Bio Farma Ungkap Strategi Rantai Pasok Vaksin saat Darurat Kesehatan

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aryanto, Supply Chain Spesialist PT Bio Farma (Persero) saat memberikan materi dalam kegiatan Workshop Logistics and Supply Chain Management yang diselenggarakan oleh UMY dan NUS

Aryanto, Supply Chain Spesialist PT Bio Farma (Persero) saat memberikan materi dalam kegiatan Workshop Logistics and Supply Chain Management yang diselenggarakan oleh UMY dan NUS

JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta – Pengelolaan rantai pasok kesehatan menjadi faktor krusial dalam memastikan ketersediaan vaksin dan produk kesehatan saat terjadi kondisi darurat, seperti wabah penyakit maupun bencana. PT Bio Farma membagikan pengalaman dalam mengelola supply chain management (SCM) pada situasi darurat kesehatan melalui studi kasus distribusi vaksin COVID-19 di Indonesia.

Paparan tersebut disampaikan oleh Aryanto dari PT Bio Farma dalam Workshop Logistics and Supply Chain Management During Disease Outbreaks and Disasters yang berlangsung di Convention Hall lantai 4 Gedung Skill Lab Erwin Santosa, RS PKU Muhammadiyah Gamping, Kamis (24/9/2026).

Dalam sesi tersebut, Aryanto menjelaskan bahwa sistem rantai pasok harus mampu menjaga kecepatan distribusi tanpa mengabaikan aspek kualitas dan keamanan produk kesehatan.

Rantai Pasok Kesehatan Harus Tetap Berjalan di Tengah Krisis

Aryanto menjelaskan bahwa supply chain management kesehatan mencakup rangkaian proses panjang, mulai dari perencanaan, produksi, penyimpanan, hingga distribusi produk kepada fasilitas kesehatan. Tujuan utama SCM adalah memastikan produk tersedia pada waktu, lokasi, jumlah, dan kondisi yang tepat.

Supply chain management” itu membahas tentang rangkaian proses, dimulai dari perencanaan, produksi, hingga proses distribusi kepada customer kami. Produknya diharapkan tiba dengan waktu yang sesuai, tempatnya sesuai dengan tujuan pengirimannya, jumlahnya sesuai, serta kondisinya tetap terjaga dengan baik,” jelas Aryanto.

Menurut Aryanto, kondisi darurat menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan situasi normal. Lonjakan permintaan, keterbatasan waktu, gangguan jalur distribusi, serta kebutuhan menjaga kualitas produk menjadi aspek yang harus dikelola secara bersamaan.

Pandemi COVID-19 Jadi Ujian Besar Sistem Distribusi Vaksin

Salah satu studi kasus yang dibahas adalah pengalaman Bio Farma dalam mendukung distribusi vaksin COVID-19 di Indonesia. Dalam kondisi pandemi, kebutuhan vaksin meningkat secara signifikan sehingga perusahaan harus melakukan penyesuaian kapasitas produksi dan distribusi.

Aryanto menjelaskan bahwa peningkatan permintaan menjadi tantangan besar yang membutuhkan fleksibilitas sistem.

“Saat situasi darurat seperti COVID-19, lonjakan kebutuhan naik hingga 300 persen atau mencapai 120 juta dosis. Lonjakan ini sebenarnya menjadi peluang bagi kami. Tantangannya adalah bagaimana beradaptasi dengan kondisi tersebut agar produk tetap siap dan terdistribusi tepat waktu ke tangan konsumen,” jelasnya.

Selain kapasitas produksi, distribusi juga menghadapi tantangan geografis. Ketika jalur transportasi utama mengalami gangguan akibat bencana atau kondisi tertentu, Bio Farma melakukan penyesuaian moda dan rute transportasi agar produk tetap dapat mencapai tujuan.

“Kita pastikan produk itu tetap sampai ke tempat tujuan. Hanya saja, mungkin rutenya kita lakukan adjustment karena ada kondisi tertentu,” ujarnya.

Cold Chain Jadi Kunci Menjaga Mutu Vaksin

Dalam distribusi vaksin, menjaga cold chain menjadi bagian penting karena vaksin merupakan produk yang sensitif terhadap perubahan suhu. Bio Farma memastikan setiap tahapan distribusi memenuhi standar penyimpanan agar kualitas produk tetap terjaga.

Aryanto menjelaskan bahwa pengendalian kualitas dilakukan sejak bahan baku, proses produksi, hingga produk diterima oleh fasilitas kesehatan.

“Mulai dari bahan baku, setiap tahapan proses, sampai produk jadi, semuanya kita uji. Rangkaian pengujian ini penting untuk memastikan kualitas produk tetap sesuai spesifikasi yang ditentukan,” ungkapnya.

Menurutnya, distribusi vaksin tidak hanya bergantung pada kendaraan pengiriman, tetapi juga pada sistem pemantauan dan validasi agar kondisi produk tetap sesuai standar selama perjalanan.

Kolaborasi dan Digitalisasi Perkuat Distribusi Vaksin

Keberhasilan distribusi vaksin dalam kondisi darurat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Bio Farma bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga internasional untuk memenuhi kebutuhan vaksin serta memperluas kapasitas distribusi.

“Kami tidak bergerak sendiri, melainkan bermitra dengan pemerintah serta lembaga global seperti WHO, UNICEF, dan Gavi. Kolaborasi ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasokan demi memenuhi kebutuhan yang ada, sebelum nantinya kami distribusikan,” jelasnya.

Selain kolaborasi, Bio Farma juga menerapkan teknologi digital untuk meningkatkan keterlacakan produk. Sistem barcode, pemantauan posisi kendaraan, serta pemantauan suhu secara real time digunakan untuk memastikan keamanan distribusi vaksin.

“Kita bisa tahu secara real time posisi truknya ada di mana, kecepatannya berapa, dan suhu pengiriman pada saat itu berapa derajat. Jadi, kalau misalnya ada excursion atau kendala, kita bisa mengetahui dengan cepat,” ujarnya.

Aryanto menegaskan bahwa rantai pasok kesehatan yang kuat membutuhkan kecepatan, fleksibilitas, transparansi data, dan kolaborasi antarpihak.

“Prinsip utama dari supply chain management itu pertama speed. Kemudian kita pastikan fleksibilitasnya, data, dan kolaborasi,” tutupnya. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.864 per Dolar AS, Pakar UMY Soroti Kepercayaan Pasar
Pernyataan Prabowo soal Pakar Jadi Sorotan, Ini Analisis Pakar Komunikasi UMY
DPO Penipuan Diamankan di Tegal, Terpidana Jalani Eksekusi Hukuman
Kuasa Hukum FN Tanggapi Laporan Polisi Pihak BAM, Soroti Dugaan Ketidaksinkronan Keterangan
Road to DESIK Concert Hadir di Yogyakarta, Sal Priadi Ajak Penonton Menikmati Musik dalam Intimate Session
Rumah Warga di Kotagede Yogyakarta Terbakar, Diduga Berawal dari Kabel
Polresta Yogyakarta Tetapkan Ipda S sebagai Terduga Pelanggar Kasus Alun-Alun Kidul
Dinas Kebudayaan DIY Gelar Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV 2026, Jadi Ruang Srawung Kebudayaan Nusantara

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 13:13 WIB

Bio Farma Ungkap Strategi Rantai Pasok Vaksin saat Darurat Kesehatan

Kamis, 24 September 2026 - 11:41 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.864 per Dolar AS, Pakar UMY Soroti Kepercayaan Pasar

Kamis, 24 September 2026 - 11:03 WIB

Pernyataan Prabowo soal Pakar Jadi Sorotan, Ini Analisis Pakar Komunikasi UMY

Kamis, 24 September 2026 - 09:24 WIB

DPO Penipuan Diamankan di Tegal, Terpidana Jalani Eksekusi Hukuman

Kamis, 24 September 2026 - 08:27 WIB

Kuasa Hukum FN Tanggapi Laporan Polisi Pihak BAM, Soroti Dugaan Ketidaksinkronan Keterangan

Berita Terbaru