Jual Bayi Demi Uang, Sindikat Kirim 24 Bayi ke Singapura Lewat Pontianak

Rabu, 16 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direskrimum Polda Jabar Kombes Surawan

Direskrimum Polda Jabar Kombes Surawan

JENDELANUSANTARA.COM, Bandung — Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap jaringan perdagangan bayi lintas negara yang melibatkan sedikitnya 24 bayi yang dijual ke Singapura. Dari hasil penyelidikan sementara, motif utama praktik ini diduga karena tekanan ekonomi para orangtua yang kemudian menyerahkan anak mereka kepada sindikat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Surawan menjelaskan, para penyidik tengah mendalami keterlibatan orangtua kandung dan asal-usul bayi-bayi tersebut. “Keterangan dari salah satu korban menyebut karena motif ekonomi. Kami masih menelusuri siapa orangtuanya dan bagaimana bayi-bayi ini bisa sampai ke jaringan itu,” ujar Surawan di Bandung, Rabu (16/7/2025).

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan penculikan anak di Kota Bandung. Dari sana, penyidik menemukan indikasi perdagangan bayi yang kemudian berkembang menjadi pengungkapan jaringan lintas provinsi dan negara.

Sebanyak 12 tersangka telah diamankan, termasuk satu orang berinisial Y yang ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah dicekal sekembalinya dari luar negeri. “Yang bersangkutan WNI. Semua tersangka yang kami tangkap saat ini warga negara Indonesia,” kata Surawan.

Mayoritas bayi yang dijual berusia dua hingga tiga bulan. Mereka dirawat terlebih dahulu di Bandung selama sekitar tiga bulan sebelum dikirimkan ke Pontianak, Kalimantan Barat, yang menjadi titik transit utama pengiriman.

Di Pontianak, para pelaku memalsukan dokumen kependudukan dan keimigrasian, termasuk memasukkan bayi ke dalam kartu keluarga orang lain, lalu membuatkan paspor. “Pontianak menjadi lokasi pembuatan dokumen. Mayoritas tersangka juga berdomisili di sana,” ungkap Surawan.

Penyelidikan kasus ini terus dikembangkan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Interpol, untuk menelusuri alur pengiriman dan membongkar seluruh jaringan. Polisi juga berupaya mengungkap kemungkinan adanya permintaan atau pemesan bayi dari luar negeri. (ihd)

Berita Terkait

72 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Polri Telusuri Keterlibatan Korporasi
Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar Incar Bank Swasta untuk Edarkan Hasil Produksi
KPK Ungkap 73 Kursi Kedokteran Unsoed Diduga Diatur, Uang Masuk Capai Rp650 Juta
OTT Ke-19 KPK, Rektor dan Dua Wakil Rektor Unsoed Ditangkap
Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Investasi
Febrie Bantah Minta Penyidik Kembalikan Emas 74 Kg yang Disita dari Rumahnya
Eks Dirut PGN Divonis Empat Tahun karena Korupsi Jual Beli Gas
Kapolsek Rawalumbu Lumbu Bungkam, Dugaan Penganiayaan di Depan Anak-Istri Korban Disorot

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:11 WIB

72 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Polri Telusuri Keterlibatan Korporasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar Incar Bank Swasta untuk Edarkan Hasil Produksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:20 WIB

KPK Ungkap 73 Kursi Kedokteran Unsoed Diduga Diatur, Uang Masuk Capai Rp650 Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:43 WIB

OTT Ke-19 KPK, Rektor dan Dua Wakil Rektor Unsoed Ditangkap

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:53 WIB

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Investasi

Berita Terbaru