Kepala BSKDN: Kualitas Inovasi di Kabupaten Bone Bolango Harus Terus Ditingkatkan

Senin, 19 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Bone Bolango, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango Provinsi Gorontalo untuk terus meningkatkan kualitas inovasi di wilayahnya melalui kerja sama antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kerja sama lintas OPD tersebut dinilai dapat meningkatkan jumlah inovasi di berbagai bidang.

“Sejauh data yang kami himpun dalam Indeks Inovasi Daerah (IID) tahun 2023, jika berdasarkan urusan inovasi di Kabupaten Bone Bolango masih didominasi oleh inovasi administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, disusul terkait kesehatan dan keuangan,” ungkap Yusharto saat menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Bone Bolango yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Bone Bolango, Senin (19/2/2024).

Yusharto berharap ke depan inovasi di Kabupaten Bone Bolango semakin beragam meliputi inovasi dalam bidang pendidikan, teknologi, pertanian, perdagangan hingga pariwisata. Tidak hanya beragam, tingkat kematangan inovasi di Kabupaten Bone Bolango juga diharapkan semakin baik.

“Dari 20 indikator yang dinilai, terdapat 11,25 persen di antaranya tidak terisi atau tidak sesuai. Ini teknis sekali tapi masih banyak perangkat daerah yang melakukan kesalahan saat melaporkan inovasi melalui aplikasi IID. Ini harus ditindaklanjuti untuk mengurangi kesalahan saat pelaporan inovasi,” imbuh Yusharto.

Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga menjelaskan kondisi inovasi di Kabupaten Bone Bolango yang mengalami penurunan pada tahun 2023 dari sisi kualitas inovasi. Dia mengatakan, semula pada tahun 2022, Pemkab Bone Bolango berhasil menjadi daerah berpredikat inovatif, tapi pada pelaporan tahun 2023 mengalami penurunan dan berpredikat kurang inovatif.

“Ini perlu segera disikapi agar ke depan tidak lagi ada penurunan serupa. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi yang kuat di lintas OPD. Selanjutnya, keterlibatan perguruan tinggi dan pihak swasta juga sangat berperan untuk meningkatkan inovasi,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Jelang Ramadan, Kemendagri Minta Daerah Perkuat Koordinasi Pengendalian Inflasi
Romo Syafi’i Tekankan Konsolidasi Kebijakan Kemenag, Satu Data Jadi Kunci
Wamendagri Ribka Haluk Dorong IPDN Perkuat Riset Kebijakan Daerah
Genangan Air Rendam Stasiun di Jakarta, Sejumlah Rute Kereta Dialihkan
Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
Dapur Umum IPDN Jadi Penopang Logistik dan Ekonomi Lokal di Aceh Tamiang
Mendagri Dorong Penguatan Indikator Terukur dalam Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
Ditjen Dukcapil Kemendagri Tingkatkan Sinergi Layanan Adminduk Pascabencana Aceh Utara

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 21:09 WIB

Jelang Ramadan, Kemendagri Minta Daerah Perkuat Koordinasi Pengendalian Inflasi

Senin, 19 Januari 2026 - 17:16 WIB

Romo Syafi’i Tekankan Konsolidasi Kebijakan Kemenag, Satu Data Jadi Kunci

Senin, 19 Januari 2026 - 16:20 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong IPDN Perkuat Riset Kebijakan Daerah

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:41 WIB

Genangan Air Rendam Stasiun di Jakarta, Sejumlah Rute Kereta Dialihkan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:52 WIB

Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Berita Terbaru