Dampingi Presiden, Bupati Serang Ungkap Kemajuan dari Dana Desa

Senin, 8 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Serang,  Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Senin (8/1/2024). Pada kesempatan ini, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mendampingi langsung Presiden, melihat efektivitas dana desa yang dikelola Pemerintah Desa Margagiri.

Presiden melakukan silaturahmi dengan para kepala desa se-Kabupaten Serang serta meninjau kebun anggur dan budidaya ikan bioflok di Desa Margagiri. “Kita simak bersama arahan Bapak Presiden, bahwa dana desa yang diberikan oleh pusat, harus dipergunakaan sebaik-baiknya, dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Tatu kepada wartawan usai mendampingi Presiden.

Menurut Tatu, dana desa telah mampu mengungkit kemajuan daerah. Apalagi, rata-rata anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) dari 326 desa di Kabupaten Serang terus meningkat. Rata-rata pada tahun 2015 Rp 960 juta per desa, meningkat menjadi Rp 1,6 miliar per desa pada tahun 2023.

Pada kurun tahun 2015 hingga 2023 tersebut, total dana desa di Kabupaten Serang mencapai Rp 2,19 triliun. “Alhamdulillah, dari total Rp 2,19 triliun dana desa tersebut, telah menunjang aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sejumlah pembangunan yang telah dicapai dari dana desa di Kabupaten Serang yakni, telah mampu membangun 2.055 kilometer jalan desa, 1.328 meter jembatan, 593 irigasi, 1.459 unit penahan tanah, 3 pasar desa, 5 unit kegiatan bum desa, 4 embung, dan 2 tambatan perahu.

Sementara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, telah berhasil membangun 411.244 meter drainase, 1.750 instalasi air bersih, 100 mck, 210 polindes, 178 kegiatan PAUD, 84 posyandu, 46 sumur air, dan 24 unit sarana olahraga.

Tatu mengungkapkan, pada tahun 2023, pagu dana desa di Kabupaten Serang Rp 324 miliar dan telah tersalurkan 100 persen. Dalam penggunaannya dimanfaatkan antara lain untuk penanganan kemiskinan berupa bantuan langsung tunai desa Rp 46 miliar untuk 12.902 keluarga penerima manfaat, padat karya tunai desa Rp 3 miliar, yang telah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1.206 warga.

Kemudian masih dalam penggunaan dana desa tahun 2023, kata Tatu, dimanfaatkan untuk pencegahan dan penanganan stunting Rp 31 miliar, ketahanan pangan Rp 59 miliar, pengembangan desa wisata Rp 1 miliar, dan kegiatan prioritas lainnya sesuai hasil musyawarah desa Rp 182 miliar.

Tatu mengaku bersyukur pada tahun 2023, sudah tidak ada lagi desa berstatus sangat tertinggal di Kabupaten Serang. Padahal pada tahun 2015 terdapat 22 desa sangat tertinggal. “Alhamdulillah, pada tahun 2023 sudah tidak ada lagi desa sangat tertinggal di Kabupaten Serang,” ujarnya.

Perincian status desa di Kabupaten Serang tahun 2023 yaitu, 12 desa berstatus mandiri, 70 desa maju, 243 desa berkembang, dan hanya 1 desa tertinggal. “Insya Allah, dengan kebersamaan, dan dukungan pemerintah pusat, terutama Bapak Presiden, kami targetkan, desa mandiri akan terus bertambah, dan tidak ada lagi desa tertinggal,” ujarnya.

Sementara itu, saat memberikan sambutan, Presiden Joko Widodo mengungkapkan, selama 9 tahun terakhir, dana desa yang sudah dikucurkan Rp 539 triliun. “Ini hati-hati, ini uang yang tidak kecil. 539 triliun rupiah bukan uang yang kecil, sangat besar sekali. Dikucurkan ke 75 ribu desa ke seluruh Tanah Air,” ujarnya.

Presiden mengingatkan, proses perputaran uang dana desa harus terjadi di desa dan bermanfaatkan untuk masyarakat. “Saya titip, sebelum membangun sesuatu direncanakan, tetapi betul-betul melihat kebutuhan,” ujarnya.

Menurut Presiden, setiap desa memiliki karakter berbeda, sehingga proses pembangunan harus direncanakan sesuai dengan potensi desa. “Itu yang harus dikalkulasi sehingga menjadi sebuah barang yang bermanfaat bagi rakyat, barang yang betul-betul bisa mentrigger ekonomi desa,” ujarnya.

Semangat membangun desa, kata Presiden, tidak boleh luntur. Setiap dana desa harus dikelola dengan baik dan tidak digunakan sembarangan. “Karena dana desa akan terus ditingkatkan jumlah rupiahnya. Dengan catatan, dikelola dengan tata kelola yang baik, akuntabilitasnya baik,” ujanya.(*)

Berita Terkait

Polda Banten Sampaikan Perkembangan Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang
Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, SMPN 1 Majasari Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
19 Hakim MTQ Nasional Berasal dari Banten, Gubernur Andra Soni Sampaikan Rasa Bangga
Polda Banten Bongkar Pengiriman Besar Benih Lobster, 150 Ribu Benih Diamankan
Pantau Gunung Anak Krakatau, Gubernur Banten Andra Soni: Prioritas Utama Keselamatan Masyarakat
Erupsi Anak Krakatau, KBM SMA, SMK, dan SKh di Banten Dialihkan ke PJJ
Hadapi Dampak Abu Vulkanik, Pemprov Banten Siagakan Tenaga Kesehatan di Seluruh Wilayah
Antusiasme Tinggi, Program CKG Layani 6,7 Juta Warga Banten

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:32 WIB

Polda Banten Sampaikan Perkembangan Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

Senin, 7 September 2026 - 15:29 WIB

Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, SMPN 1 Majasari Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Senin, 7 September 2026 - 13:32 WIB

19 Hakim MTQ Nasional Berasal dari Banten, Gubernur Andra Soni Sampaikan Rasa Bangga

Minggu, 6 September 2026 - 15:37 WIB

Polda Banten Bongkar Pengiriman Besar Benih Lobster, 150 Ribu Benih Diamankan

Minggu, 6 September 2026 - 10:27 WIB

Pantau Gunung Anak Krakatau, Gubernur Banten Andra Soni: Prioritas Utama Keselamatan Masyarakat

Berita Terbaru