Israel Bongkar Pusat Bantuan di Gaza Usai Gencatan Senjata

Senin, 13 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Palestina menunggu bantuan makanan dari pusat distribusi makanan di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, 11 Mei 2025. (Xinhua/Mahmoud Zaki)

Warga Palestina menunggu bantuan makanan dari pusat distribusi makanan di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, 11 Mei 2025. (Xinhua/Mahmoud Zaki)

JENDELANUSANTARA.COM, Gaza — Militer Israel membongkar sejumlah pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza, hanya dua hari setelah gencatan senjata antara Israel dan kelompok perlawanan Hamas diberlakukan. Menurut sejumlah sumber Palestina, fasilitas yang dibongkar itu merupakan milik Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga bantuan yang dibentuk dengan dana pemerintah Amerika Serikat.

Sumber-sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut pembongkaran dilakukan pada Sabtu malam tanpa pemberitahuan sebelumnya, termasuk di sekitar pos pemeriksaan Netzarim yang dikendalikan Israel. Empat pusat utama GHF di Gaza tengah dan selatan sebelumnya dijaga ketat oleh militer Israel.

GHF didirikan pada Mei 2025 sebagai alternatif bagi badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), di tengah tuduhan Israel bahwa Hamas menyalahgunakan bantuan kemanusiaan untuk kepentingan militer. Namun, kehadiran lembaga itu justru menuai kemarahan warga Gaza. Kantor media Hamas mencatat lebih dari 2.500 orang tewas dan 18.000 lainnya luka-luka akibat insiden kerumunan dan penembakan di sekitar fasilitas GHF, meski data tersebut belum diverifikasi secara independen.

Pemerintah dan militer Israel belum memberikan pernyataan resmi. Namun, Radio Militer Israel melaporkan bahwa “proyek pusat distribusi AS telah berakhir tanpa pengumuman resmi.” Langkah ini terjadi di tengah upaya mediator internasional memulihkan kembali penyaluran bantuan bagi 2,3 juta penduduk Gaza yang bergantung pada pasokan kemanusiaan setelah dua tahun perang. (ihd)

Berita Terkait

IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji
Gempa Venezuela Tewaskan 1.430 Orang, Ribuan Warga Terluka dan Terdampak
Teknologi Pengolah Sampah Jadi Listrik di China Diyakini Siap Diterapkan di Bantargebang
Wali Kota Bekasi: Proyek PSEL Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat Lokal
Harga Bensin di Banyak Negara Melambung, Trump Perintahkan Investigasi Perusahaan Minyak
ISTAF Fokus Usut Lima Pemain dan Ofisial Thailand, Tujuh Atlet Diberi Kesempatan Kedua
Amerika Serikat Minta Israel Hormati Proses Perdamaian di Timur Tengah
AS dan Iran Siap Tandatangani Kesepahaman di Swiss, Diplomasi Damai Masuki Babak Baru

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 11:25 WIB

IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji

Senin, 29 Juni 2026 - 11:05 WIB

Gempa Venezuela Tewaskan 1.430 Orang, Ribuan Warga Terluka dan Terdampak

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:28 WIB

Teknologi Pengolah Sampah Jadi Listrik di China Diyakini Siap Diterapkan di Bantargebang

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:44 WIB

Wali Kota Bekasi: Proyek PSEL Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat Lokal

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:58 WIB

Harga Bensin di Banyak Negara Melambung, Trump Perintahkan Investigasi Perusahaan Minyak

Berita Terbaru