JENDELANUSANTARA.COM, JENEWA, Swiss – Suara dukungan terhadap Palestina menggema di kawasan Broken Chair, Jenewa, Swiss, saat ratusan perwakilan serikat pekerja dari berbagai negara menggelar aksi solidaritas di sela-sela pelaksanaan International Labour Conference (ILC) ke-114, Kamis (5/6/2026).
Dalam aksi yang berlangsung pukul 11.00 waktu setempat, para peserta membawa bendera dan atribut organisasi masing-masing. Delegasi buruh Indonesia tampak ikut ambil bagian dengan mengenakan atribut federasi dan konfederasi serikat pekerja sebagai simbol dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Seruan “Free, Free Palestine!” berkumandang berulang kali dari para peserta aksi. Kawasan Broken Chair yang berada di depan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa menjadi titik berkumpulnya para aktivis buruh yang menyampaikan pesan perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina.
Delegasi buruh Indonesia asal Banten, H. Dewa Sukma Kelana, mengungkapkan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari semangat solidaritas internasional yang selama ini menjadi nilai dasar gerakan pekerja di seluruh dunia.
“Gerakan buruh memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia. Karena itu, ketika ada persoalan kemanusiaan yang terjadi, pekerja di berbagai negara merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepedulian,” ungkapnya.
Menurut Dewa, dukungan terhadap Palestina tidak hanya berkaitan dengan isu politik, tetapi juga menyangkut nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal.
“Yang kami suarakan adalah perdamaian, keadilan dan penghormatan terhadap hak-hak dasar manusia. Nilai-nilai itu sejalan dengan prinsip yang diperjuangkan gerakan buruh di seluruh dunia,” katanya.
Ia menjelaskan, aksi solidaritas tersebut juga menunjukkan dukungan komunitas pekerja internasional terhadap peningkatan partisipasi Palestina dalam berbagai forum global, termasuk di lingkungan International Labour Organization.
“Palestina harus diberikan kesempatan yang setara untuk menyampaikan aspirasinya dalam forum internasional. Kami mendukung langkah-langkah yang memperkuat keterlibatan Palestina di tingkat global,” jelasnya.
Dewa menegaskan bahwa gerakan buruh tidak hanya berfokus pada isu ketenagakerjaan semata, tetapi juga pada persoalan kemanusiaan yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat dunia.
“Solidaritas adalah salah satu kekuatan utama gerakan pekerja. Ketika ada bangsa yang sedang berjuang mendapatkan keadilan dan perdamaian, kami merasa perlu menunjukkan dukungan secara nyata,” tandasnya.
Aksi solidaritas tersebut berlangsung di sela-sela agenda ILC ke-114 yang dihadiri delegasi pemerintah, pengusaha, dan pekerja dari berbagai negara anggota ILO. Konferensi tahunan itu membahas beragam isu ketenagakerjaan global, mulai dari perlindungan pekerja hingga tantangan dunia kerja di masa depan.
“Ia berharap pesan solidaritas yang disampaikan dapat menjadi perhatian masyarakat internasional dalam mendorong terwujudnya perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina,”tuturnya.
(Yuyi Rohmatunisa)














