Aceh Selatan Kejar Serapan TKD di Atas 50 Persen, Infrastruktur Dipercepat

Minggu, 16 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Satgas PRR meninjau pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Selatan. dok :Satgas PRR/Kudus Purnomo

Tim Satgas PRR meninjau pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Selatan. dok :Satgas PRR/Kudus Purnomo

JENDELANUSANTARA.COM, Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mempercepat pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk membenahi infrastruktur dasar sebelum memasuki musim hujan. Realisasi anggaran infrastruktur ditargetkan melampaui 50 persen pada Agustus agar manfaat pembangunan semakin cepat dirasakan masyarakat.

Dari tambahan TKD Aceh Selatan sekitar Rp51,6 miliar, sebesar Rp26,1 miliar dialokasikan untuk sektor infrastruktur. Hingga saat ini, realisasinya mencapai Rp9,9 miliar atau sekitar 37,9 persen dari pagu tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Selatan Skar Fharaby mengatakan anggaran itu digunakan untuk sejumlah pekerjaan prioritas. Proyek tersebut meliputi normalisasi Krueng Trumon, pembangunan jembatan di Seuneubok Puntho, serta pembangunan jaringan irigasi di Desa Padang Harapan.

“Target pada Agustus ini kalau bisa di atas 50 persen agar anggaran segera terserap dan penanganan di lapangan cepat selesai. Waktu sudah mendekati musim hujan sehingga seluruh pekerjaan perlu dipercepat,” kata Skar.

Normalisasi Krueng Trumon menjadi salah satu pekerjaan yang mendesak karena sungai tersebut berperan penting dalam mengalirkan air menuju kawasan persawahan. Penanganan pendangkalan diharapkan dapat memperlancar aliran air, mengurangi risiko luapan, dan melindungi aktivitas pertanian warga.

Upaya pengendalian banjir juga diperkuat melalui pembangunan drainase sepanjang 3.800 meter di Desa Padang Harapan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengalirkan genangan lebih cepat dan mengurangi ancaman banjir yang selama ini berulang ketika curah hujan meningkat.

Nur Diayati (43), warga Desa Padang Harapan, berharap pembangunan itu menjadi solusi bagi permukiman warga yang kerap terendam. “Mudah-mudahan setelah ada drainase, desa kami tidak banjir lagi. Selama ini hampir setiap tahun terjadi banjir. Dengan adanya drainase, kami berharap air dapat langsung mengalir,” ujarnya.

Koordinator Lapangan Proyek Drainase Desa Padang Harapan T. Chairumansyah mengatakan pekerjaan tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp59 miliar. Proyek serupa juga dilaksanakan di lima kabupaten dan kota di Aceh dengan nilai keseluruhan sekitar Rp285 miliar.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendukung langkah Pemkab Aceh Selatan dengan mengawal progres pekerjaan dan realisasi tambahan TKD. Secara keseluruhan, pemanfaatan tambahan TKD Aceh Selatan telah mencapai Rp24,8 miliar atau 48,04 persen dari pagu sekitar Rp51,6 miliar.

Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, berharap percepatan pekerjaan dapat memperkuat perlindungan masyarakat dari banjir susulan. “Ketika debit air naik, kita berharap alirannya dapat tertampung dan terdistribusi dengan baik sehingga tidak meluap maupun menggenangi jalan,” kata Imran.

Satgas PRR juga mendorong agar normalisasi Krueng Trumon ditunjang dengan pembangunan jembatan Armco untuk memperkuat konektivitas dan mobilitas ekonomi warga.(lsi)

Sumber : Satgas PRR

Berita Terkait

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Mendagri Minta Pemda Siaga dan Hindari Kepanikan
Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berhenti, Ancaman Letusan Susulan Masih Tinggi
Mendagri Tito Karnavian Dorong Program Bedah Rumah Berikan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Cari Akar Persoalan, Sekjen Kemendagri Minta Tim Pemantauan Kawal Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Wamendagri Bima Arya Dorong KDKMP Jadi Pusat Ekonomi Desa Terintegrasi
Anak Krakatau Bentuk Kubah Lava Baru Pasca Runtuhan Tubuh Gunung
Bangun Generasi Sehat, Ketum TP PKK Dorong Pelajar SMAN 2 Ternate Terapkan Pola Hidup Sehat
Wamendagri Bima Arya Minta Pemda Kreatif Gali Pajak Tanpa Tekan Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:46 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Mendagri Minta Pemda Siaga dan Hindari Kepanikan

Minggu, 6 September 2026 - 19:21 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berhenti, Ancaman Letusan Susulan Masih Tinggi

Sabtu, 5 September 2026 - 20:14 WIB

Mendagri Tito Karnavian Dorong Program Bedah Rumah Berikan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Sabtu, 5 September 2026 - 17:58 WIB

Cari Akar Persoalan, Sekjen Kemendagri Minta Tim Pemantauan Kawal Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sabtu, 5 September 2026 - 17:49 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong KDKMP Jadi Pusat Ekonomi Desa Terintegrasi

Berita Terbaru