Ancaman Serangan AS Dibalas Peringatan Keras Iran di Tengah Gejolak Domestik

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AD Donald Trump dan Ayatollah Ali Khamenei. 

Presiden AD Donald Trump dan Ayatollah Ali Khamenei. 

JENDELANUSANTARA.COM, Moskow — Pimpinan parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan Teheran siap memberikan respons keras apabila Amerika Serikat memutuskan menyerang Iran. Pernyataan itu disampaikan menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump terkait program rudal dan nuklir Iran, Senin (12/2/2026).

Ghalibaf menegaskan, setiap langkah militer Washington akan dibalas oleh kekuatan pertahanan Iran. Ia menyebut Iran tidak akan tinggal diam jika kedaulatannya diganggu, seraya memperingatkan dampak serius bagi kepentingan AS di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disiarkan media pemerintah Iran, IRIB.

Ancaman itu muncul setelah Trump, pada akhir Desember lalu, menyatakan dukungannya terhadap kemungkinan serangan baru ke Iran apabila Teheran melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklir. Di tengah gelombang protes yang melanda Iran, Trump juga kembali melontarkan peringatan, dengan mengatakan akan menyerang Iran jika aparat menindak keras para pengunjuk rasa. Ia bahkan menyatakan kesiapan memberikan bantuan kepada rakyat Iran jika diperlukan.

Sementara itu, Iran masih bergulat dengan tekanan domestik akibat gelombang unjuk rasa yang berlangsung sejak Desember. Protes dipicu kekhawatiran publik terhadap inflasi yang melonjak, seiring melemahnya nilai tukar rial. Ketidakstabilan mata uang tersebut berdampak pada kenaikan harga barang grosir dan eceran.

Di tengah situasi itu, Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad-Reza Farzin mengundurkan diri. Aksi protes kian meningkat sejak 8 Januari, menyusul seruan Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi 1979. Pada hari yang sama, pemerintah Iran memblokir akses internet di sejumlah wilayah.

Bentrok antara pengunjuk rasa yang menyuarakan slogan anti-pemerintah dan aparat kepolisian dilaporkan terjadi di beberapa kota. Sejumlah laporan menyebutkan adanya korban jiwa, baik dari pihak keamanan maupun demonstran. Namun, otoritas Iran pada Senin (12/1) menyatakan situasi berangsur terkendali. (ihd)

Berita Terkait

AS Ketahuan Ngarang Lagi, Iran Takkan Pernah Lepaskan Uranium
Kerbau Bernama Donald Trump, Batal Disembelih atas Instruksi Pemerintah
AS Klaim Peluang Kesepakatan Nuklir dengan Iran Kian Besar
Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak
Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS
Pentolan NATO Sebut AS telah Gagal, Dipermalukan Strategi Iran yang Piawai
Indonesia Ajak Uni Eropa Perkuat Kemitraan dengan ASEAN di Tengah Krisis Global
Iran Kirim Sinyal Damai ke AS lewat Pakistan, Araghchi Bawa Syarat Penghentian Konflik

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:55 WIB

AS Ketahuan Ngarang Lagi, Iran Takkan Pernah Lepaskan Uranium

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:23 WIB

Kerbau Bernama Donald Trump, Batal Disembelih atas Instruksi Pemerintah

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:52 WIB

AS Klaim Peluang Kesepakatan Nuklir dengan Iran Kian Besar

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:44 WIB

Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS

Berita Terbaru