Era Kendaraan Listrik dan Energi Terbarukan, Kebutuhan Kompetensi Green Jobs Meningkat

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bandung – Seiring berkembangnya kendaraan listrik dan energi terbarukan saat ini, kebutuhan terhadap kompetensi di bidang green jobs pun turut berkembang serta berpotensi membuka peluang kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia. Karena itu, perkembangan teknologi perlu diikuti dengan kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan bahwa kebutuhan tenaga kerja hijau akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan ekonomi dan teknologi yang semakin mengarah pada transisi hijau. Indonesia sendiri menargetkan jumlah tenaga kerja hijau mencapai sekitar 5,01–5,32 juta orang pada 2029.

“Teknologinya berkembang, tenaga kerjanya juga harus kita siapkan. Jangan sampai teknologinya sudah tersedia, tetapi tenaga kerja yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya belum siap,” kata Yassierli saat memberikan arahan pada acara Green Mobility & Vocational Synergy 2026, di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, perkembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan tidak hanya menciptakan kebutuhan terhadap produk dan teknologi baru, tetapi juga membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang spesifik. Kebutuhan tersebut antara lain mencakup teknisi kendaraan listrik, instalasi tenaga surya, pengoperasian stasiun pengisian, pemeliharaan, hingga keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Transisi hijau membutuhkan teknologi, investasi, dan yang paling penting, tenaga kerja yang kompeten,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Yassierli menekankan pentingnya pelatihan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja. Industri perlu dilibatkan dalam penyusunan kurikulum, penyediaan instruktur, praktik kerja, sertifikasi, hingga penempatan lulusan.

“Fokus kita jelas: peserta selesai pelatihan, kompetensinya diakui, kemudian bekerja atau berusaha,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli juga mengingatkan agar pengembangan kompetensi tidak mengabaikan aspek K3. Kompetensi kelistrikan, penanganan baterai, pencegahan kebakaran, serta prosedur keadaan darurat perlu menjadi bagian dari pelatihan teknologi hijau.

“Kita ingin peserta pelatihan memiliki kompetensi yang utuh. Bukan hanya mampu memasang, mengoperasikan, dan memperbaiki sistem, tetapi juga memahami aspek keselamatannya,” ujarnya. (gla)

Sumber : Biro Humas Kemnaker

Berita Terkait

Pemkab Bandung Buka Peluang Pagelaran Pencak Silat Nasional Digelar di Kabupaten Bandung
PORPEMKAB 2026 Jadi Upaya Pemkab Bandung Bangun Budaya Kerja ASN yang Sehat, Aktif, dan Produktif
251 Karhutla dengan 43,13 Hektare Terdampak, KDS Minta Kesiapsiagaan Diperkuat
Ladies Program KORPRI, Berikan ASN Perempuan Kesadaran Digital
Pemkab Bandung Adopsi Sistem Peta Pajak dan Pertanahan untuk Optimalisasi PAD
KDS: 4.718 RTLH di Kabupaten Bandung Ditargetkan Diperbaiki Tahun Ini
KDS Dorong Orado Jawa Barat Tumbuh hingga Tingkat Desa
Mulai Januari 2027, 7.550 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Bandung Jadi Penuh Waktu

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 13:25 WIB

PORPEMKAB 2026 Jadi Upaya Pemkab Bandung Bangun Budaya Kerja ASN yang Sehat, Aktif, dan Produktif

Rabu, 23 September 2026 - 08:48 WIB

251 Karhutla dengan 43,13 Hektare Terdampak, KDS Minta Kesiapsiagaan Diperkuat

Selasa, 22 September 2026 - 15:02 WIB

Ladies Program KORPRI, Berikan ASN Perempuan Kesadaran Digital

Senin, 21 September 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Bandung Adopsi Sistem Peta Pajak dan Pertanahan untuk Optimalisasi PAD

Senin, 21 September 2026 - 11:22 WIB

KDS: 4.718 RTLH di Kabupaten Bandung Ditargetkan Diperbaiki Tahun Ini

Berita Terbaru