Enam Langkah Strategis Kemenag Agar Masyarakat tetap Rukun

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

International Youth Interfaith Dialogue di Bekasi.

International Youth Interfaith Dialogue di Bekasi.

JENDELANUSANTARA.COM, Bekasi – Kementerian Agama menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kerukunan umat beragama. Ada enam langkah strategis yang dirumuskan guna menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk.

Langkah strategis ini dipaparkan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, saat mewakili Wakil Menteri Agama H.R. Muhammad Syafi’i dalam International Youth Interfaith Dialogue. Acara ini digelar Majelis Pengurus Daerah (MPD) Pemuda ICMI Kota Bekasi di Universitas Muhammadiyah Indonesia Bekasi, Sabtu (2/5/2026).

“Penguatan literasi moderasi digital, penyusunan peta jalan kerukunan berbasis komunitas, akselerasi kewirausahaan sosial lintas iman, revitalisasi pendidikan karakter, peningkatan kapasitas mediator muda, serta audit toleransi berkelanjutan menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas nasional,” ujar Arsad.

Ia menyampaikan, penguatan literasi moderasi digital menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, generasi muda harus didorong menjadi produsen konten positif yang menyebarkan pesan damai dan memperkuat semangat toleransi di ruang digital.

Selain itu, penyusunan peta jalan kerukunan berbasis komunitas dinilai penting agar program toleransi dapat terintegrasi dalam pembangunan daerah. Dengan pendekatan ini, upaya menjaga kerukunan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi menjadi bagian dari agenda pembangunan yang terukur.

Arsad menambahkan, kewirausahaan sosial lintas iman juga perlu diperkuat untuk membangun kerja sama ekonomi yang inklusif. Sementara itu, pendidikan karakter dan pelatihan mediator muda menjadi fondasi penting dalam mencegah sekaligus menyelesaikan konflik secara damai.

Sinergi Pemuda Lintas Agama

Arsad menyampaikan, pembangunan Indonesia yang damai membutuhkan sinergi nyata lintas agama yang diwujudkan melalui aksi bersama di tengah masyarakat. Menurutnya, pemuda lintas agama harus mampu melampaui sekat identitas dan bekerja sama dalam isu-isu kemanusiaan universal.

“Pilar kedamaian yang harus dibangun oleh pemuda meliputi kolaborasi lintas iman, lintas komunitas, dan lintas media untuk memperkuat benteng kebangsaan. Pemuda harus hadir di tengah masyarakat, bergaul, dan berorganisasi untuk memastikan nilai-nilai kebaikan dan toleransi tetap hidup,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti kerja sosial lintas agama, dialog terbuka yang inklusif, hingga aktivitas kreatif yang mempererat hubungan antar komunitas. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membangun kepercayaan dan mengurangi potensi konflik di tengah keberagaman.

Peran Cendekiawan Muda

Arsad juga menyampaikan peran strategis cendekiawan muslim muda, terutama yang tergabung dalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), dalam memperkuat moderasi beragama dan harmoni sosial.

Menurutnya, cendekiawan muda memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat edukasi dan literasi keagamaan, mengawal kebijakan yang melindungi hak seluruh warga, menjembatani dialog antaragama, serta menghadirkan inovasi sosial melalui program pemberdayaan masyarakat yang inklusif.

“Cendekiawan muda harus menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama, memperkuat literasi keagamaan yang inklusif, serta menghadirkan solusi melalui inovasi sosial yang mampu menjawab tantangan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, peran tersebut semakin penting di era disrupsi, ketika generasi muda dituntut mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan semangat toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Arsad menambahkan, kerukunan umat beragama memiliki landasan teologis yang kuat dalam konsep maqashid syariah, yakni menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Prinsip tersebut menunjukkan bahwa toleransi merupakan bagian dari nilai dasar ajaran agama untuk mewujudkan kemaslahatan bersama.

Menuju Indonesia Emas 2045, keterlibatan aktif pemuda lintas agama dan cendekiawan muda diharapkan mampu memperkuat stabilitas sosial serta mendorong pembangunan yang inklusif dan ng berkelanjutan.(rel)

Sumber : Humas Kemenag

Berita Terkait

Bulan Kartini 2026, Pemkot Bekasi Perkuat Kesadaran Kesehatan Perempuan
Komisi IV Dorong SPMB Kota Bekasi Berjalan Bersih dan Akuntabel
Pemkot Bekasi Komitmen Tingkatkan Kualitas Lingkungan melalui Penghijauan
Tri Adhianto: SPMB Harus Objektif, Transparan, dan Akuntabel
Tri Adhianto Soroti Pelanggaran Galian Kabel di Jatimakmur dan Wibawa Mukti
Tri Adhianto Tegaskan Infrastruktur Harus Responsif terhadap Keluhan Masyarakat
Pemkot Bekasi Buka Kolaborasi Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Palestina
Tradisi Sedekah Bumi di Jatimurni Pererat Kebersamaan Warga

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 15:20 WIB

Bulan Kartini 2026, Pemkot Bekasi Perkuat Kesadaran Kesehatan Perempuan

Senin, 4 Mei 2026 - 14:31 WIB

Komisi IV Dorong SPMB Kota Bekasi Berjalan Bersih dan Akuntabel

Senin, 4 Mei 2026 - 11:44 WIB

Pemkot Bekasi Komitmen Tingkatkan Kualitas Lingkungan melalui Penghijauan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:37 WIB

Tri Adhianto: SPMB Harus Objektif, Transparan, dan Akuntabel

Senin, 4 Mei 2026 - 09:07 WIB

Enam Langkah Strategis Kemenag Agar Masyarakat tetap Rukun

Berita Terbaru

Banten

Hakim Berbagi, IKAHI Banten Gelar Donor Darah

Senin, 4 Mei 2026 - 15:58 WIB