Keamanan yang Memberi Rasa Aman

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Oleh: Komjen Pol Prof Dr Chryshnanda D.L (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian)

JENDELANUSANTARA.COM, JAKARTA – Aman belum tentu merasa aman, sebaliknya tatkala ada rasa aman maka keamanan dapat dipastikan ada. Aman karena harus membayar dan memenuhi kewajiban-kewajiban yang dipaksakan oleh kelompok-kelompok tertentu rasa aman tidak ada, karena selalu dibayangi rasa was-was/ketakutan/di bawah tekanan/ancaman. Pengamanan yang dipegang/dikuasai oleh preman dan oknum-oknum aparat yang berada di belakang preman sebenarnya mereka tidak mengamankan, melainkan mereka menjadi benalu dengan alasan keamanan/mengamankan. Lagi-lagi wani piro/oleh piro/piro-piro wani (selalu ada pamrih materi).

Apapun alasanya tatkala aman hanya menjadi bungkus pemerasan/penyuapan ini merupakan keamanan semu, karena akan kontra produktif, karena ujung-ujugnya yang harus rela menjadi korban adalah rakyatnya. Keamanan dan rasa aman semestinya menjadi satu kesatuan yang dapat dilihat, diukur, dirasakan adanya peningkatan produktifitas warga masyarakat. Selama masih ada palak memalak, permainan-permainan ilegal, preman dan premanisme rasa aman belum sepenuhnya tercapai. Keamanan dan rasa aman dalam masyarakat yang modern dan demokratis tidak boleh lagi menjadi dasar/alasan siapapun untuk melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum (memeras/menerima suap).***

Berita Terkait

Prof Indira Dorong Sinergi Data PPATK, Imigrasi dan Bea Cukai Cegah Kejahatan Sejak Dini
Pasca Tundra Meliala Mundur, AMKI Pusat Akan Gelar RALB
Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi, Ubhara Jaya dan LLDIKTI Wilayah III Jakarta Semarakkan HUT ke-81 RI
HUT KEMERDEKAAN: REFLEKSI RASA SYUKUR
Langit Biru Indonesia Asri, Demokrat Satukan Puluhan Ribu Masyarakat dalam Gerakan Gotong Royong
Model Asta Siap Diperkenalkan, Jadi Protokol Pemolisian Hadapi Situasi Krisis
Konsep Dasar Dalam Memahami dan Mengimplementasikan UULLAJ
Olahraga Intens, Jangan Asal Minum Obat Masuk Angin Saat Perut Tak Nyaman

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Prof Indira Dorong Sinergi Data PPATK, Imigrasi dan Bea Cukai Cegah Kejahatan Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Pasca Tundra Meliala Mundur, AMKI Pusat Akan Gelar RALB

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi, Ubhara Jaya dan LLDIKTI Wilayah III Jakarta Semarakkan HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:06 WIB

HUT KEMERDEKAAN: REFLEKSI RASA SYUKUR

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Langit Biru Indonesia Asri, Demokrat Satukan Puluhan Ribu Masyarakat dalam Gerakan Gotong Royong

Berita Terbaru