Donald Trump Akan Putuskan Intervensi terhadap Iran

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unjuk rasa menentang intervensi AS atas Iran. (Anadolu)

Unjuk rasa menentang intervensi AS atas Iran. (Anadolu)

JENDELANUSANTARA COM, Moscow – Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum mengambil keputusan untuk mengerahkan kontingen militer ke Iran di tengah eskalasi protes dan ketegangan politik di negara tersebut. Hal itu dilaporkan CNN, Minggu (11/1/2026), dengan mengutip seorang pejabat senior Gedung Putih.

Menurut laporan tersebut, Trump hingga kini belum membuat keputusan akhir terkait kemungkinan intervensi Washington. Meski demikian, opsi militer disebut telah dibahas di tingkat internal pemerintahan AS.

Surat kabar The New York Times melaporkan, Sabtu, bahwa Trump telah menerima pengarahan mengenai sejumlah skenario serangan militer terhadap Iran. Opsi tersebut muncul menyusul laporan aksi kekerasan aparat keamanan terhadap para demonstran dalam gelombang protes yang terus meluas sejak akhir Desember 2025.

Di saat bersamaan, Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada Revolusi 1979, merilis sebuah video melalui platform X. Dalam pernyataannya, Pahlavi menyerukan rakyat Iran untuk turun ke jalan dan mengimbau para demonstran bersiap menguasai jalan-jalan utama serta fasilitas strategis.

Protes di Iran dipicu oleh kekhawatiran publik terhadap lonjakan inflasi akibat melemahnya nilai tukar rial Iran. Gejolak mata uang itu berdampak langsung pada kenaikan harga barang grosir dan eceran, memicu ketidakpuasan luas di berbagai kota.

Di tengah tekanan tersebut, Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad-Reza Farzin mengundurkan diri dan digantikan oleh Abdolnaser Hemmati. Namun, pergantian pejabat itu belum meredam gelombang protes.

Sejak Kamis, intensitas demonstrasi meningkat, terutama setelah seruan Pahlavi. Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan aksi massa berskala besar di berbagai wilayah. Pada hari yang sama, gangguan internet dilaporkan terjadi di sejumlah daerah di Iran.

Di beberapa kota, aksi unjuk rasa berubah menjadi bentrokan dengan aparat kepolisian. Para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik pemerintah. Laporan korban jiwa muncul dari kedua belah pihak, baik dari kalangan pasukan keamanan maupun demonstran, meski angka pastinya belum dapat diverifikasi secara independen. (anadolu)

Berita Terkait

AS Ketahuan Ngarang Lagi, Iran Takkan Pernah Lepaskan Uranium
Kerbau Bernama Donald Trump, Batal Disembelih atas Instruksi Pemerintah
AS Klaim Peluang Kesepakatan Nuklir dengan Iran Kian Besar
Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak
Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS
Pentolan NATO Sebut AS telah Gagal, Dipermalukan Strategi Iran yang Piawai
Indonesia Ajak Uni Eropa Perkuat Kemitraan dengan ASEAN di Tengah Krisis Global
Iran Kirim Sinyal Damai ke AS lewat Pakistan, Araghchi Bawa Syarat Penghentian Konflik

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:55 WIB

AS Ketahuan Ngarang Lagi, Iran Takkan Pernah Lepaskan Uranium

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:23 WIB

Kerbau Bernama Donald Trump, Batal Disembelih atas Instruksi Pemerintah

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:52 WIB

AS Klaim Peluang Kesepakatan Nuklir dengan Iran Kian Besar

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:44 WIB

Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS

Berita Terbaru