Iran Siap Berdialog dengan AS, Gandeng Saudi dan UEA Bangun Stabilitas Kawasan

Rabu, 25 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Teheran — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan negaranya untuk memulai kembali dialog dengan Amerika Serikat, dengan harapan tercapainya kesepakatan yang adil dalam bingkai hukum internasional. Seruan ini disampaikan dalam serangkaian pembicaraan telepon dengan para pemimpin negara sahabat, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Pakistan, pada Selasa (25/6/2025).

“Kami berharap negosiasi antara Iran dan AS segera dimulai dan menghasilkan hasil yang positif,” ujar Pezeshkian kepada Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Ia menekankan bahwa Teheran tidak menuntut lebih dari hak sah rakyatnya, dan mendukung upaya bersama untuk memperkuat stabilitas dan pembangunan kawasan.

Seruan diplomatik itu muncul setelah rentetan serangan balasan antara Israel dan Iran yang berlangsung selama hampir dua pekan, menyusul tuduhan Tel Aviv bahwa Iran sedang bersiap memproduksi bom nuklir. Israel meluncurkan serangan udara ke sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran sejak 13 Juni lalu. Iran membantah tuduhan tersebut dan melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone. Amerika Serikat turut masuk ke dalam konflik dengan menggempur tiga situs nuklir Iran pada 22 Juni.

Namun, pada Senin (23/6) malam, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata total antara Israel dan Iran. Kesepakatan ini menjadi titik awal baru bagi diplomasi di kawasan.

Dalam percakapan dengan bin Salman, Pezeshkian menerima dukungan dari Riyadh yang menegaskan tidak akan membiarkan wilayah udaranya digunakan untuk operasi militer terhadap Iran. “Kami tidak membuka wilayah udara kami untuk tindakan apa pun terhadap Iran, dan tidak akan melakukannya,” ujar bin Salman, yang juga menolak penggunaan pangkalan AS di Arab Saudi untuk kepentingan serangan tersebut.

Presiden Iran juga berbicara dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Keduanya sepakat mengenai pentingnya membangun kawasan tanpa campur tangan asing dan menjadikan stabilitas sebagai prioritas bersama. Bin Zayed menyatakan bahwa UEA mendukung inisiatif yang mendorong perdamaian dan keamanan regional.

Dalam komunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, Pezeshkian menegaskan bahwa konspirasi dari pihak luar tidak akan mampu merusak hubungan persahabatan antara Teheran dan Islamabad.

Langkah Iran memperkuat hubungan regional ini mencerminkan strategi pemerintahan baru Pezeshkian untuk mengedepankan jalur diplomasi dalam menyelesaikan krisis, terutama dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat. Iran mengharapkan peran aktif negara-negara sahabat dalam memfasilitasi dialog dan menjamin keadilan bagi semua pihak. (ihd)

Berita Terkait

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”
Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Sambut Myanmar sebagai Peserta ke-13
Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi
Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG
Wali Nanggroe Dirawat di Penang, Mendagri Bawa Salam dan Doa Presiden
Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz
Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:07 WIB

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”

Selasa, 22 September 2026 - 20:09 WIB

Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Sambut Myanmar sebagai Peserta ke-13

Selasa, 15 September 2026 - 20:44 WIB

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi

Kamis, 10 September 2026 - 18:29 WIB

Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 

Rabu, 2 September 2026 - 15:52 WIB

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG

Berita Terbaru