Jembatan Pandansimo: Infrastruktur Strategis Penghubung Bantul dan Kulonprogo

Kamis, 9 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bantul – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau pembangunan Jembatan Pandansimo di Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Kamis (9/10/2025).
‎
‎Jembatan ini menjadi penghubung utama antara Kabupaten Bantul dan Kulonprogo, serta bagian dari proyek strategis nasional Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
‎
‎Dalam kunjungan yang turut dihadiri Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan, dan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, AHY menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan di wilayah pesisir selatan.
‎
‎“Jembatan Pandansimo bukan sekadar penghubung dua kabupaten, tapi jembatan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat pesisir selatan,” ujar AHY di sela-sela peninjauan.
‎
‎Menurut AHY, pembangunan jembatan ini akan memperkuat aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, serta memperlancar arus barang dan jasa antarwilayah.
‎
‎“Dengan infrastruktur yang lebih baik, masyarakat akan punya kesempatan ekonomi baru. Pertanian, perikanan, dan pariwisata akan ikut tumbuh,” tambahnya.
‎
‎Direktur Pembangunan Jembatan, Rakhman Taufik, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program prioritas JJLS DIY sepanjang 110 kilometer.
‎
‎“Pembangunan Jembatan Pandansimo diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pembangunan antara utara dan selatan Pulau Jawa,” katanya.
‎
‎Rakhman menambahkan, keberadaan jembatan ini juga membuka akses ke 2.164 hektare lahan pertanian, mendukung produksi 9.143 kuintal hasil pertanian dan 13 ton hasil perikanan di wilayah Galur dan Srandakan.
‎
‎“Selain mempersingkat waktu tempuh, jembatan ini juga memperbesar nilai ekonomi kawasan,” ujarnya.
‎
‎AHY menutup kunjungannya dengan optimisme bahwa Jembatan Pandansimo akan menjadi simbol sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan Indonesia.
‎
‎“Kita bangun dari pinggiran, dari selatan, agar semua wilayah Indonesia tumbuh bersama,” tegasnya.(waw)

Berita Terkait

Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh
Perayaan Zhong Qiu Jie 2026 di Yogyakarta, Paduan Budaya Tionghoa dan Jawa Penuh Makna
Tiga Mobil Terlibat Kecelakaan di Jalan Wates dan Wirobrajan Yogyakarta, Polsek Wirobrajan Turun Tangan
Beras Ilegal Masuk, Guru Besar UMY Soroti Dampaknya terhadap Harga Gabah Petani
Pakar UMY: Reformasi Batas Defisit APBN Tak Cukup Sekadar Ubah Angka
Road to DESIK 2026 Hadirkan Musik dan Ruang Ekspresi Kesehatan Mental Anak Muda
Bio Farma Ungkap Strategi Rantai Pasok Vaksin saat Darurat Kesehatan
Rupiah Melemah ke Rp17.864 per Dolar AS, Pakar UMY Soroti Kepercayaan Pasar

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 07:34 WIB

Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh

Sabtu, 26 September 2026 - 14:12 WIB

Perayaan Zhong Qiu Jie 2026 di Yogyakarta, Paduan Budaya Tionghoa dan Jawa Penuh Makna

Sabtu, 26 September 2026 - 14:08 WIB

Tiga Mobil Terlibat Kecelakaan di Jalan Wates dan Wirobrajan Yogyakarta, Polsek Wirobrajan Turun Tangan

Jumat, 25 September 2026 - 13:27 WIB

Beras Ilegal Masuk, Guru Besar UMY Soroti Dampaknya terhadap Harga Gabah Petani

Jumat, 25 September 2026 - 13:16 WIB

Pakar UMY: Reformasi Batas Defisit APBN Tak Cukup Sekadar Ubah Angka

Berita Terbaru