Dorong Zakat Lebih Masif, Dimyati Usulkan Pembentukan UPZ di Setiap Pabrik

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong setiap perusahaan yang beroperasi di Banten untuk membentuk Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang dilegalkan oleh BAZNAS. Dengan begitu, proses pembayaran zakat karyawan maupun jajaran pimpinan perusahaan bisa lebih mudah dan cepat.

Hal itu dikatakan Dimyati saat menghadiri acara Halal Bihalal di kantor PT Chosen Mitra Abadi bersama BAZNAS Provinsi Banten di Desa Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, pembentukan UPZ di setiap pabrik akan meningkatkan setoran Zakat Infak dan Sodaqoh (ZIS) ke BAZNAS. Hal itu tentu akan berdampak positif juga dalam jangkauan penyalurannya yang bisa lebih luas, lebih banyak dan lebih masif lagi.

“Maka dari itu, BAZNAS harus gerak cepat ini. Membentuk UPZ-UPZ di setiap pabrik atau perusahaan, sehingga keberadaan mereka menjadi legal dan tidak ada indikasi pungutan liar,” jelasnya.

Untuk teknis pembagian pengelolaannya, menurutnya bisa diterapkan sistem pembagian. Misalnya, ZIS yang terkumpul dari setiap pabrik perusahaan, setengahnya bisa dikelola sendiri sesuai dengan peruntukannya. Sementara setengahnya lagi dikelola oleh BAZNAS Provinsi, Kabupaten atau Kota.

“Sehingga bisa maslahat bagi semua,” ujarnya.

Di depan ratusan karyawan PT CMA serta para tamu undangan, Dimyati sendiri mengatakan soal pentingnya membayar ZIS ke BAZNAS. Sebagai lembaga yang ditunjuk oleh negara, BAZNAS mempunyai tugas dan fungsi mengumpulkan ZIS serta menyalurkannya kepada yang berhak.

“BAZNAS sudah mempunyai datanya by name by adress. Termasuk untuk jenis penyalurannya seperti rumah tidak layak huni, bantuan pendidikan, kesehatan, operasi katarak serta kegiatan sosial lainnya,” katanya.

Pimpinan PT CMA Hosin mengatakan, perusahaanya sudah cukup lama bersinergi dengan BAZNAS. Kedepan, dirinya berharap sinergitas itu terus diperkuat agar bisa bermanfaat bagi karyawan maupun masyarakat sekitar.

“Kedepan mungkin dari BAZNAS atau UPZ kalau sudah terbentuk nanti, bisa mengadakan kegiatan pengajian setiap awal bulan bagi seluruh pimpinan dan karyawan perusahaan,” katanya.

Menurut Hosin, perusahaan yang memproduksi alas kaki dengan merek Bacorocco yang ia pimpin merupakan hasil akuisi dari perusahaan asal negara Italia sejak 14 tahun lalu.

Saat ini, produksi alas kakinya sudah ekspor ke 21 negara serta kerja sama dengan beberapa lembaga seperti TNI, Polri serta masyarakat luas. “Kami berharap produk karya anak Banten ini kedepan semakin mendunia, apalagi produksi alas kaki kami dilengkapi dengan teknologi kesehatan yang disebut PCT,” pungkasnya.(lsi)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Tinawati: Keterampilan Rajut Bisa Jadi Peluang Ekonomi bagi Ibu Rumah Tangga
Bupati Pandeglang Imbau Pedagang Jaga Kebersihan Kandang Hewan Kurban
Flyover Sudirman Ditargetkan Mulai Dibangun Pertengahan 2027
Momentum Harkitnas, Pemkab Pandeglang Ajak Warga Bijak Gunakan Teknologi
Ribuan Koperasi di Banten Didorong Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Harkitnas 2026, Kapolda Banten Ingatkan Tantangan Persatuan di Tengah Arus Digitalisasi
Sektor Parkir Jadi Penyumbang PAD Potensial di Kabupaten Pandeglang
Andra Soni Sebut SDM Unggul Jadi Kunci Kemajuan Provinsi Banten

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:31 WIB

Tinawati: Keterampilan Rajut Bisa Jadi Peluang Ekonomi bagi Ibu Rumah Tangga

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:21 WIB

Bupati Pandeglang Imbau Pedagang Jaga Kebersihan Kandang Hewan Kurban

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:00 WIB

Momentum Harkitnas, Pemkab Pandeglang Ajak Warga Bijak Gunakan Teknologi

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:43 WIB

Ribuan Koperasi di Banten Didorong Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:00 WIB

Harkitnas 2026, Kapolda Banten Ingatkan Tantangan Persatuan di Tengah Arus Digitalisasi

Berita Terbaru