Korupsi Subsidi Beras, Kejagung Telusuri Aliran Dana ke Produsen dan Distributor

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna berbicara dengan awak media, di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta. (Jennus)

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna berbicara dengan awak media, di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta. (Jennus)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Kejaksaan Agung melalui Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK) mulai menelusuri dugaan korupsi dalam penyaluran subsidi beras. Sejumlah perusahaan produsen dan distributor beras, serta institusi pemerintah, mulai dimintai keterangan untuk mengklarifikasi data yang telah dikantongi penyelidik.

Pemeriksaan awal dilakukan pada Senin (28/7/2025) terhadap enam perusahaan, yakni PT Wilmar Padi Indonesia, PT Food Station, PT Belitang Panen Raya, PT Unifood Candi Indonesia, PT Subur Jaya Indotama, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group). Namun, hanya dua perusahaan yang memenuhi panggilan, yaitu PT Unifood Candi Indonesia dan PT Subur Jaya Indotama.

“Dua perusahaan yang hadir kami mintai klarifikasi dan kami verifikasi terhadap informasi yang sudah kami dapatkan sebelumnya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, di Jakarta, Senin.

Penyelidikan ini menjadi bagian dari tindak lanjut instruksi Presiden RI Prabowo Subianto kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk menindak praktik pengoplosan beras dan mencegah kebocoran dana subsidi yang berasal dari APBN.

Menurut Anang, fokus penyelidikan berada pada mekanisme subsidi dan aliran dana dari negara yang seharusnya sampai kepada masyarakat penerima. Penelusuran turut mencakup komponen subsidi lain dalam sektor pertanian, seperti pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), dan bibit.

“Nanti kami masuk ke proses bisnisnya. Apakah semua komponen sesuai dengan aturan, termasuk dalam penyaluran subsidi beras,” ujarnya.

Selain perusahaan, penyelidik juga telah meminta klarifikasi dari perwakilan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Perum Bulog. Keterangan dari pihak-pihak ini dinilai penting untuk menggambarkan keseluruhan rantai penyaluran subsidi, mulai dari perencanaan hingga distribusi ke masyarakat.

Langkah Terkoordinasi

Penyelidikan yang dilakukan Satgassus P3TPK juga berjalan seiring dengan penanganan oleh institusi lain. Koordinasi telah dilakukan dengan Kepolisian Negara RI (Polri) yang juga sedang menyidik produsen beras yang diduga melanggar standar mutu.

“Kami akan terus berkoordinasi, termasuk dengan Mabes Polri dan TNI jika diperlukan. Penanganan kasus ini tidak bisa dilakukan secara terpisah,” ujar Anang.

Hingga akhir pekan ini, Kejagung masih terus menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait lainnya. Pemanggilan ulang juga akan dilakukan terhadap perusahaan yang belum hadir, seperti PT Wilmar Padi Indonesia, PT Food Station, dan PT Sentosa Utama Lestari yang meminta penjadwalan ulang. Sementara PT Belitang Panen Raya tidak memenuhi panggilan tanpa konfirmasi.

Dengan penyelidikan ini, Kejagung berharap praktik penyalahgunaan dana subsidi dapat diungkap dan dicegah sejak dini. Pemerintah, melalui Kejagung dan Satgassus P3TPK, berkomitmen memastikan bahwa anggaran negara benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. (ihd)

Berita Terkait

KPK Dalami Dugaan Aliran Dana 1 Juta Dolar AS ke Pansus Hak Angket Haji DPR
KPK Periksa Bendahara PBNU dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
SIM Hanya Diterbitkan oleh Polri, Warga Diminta Waspada Dokumen Palsu
Tuan Guru Batak Prihatin atas Pernyataan Tiyo Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden
Kejagung Tetapkan Komisaris Vendor Motor Listrik Tersangka Kelima Kasus Korupsi MBG
Jejak Orang Kepercayaan Sony Sonjaya Menyeret Skandal Dapur MBG
Lebih dari Delapan Hari Kerja, Pemohon: Pasca OTT KPK Ada Apa di Imigrasi?
Raffi Ahmad Tempuh Jalur Hukum Hadapi Tudingan Dirinya Terlibat Suap Bea Cukai 

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:07 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Dana 1 Juta Dolar AS ke Pansus Hak Angket Haji DPR

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:07 WIB

KPK Periksa Bendahara PBNU dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 15 Juni 2026 - 20:35 WIB

SIM Hanya Diterbitkan oleh Polri, Warga Diminta Waspada Dokumen Palsu

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:40 WIB

Tuan Guru Batak Prihatin atas Pernyataan Tiyo Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:37 WIB

Kejagung Tetapkan Komisaris Vendor Motor Listrik Tersangka Kelima Kasus Korupsi MBG

Berita Terbaru