaga diri dan keluarga dari dampak negatif ruang digital, serta turut menciptakan lingkungan digital yang sehat dan aman.(GLA)
Sumber : Diskominfo Bandung














