Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta Meski Avtur Naik, Pemerintah Tahan Beban Jemaah

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memastikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 tetap mengalami penurunan sekitar Rp2 juta per calon jamaah, meskipun terjadi kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) akibat gejolak global.

Dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026), Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keterjangkauan biaya haji. “Kita pastikan biaya haji 2026 turun sekitar Rp2 juta, walaupun harga avtur naik,” ujarnya di hadapan ratusan pejabat pemerintah.

Keputusan tersebut diambil di tengah tekanan kenaikan harga energi dunia, termasuk avtur, yang berdampak langsung pada komponen biaya transportasi udara—salah satu pos terbesar dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah, kata Presiden, tidak ingin lonjakan biaya tersebut dibebankan kepada jamaah.

Sebelumnya, pemerintah bersama DPR telah menetapkan BPIH 2026 sebesar Rp87.409.366 per jamaah, atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara terpisah, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan bahwa Presiden telah menginstruksikan agar setiap potensi kenaikan komponen biaya tidak dialihkan kepada calon jamaah.

Menurut Irfan, sebelum konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memanas, rata-rata biaya penerbangan haji berada di kisaran Rp33,5 juta per orang. Namun, kenaikan harga avtur mendorong maskapai mengajukan penyesuaian tarif.

Dalam simulasi tanpa perubahan rute penerbangan, biaya diperkirakan naik menjadi Rp46,9 juta per orang atau meningkat sekitar 39,85 persen. Adapun jika dilakukan pengalihan rute untuk menghindari wilayah konflik, biaya dapat melonjak hingga Rp50,8 juta per orang atau naik sekitar 51,48 persen.

Maskapai Garuda Indonesia, lanjut Irfan, mengusulkan tambahan biaya sekitar Rp7,9 juta per jamaah. Sementara Saudi Airlines mengajukan kenaikan sekitar 480 dolar AS per orang.

Kendati demikian, pemerintah menegaskan bahwa arahan Presiden tetap menjadi rujukan utama dalam perumusan kebijakan. “Komitmen Presiden jelas, kenaikan biaya tidak boleh membebani jamaah. Kami sedang menghitung kebutuhan riil untuk memastikan kebijakan ini tetap berjalan,” ujar Irfan. (ihd)

Berita Terkait

Kemenag Stop Pendaftaran Santri, Proses Hukum Kekerasan Seksual Diprioritaskan
Warga Aceh Tamiang Bersyukur Bisa Menempati Hunian Sementara yang Lebih Layak
Wamendagri Bima Arya Dorong Generasi Muda Pahami Esensi Kepemimpinan
Posyandu Enam SPM Dinilai Permudah Akses Pelayanan Dasar bagi Masyarakat Desa
Wamendagri Ribka Haluk Soroti Pentingnya Kolaborasi Daerah dan Pusat Wujudkan Indonesia Emas 2045
Kemendagri Minta Daerah Percepat Pembentukan Dinas Damkar dan Penyelamatan Mandiri
Warga Huntara Aceh Utara Terima Bantuan Sosial dan Fasilitas Pembelajaran dari TP PKK dan TP Posyandu
Praktik Lapangan IPDN Gelombang III Resmi Ditutup, Wamendagri Bima Arya Soroti Tantangan Kepemimpinan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:20 WIB

Kemenag Stop Pendaftaran Santri, Proses Hukum Kekerasan Seksual Diprioritaskan

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:10 WIB

Warga Aceh Tamiang Bersyukur Bisa Menempati Hunian Sementara yang Lebih Layak

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:02 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Generasi Muda Pahami Esensi Kepemimpinan

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:42 WIB

Posyandu Enam SPM Dinilai Permudah Akses Pelayanan Dasar bagi Masyarakat Desa

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:36 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Soroti Pentingnya Kolaborasi Daerah dan Pusat Wujudkan Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru