DIY Raih Hasil Pengelolaan Keuangan Daerah Terbaik, BSKDN Imbau Tingkatkan Sumber Daya Keuangan

Jumat, 26 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Jakarta, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan sumber daya keuangan melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Upaya tersebut dinilai dapat mempertahankan hasil pengelolaan keuangan daerah terbaik yang telah diraih Pemprov DIY untuk pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) tahun selanjutnya.

“Selamat kepada Pemprov DIY yang sudah meraih nilai IPKD tertinggi pada klaster kapasitas fiskal daerah rendah. Ini prestasi yang harus terus dipertahankan, salah satu upaya yang bisa diterapkan dengan meningkatkan penghasilan daerah atau kapasitas keuangan daerah dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki,” ungkap Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo dalam keterangannya di Kantor BSKDN Kemendagri, Jakarta, Jumat (26/1/2024).

Dia menerangkan, nilai IPKD Provinsi DIY sebesar 87,327 dengan skor mencapai maksimal pada dimensi 6 atau dimensi opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Sementara itu, skor dimensi 1 atau dimensi kesesuaian dokumen perencanaan dan penganggaran tergolong baik pada klasternya yakni sebesar 13,076. Sedangkan dimensi 2 memperoleh nilai sebesar 19,286 dengan mandatory spending pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur terpenuhi.

“Hanya saja, pada dimensi 2 ada beberapa pelayanan dasar SPM (Standar Pelayanan Minimal) tidak terpenuhi, seperti penyediaan dan rehabilitasi rumah yang layak huni bagi korban bencana daerah dan provinsi, ini juga perlu menjadi perhatian,” terangnya.

Meski demikian, Yusharto tetap mengapresiasi kesuksesan Pemprov DIY yang juga berhasil memperoleh skor tertinggi pada indikator fleksibilitas keuangan dan solvabilitas jangka pendek. “Pemprov DIY harus betul-betul menggali lebih banyak lagi potensi yang mereka miliki dalam berbagai bidang untuk meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Bima Arya: Program Pemerintah Harus Terasa Manfaatnya oleh Masyarakat
“Ciptakan Gula agar Orang Datang Sendiri”, Pesan Mentrans untuk Pengembangan Kawasan
Kemendagri Gandeng Akademisi dan Media untuk Mengawal Objektivitas IPKD 2025
Mendagri Tito Karnavian: Program Bedah Rumah Wujud Nyata Kepedulian Pemerintah terhadap Rakyat
Bima Arya: Keberagaman Indonesia Harus Menjadi Kekuatan Ekonomi Daerah
Ideologi, Strategi, dan Taktik Jadi Bekal Utama Praja IPDN Papua
Diskon Tiket KA Libur Sekolah Diserbu, KAI Daop 2 Bandung Catat Okupansi 73,2 Persen
AHY Dorong Pemanfaatan Keilmuan Kampus untuk Menjawab Tantangan Bangsa

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:16 WIB

Wamendagri Bima Arya: Program Pemerintah Harus Terasa Manfaatnya oleh Masyarakat

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:36 WIB

“Ciptakan Gula agar Orang Datang Sendiri”, Pesan Mentrans untuk Pengembangan Kawasan

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:08 WIB

Kemendagri Gandeng Akademisi dan Media untuk Mengawal Objektivitas IPKD 2025

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:52 WIB

Mendagri Tito Karnavian: Program Bedah Rumah Wujud Nyata Kepedulian Pemerintah terhadap Rakyat

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:50 WIB

Bima Arya: Keberagaman Indonesia Harus Menjadi Kekuatan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru